Langsung ke konten utama

Musibah Pelebur Dosa

masih dari inbox email saya:

Musibah Pelebur Dosa

Oleh Nurjannah Suharjo

Dalam sebuah hadis disebutkan, kelak pada hari kiamat akan didatangkan seorang penduduk dunia yang paling mendapatkan nikmat dari penghuni neraka. Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka dengan sekali celupan.

Kemudian ditanya, ''Wahai anak keturunan Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan? Apakah kamu pernah mendapatkan kenikmatan?'' Ia menjawab, ''Tidak, demi Allah, wahai Tuhanku.''

Lantas didatangkan seorang yang paling menderita di dunia dari penduduk surga, lalu ia dicelupkan ke dalam surga sekali celupan. Lantas ditanya, ''Wahai anak keturunan Adam, pernahkah kamu melihat penderitaan? Pernahkah kamu merasakan kesengsaraan?''

Ia pun menjawab, ''Tidak demi Allah, wahai Tuhanku. Tidak pernah aku mengalami penderitaan dan tidak pernah melihat kesengsaraan.'' (HR Muslim).

Secara kasat mata, ada segolongan manusia yang menderita secara fisik karena baru saja ditimpa bencana serta kehilangan harta benda yang dimiliki. Tapi, bagi manusia beriman, cobaan fisik seperti itu tak membuatnya sakit berkepanjangan.
Musibah yang menimpa tidak menjadikannya berputus asa dari karunia-Nya. Ujian yang diterima justru dijawab dengan tetap beribadah kepada-Nya, bahkan semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Dengan sikap tawakal dan sabar, insya Allah, dia tak akan merasakan sakitnya musibah ketika hidup di dunia, karena Allah SWT menggantinya dengan kenikmatan tiada tara. Sebagai balasan atas keimanannya kepada Yang Mahakuasa, dia akan tetap dapat bertahan di tengah cobaan hidup yang bertubi-tubi.

Kadar iman dan takwa mendorongnya untuk mengatakan kepada Sang Pencipta, Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun, ''Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.'' (QS Albaqarah [2]: 156).

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah menyebutkan, orang-orang beriman ketika tertimpa musibah dan cobaan, akan berusaha mengobati sendiri. Caranya, pertama, menyadari sepenuhnya dunia adalah tempatnya ujian, petaka, dan musibah.

Kedua, melihat sekelilingnya bahwa masih banyak musibah lain yang jauh lebih besar dari musibah yang menimpa orang lain. Ketiga, menyerahkan kepada Allah SWT seraya mengharap pahala atas musibah yang menimpanya, serta meminta ganti yang lebih baik hanya kepada-Nya.

Keempat, meyakini bahwa cobaan dan musibah sebagai pelebur dari dosa-dosanya yang telah lalu. Rasululah SAW bersabda, ''Senantiasa cobaan menimpa laki-laki dan perempuan yang beriman pada tubuhnya, harta, dan anaknya, sehingga ia berjumpa dengan Allah SWT dalam keadaan tidak memiliki dosa.'' (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bertukar Link

, Salah satu cara untuk meningkatkan trafik adalah dengan cara bertukar Link . Bagi pemilik Blog yang ingin bertukar link, silakan! Copy paste link berikut ini: Tukeran Link   di halaman blog Anda. Halaman ini kami buat untuk Anda yang hendak bertukar link dengan blog ini , bagi yang berminat silahkan mengisi kolom komentar dengan ancor text yang diinginkan dan linknya...              contoh                                                                  text : Catatan Sekolah                                            link : http://sekolahdi.blogspot.com/           Berikan juga link di blog Anda, tempat Anda menaruh link sb...

Latihan soal IPS kelas 9 - (kerja sama ekonomi internasional...) dari bank soal untuk menghadapi ujian sekolah

1. Suatu negara dikatakan melakukan kerja sama ekonomi internasional jika ... . a. suatu negara menguasai perekonomian negara lain b. suatu negara menguasai perekonomian negara lain c. suatu negara melakukan hubungan dengan negara lain d. suatu negara mau menerima perbedaan-perbedaan di bidang ekonomi negara lain 2. Untuk membantu meringankan penderitaan negara-negara yang ditimpa bahaya kelaparan akibat perang dan bencana alam merupakan tugas dari ... a. IMF                                    c. FAO b. WTO                                  d. IBRD 3. Organisasi OPEC didirikan atas dasar ... . a. perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi b. pe...

Pipa Besi: Material Serbaguna untuk Konstruksi dan Industri

Bayangkan Anda sedang berdiri di sebuah proyek pembangunan besar. Ada suara mesin, pekerja mondar-mandir, dan tumpukan material di sana-sini. Di sudut, terlihat deretan pipa besi memanjang, diam tanpa suara tapi punya peran yang luar biasa penting. Bentuknya sederhana — tabung silinder dari baja atau besi — tapi kegunaannya sangat luas. Dari saluran air , instalasi gas industri , rangka bangunan , pagar , hingga rangka tenda , semua bisa mengandalkan pipa besi. Itulah kenapa material ini disebut sebagai salah satu “tulang punggung” dunia konstruksi. Apa Itu Pipa Besi? Secara sederhana, pipa besi adalah pipa berbahan besi atau baja yang dibuat dalam bentuk tabung silinder. Dindingnya bisa tipis atau tebal, tergantung spesifikasi. Ada yang polos, ada juga yang dilapisi galvanis untuk melindunginya dari karat. Yang menarik, pipa besi bisa diproduksi dalam berbagai ukuran diameter — mulai dari kecil untuk instalasi rumah, sampai besar untuk industri. Fleksibilitas inilah yang membu...