Perkembangan Provinsi di Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau. Jumlah pulau di Indonesia adalah 17.506. Pulau-pulau tersebut menyebar di sekitar khatulistiwa. Pulau-pulau besar yang ada di Indonesia antara lain Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian.
Secara administrasi wilayah Indonesia terdiri atas pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah terdiri atas pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa. Jumlah provinsi di Indonesia pada saat ini adalah 33 provinsi........


..... Selengkapnya - Perkembangan Provinsi di Indonesia....





Provinsi Baru di Indonesia Sejak Tahun 1999
No. Provinsi Ibu Kota Dimekarkan dari Tanggal Provinsi
1. Maluku Utara Sofifi-Ternate Provinsi Maluku 4 Oktober 1999 ke-27
2. Banten Serang Provinsi Jawa Barat 17 Oktober 1999 ke-28
3. Kepulauan Bangka Belitung Pangkal Pinang Provinsi Riau 4 Desember 2000 ke-29
4. Gorontalo Gorontalo Sulawesi Utara 22 Desember 2000 ke-30
5. Papua Barat Manokwari Papua 21 November 2001 ke-31
6. Kepulauan Riau Tanjung Pinang Riau 25 Oktober 2002 ke-32
7. Sulawesi Barat Mamuju Sulawesi Selatan 5 Oktober 2004 ke-33
.  dari Buku Sekolah
Terima kasih Pada: Okrek.com - Martapura.Duwur.com - Batik Tulis - Dutapulsa - Millo Shop

Istilah-istilah dalam bidang Teknik Struktur Bangunan


Abutment – bagian bawah tumpuan struktur jembatan
Agregat campuran – bahan batu-batuan yang netral (tidak bereaksi) dan merupakan bentuk sebagian besar beton (misalnya: pasir, kerikil, batupecah, basalt)
AISC – singkatan dari American Institute of Steel Construction
AISCS – Spesifikasi-spesifikasi yang dikembangkan oleh AISC, atau singkatan dari American Institute of Steel Construction Specification
ASTM – singkatan dari American Society of Testing and Materials
Balok – elemen struktur linier horisontal yang akan melendut akibat beban transversal
Balok spandrel – balok yang mendukung dinding luar bangunan yang dalam beberapa hal dapat juga menahan sebagian beban lantai
Batas Atterberg – besaran kadar air (%) untuk menandai kondisi konsistensi tanah yakni terdiri dari batas cair (Liquid Limit / LL), bata plastis (Plastic Limit/ PL) maupun batas susut (shirinkage Limit).
Batas Cair – besaran kadar air tanah uji (%) dimana dilakukan ketukan sebanyak 25 kali menyebabkan alur tanah pada cawan Cassangrade berimpit 1.25 cm (1/2 inch).
Batas Plastis – besaran kadar air tanah sehingga saat dilakukan pilinan pada contoh tanah hingga ∅ 3 mm mulai terjadi retakan dan tidak putus
Beban – suatu gaya yang bekerja dari luar
Beban hidup – semua beban yang terjadi akibat pemakaian dan penghunian suatu gedung, termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang-barang yang dapat berpindah dan/atau beban akibat air hujan pada atap
Beban mati – berat semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap, termasuk segala beban tambahan, finishing, mesin-mesin serta peralatan tetap yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung tersebut
Beton – suatu material komposit yang terdiri dari campuran beberapa bahan batu-batuan yang direkatkan oleh bahan-ikat, yaitu dibentuk dari agregat campuran (halus dan kasar) dan ditambah dengan pasta semen (semen +air) sebagai bahan pengikat.
Beton Bertulang – beton yang diperkuat dengan tulangan, didesain sebagai dua material berbeda yang dapat bekerja bersama untuk menahan gaya yang bekerja padanya.
Beton Cast-in-place – beton yang dicor langsung pada posisi dimana dia ditempatkan. Disebut juga beton cast- in situ.
