Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Gerakan Anggota Tata Surya

Gerakan Anggota Tata Surya Anggota tata surya dalam mengitari matahari mempunyai 2 gerakan yaitu : Rotasi => Gerakan anggota tata surya dalam mengitari porosnya / sumbunya. Revolusi => Gerakan benda angkasa yang mengitari matahari. Berdasarkan teori Heliosentris dalam gerakan benda angkasa ada tiga macam hukum, yaitu : Hukum Kepler 1 Planet – planet beredar mengelilingi matahari menurut lintasan berbentuk elite. Dengan matahari di suatu titik.  Hukum Kepler 2 (Petak) Planet – planet beredar di lintasannya mengelilingi matahari sedemikian rupa, hingga dalam waktu yang sama garis hubung antara matahari dan planet melukiskan bidang – bidang atau petak – petak yang sa,a luasnya. Hukum Kepler 3….    Pangkat 2 waktu beredar sebuah planet mengelilingi matahari, berbanding lurus dengan pangkat 3 jarak rata - ratanya ke matahari. Rumus : (Wp)2 == (Jp3). (Wp)2 : Periode planet mengelilingi matahari. (Jp3)   : Jarak rata - ...

Pemotongan Busur Plasma untuk Logam

Pemotongan Busur Plasma Pemotongan dengan gas yang telah dibahas sebelumnya digunakan dan dikembangkan untuk baja karbon rendah misalnya baja lunak. Sebaliknya, pemotongan busur plasma digunakan dan dikembangkan untuk memotong baja tahan karat dan logam non besi seperti aluminium (campuran) yang relatif sukar diproses dengan pemotongan gas antara lain karena masalah-masalah kualitas.. Prinsip pemotongan busur plasma Mesin potong busur plasma Tabel   Konstruksi mesin potong busur plasma Kommponen Sistem Fungsi Sumber tenaga DC Merubah arus AC menjadi arus DC. Diode silikon umumnya digunakan dalam bentuk kombinasi dengan sistem kontrol pembalik pada peralatan penyearah, meskipun thyristor digunakan dalam bentuk kombinasi dengan sistem kontrol arus ketika arus menjadi besar. Pengionisasi frekuensi tinggi Menimbulkan plasma. Mampu menimbulkan beberapa ribu volt frekuensi tinggi Alat penyuplai gas Memberikan gas...

Peralatan Ukur yang Biasa Dipergunakan Bidang Pekerjaan Logam

Beberapa peralatan ukur yang biasa dipergunakan bidang pekerjaan logam adalah sebagai berikut : 1. Mistar 2. Caliper 3. Jangka sorong 4. Micrometer dan Pengukur standart 5. Penunjuk ukuran, tonggak penunjuk ukuran dan tonggak magnet 6. Siku (mistar sudut kanan) 7. Busur baja 8. Busur bevel universal 9. Pengukur jarak / celah 10. Pengukur sudut 11. Pengukur jari – jari 12. Pengukur lubang 13. Pengukur kerataan tipe segiempat 14. Meja permukaan 15. Blok paralel 16. Blok V 17. Kotak blok V 18. Pelat siku 19. Alat penggores 20. Penyangga mistar 21. Jangka Selengkapnya tentang Kemajuan Teknologi Pengelasan dan tentang Pengertian Ilmu Logam dan Macam klik disini Selengkapnya tentang PERALATAN UKUR DAN PERKAKAS TANGAN PADA PROSES PEKERJAAN LOGAM klik disini

Besi dan Baja + Kandungan karbon

Besi dan Baja Besi macam – macam besi: (a) Besi kasar putih (b) Besi kasar kelabu Tabel  Karakteristik dari 5 elemen pada besi      Baja pembagian jenis–jenis baja : (a) Baja karbon rendah (b) Baja karbon sedang (c) Baja karbon tinggi (d) Baja campuran unsur– unsur paduan : 1. Nikel 2. Chronium 3. Mangaan 4. Silicon : Penambahan unsur paduan silicon mempengaruhi 5. Tungsten (e) Baja tahan karat Kandungan karbon dan sifat mekanis Tabel  Klasifikasi baja karbon Proses Pembuatan Baja Selengkapnya tentang Kemajuan Teknologi Pengelasan dan tentang Pengertian Ilmu Logam dan Macam klik disini Selengkapnya tentang Pengertian Ilmu Logam dan Macam klik disini . Biji besi Dapur tinggi Gas dapur tinggi Terak Kokas Batu kapur Batu bara Pemanas Pemanas dapur tinggi Tungku kokas Generator gas Besi kasar Udara Besi campuran Konverter Baja skrap Bukaan Kubah Dapur listrik Dapur uji Baja t...

PENGHAWAAN ALAMI

PENGHAWAAN ALAMI Penghawaan alami sangat diperlukan bagi suatu bangunan beserta para pengguna bangunan tersebut ... Selengkapnya di  Desain, Bangun dan Renovasi +Arsitektur  

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank yang Lain

Pengertian 1.    BPR adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersa­makan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. 2.    Status BPR diberikan kepada Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Lumbung Pitih Nagari (LPN), Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Badan Kredit Desa (BKD), Badan Kredit Kecamatan (BKK), Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK), Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK), Bank Karya Produksi Desa (BKPD), dan/atau lembaga-lembaga lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan UU Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dengan memenuhi persyaratan tatacara yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. 3.    Ketentuan tersebut diberlakukan karena mengingat bahwa lembaga-lembaga tersebut telah berkembang dari lingkungan masyarakat Indonesia, serta masih diperlukan oleh masyarakat, makd keberadaan lembaga dimaksud diakui. Oleh karena ...