Beton Precast – beton yang dicor di tempat yang berbeda dengan site, biasanya di tempat yang berdekatan dengan lokasi site
Beton Prestressed – beton yang mempunyai tambahan tegangan tekan longitudinal melalui gaya tarik pada serat yang diberi pra-tegang di sepanjang elemen strukturnya.
Beton struktural – beton yang digunakan untuk menahan beban atau untuk membentuk suatu bagian integral dari suatu struktur. Fungsinya berlawanan dengan beton insulasi (insulating concrete).
Bracing – konfigurasi batang-batang kaku yang berfungsi untuk menstabilkan struktur terhadap beban lateral
Cincin tarik (cincin containment) – cincin yang berada di bagian bawah struktur cangkang, berfungsi sebagai pengaku
Daktilitas – adalah kemampuan struktur atau komponennya untuk melakukan deformasi inelastis bolak-balik berulang di luar batas titik leleh pertama, sambil mempertahankan sejumlah besar kemampuan daya dukung bebannya;
Defleksi – lendutan balok akibat beban Dinding geser (shear wall, structural wall) – dinding beton dengan tulangan atau pra-tegang yang mampu menahan beban dan tegangan, khusunya tegangan horisontal akibat beban gempa.
Faktor reduksi – suatu faktor yang dipakai untuk mengalikan kuat nominal untuk mendapatkan kuat rencana;
Gaya tarik – gaya yang mempunyai kecenderungan untuk menarik elemen hingga putus.
Gaya tekan – gaya yang cenderung untuk menyebabkan hancur atau tekuk pada elemen. Fenomena ketidakstabilan yang menyebabkan elemen tidak dapat menahan beban tambahan sedikitpun bisa terjadi tanpa kelebihan pada material disebut tekuk (buckling).
Geser – keadaan gaya yang berkaitan dengan aksi gaya-gaya berlawanan arah yang menyebabkan satu bagian struktur tergelincir terhadap bagian di dekatnya. Tegangan geser umumnya terjadi pada balok.
Girder – susunan gelagar-gelagar yang biasanya terdiri dari kombinasi balok besar (induk) dan balok yang lebih kecil (anak balok)
Goyangan (Sideways) – fenomena yang terjadi pada rangka yang memikul beban vertikal. Bila suatu rangka tidak berbentuk simetris, atau tidak dibebani simetris, struktur akan mengalami goyangan (translasi horisontal) ke salah satu sisi.
HPS – singkatan dari high-performance steel, merupakan suatu tipe kualitas baja
HVAC – singkatan dari Heating, Ventilating, Air Conditioning, yaitu hal yang berhubungan dengan sistem pemanasan, tata udara dan pengkondisian udara dalam bangunan
Joist – susunan gelagar-gelagar dengan jarak yang cukup dekat antara satu dan yang lainnya, dan biasanya berfungsi untuk menahan lantai atau atap bangunan. Biasanya dikenal sebagai balok anak atau balok sekunder.
Kolom – elemen struktur linier vertikal yang berfungsi untuk menahan beban tekan aksial
Komposit – tipe konstruksi yang menggunakan elemen-elemen yang berbeda, misalnya beton dan baja, atau menggunakan kombinasi beton cast-in situ dan pre-cast, dimana komponen yang dikombinasikan tersebut bekerja bersama sebagai satu elemen struktural.
Kuat nominal – kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsi metode perencanaan sebelum dikalikan dengan nilai faktor reduksi kekuatan yang sesuai
Kuat perlu – kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya dalam yang berkaitan dengan beban tersebut dalam suatu kombinasi seperti yang ditetapkan dalam tata cara ini
Kuat rencana – kuat nominal dikalikan dengan suatu faktor reduksi kekuatan φ
Kuat tarik leleh – kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh dari tulangan dalam MPa
Kuat tekan beton yang disyaratkan (fC’ ) – kuat tekan beton yang ditetapkan oleh perencana struktur (benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm), untuk dipakai dalam perencanaan struktur beton, dinyatakan dalam satuan MPa.
Las tumpul penetrasi penuh – suatu las tumpul, yang fusinya terjadi diantara material las dan metal induk, meliputi seluruh ketebalan sambungan las
Las tumpul penetrasi sebagian – suatu las tumpul yang kedalaman penetrasinya kurang dari seluruh ketebalan sambungan;
Lentur – keadaan gaya kompleks yang berkaitan dengan melenturnya elemen (biasanya balok) sebagai akibat adanya beban transversal. Aksi lentur menyebabkan serat-serat pada sisi elemen memanjang, mengalami tarik dan pada sisi lainnya akan mengalami tekan, keduanya terjadi pada penampang yang sama.
Lintel – balok yang membujur pada tembok yang biasanya berfungsi untuk menahan beban yang ada di atas bukaan-bukaan dinding seperti pintu atau jendela
LRFD – singkatan dari load and resistance factor design.
Modulus elastisitas – rasio tegangan normal tarik atau tekan terhadap regangan yang timbul akibat tegangan tersebut.
Momen – gaya memutar yang bekerja pada suatu batang yang dikenai gaya tegak lurus akan menghasilkan gaya putar (rotasi) terhadap titik yang berjarak tertentu di sepanjang batang.
Momen puntir – momen yang bekerja sejajar dengan tampang melintang batang.
Momen kopel – momen pada suatu titik pada gelegar
Mortar – campuran antara semen, agregat halus dan air yang telah mengeras
Plat Komposit – plat yang dalam aksi menahan bebannya dilakukan oleh aksi komposit dari beton dan plat baja / steel deck sebagai tulangannya.
Pondasi – bagian dari konstruksi bangunan bagian bawah (sub-structure) yang menyalurkan beban struktur dengan aman ke dalam tanah.
Rangka batang ruang – struktur rangka batang yang berbentuk tiga dimensional, membentuk ruang
Rangka kaku – suatu rangka struktur yang gaya-gaya lateralnya dipikul oleh sistem struktur dengan sambungan-sambungannya direncanakan secara kaku dan komponen strukturnya direncanakan untuk memikul efek gaya aksial, gaya geser, lentur, dan torsi;
Rangka tanpa Bracing (Unbraced frame) — sistem rangka dimana defleksi lateral yang terjadi padanya tidak ditahan oleh pengaku atau dinding geser (shear wall)
Sag – simpangan yang terjadi pada struktur kabel, yang merupakan tinggi lengkungan struktur tersebut
sengkang – tulangan yang digunakan untuk menahan tegangan geser dan torsi dalam suatu komponen struktur,
SNI – singkatan dari Standar Nasional Indonesia
Spesi-beton – campuran antara semen, agregat campuran (halus dan kasar) dan air yang belum mengeras
Spesi-mortar – campuran antara semen, agregat halus dan air yang belum mengeras
Struktur bangunan – bagian dari sebuah sistem bangunan yang bekerja untuk menyalurkan beban yang diakibatkan oleh adanya bangunan di atas tanah.
Struktur Balok dan Kolom (post and beam) – sistem struktur yang terdiri dari elemen struktur horisontal (balok) diletakkan sederhana di atas dua elemen struktur vertikal (kolom) yang merupakan konstruksi dasar
Struktur Cangkang – bentuk struktural berdimensi tiga yang kaku dan tipis serta mempunyai permukaan lengkung.
Struktur Grid – salah satu analogi struktur plat yang merupakan struktur bidang, secara khas terdiri dari elemen-elemen linier kaku panjang seperti daftar istilah balok atau rangka batang, dimana batang-batang tepi atas dan bawah terletak sejajar dengan titik hubung bersifat kaku.
Struktur Funicular – sistem struktur yang berbentuk seperti tali, kurva atau kumpulan segmen elemen-elemen garis lurus yang membentuk lengkung
Struktur Membran – konfigurasi struktur yang terbentuk dari lembaran tipis dan fleksibel.
Struktur Plat – struktur planar kaku yang secara khas terbuat dari material monolit yang tingginya relatif kecil dibandingkan dengan dimensi-dimensi lainya.
Struktur Rangka Batang – susunan elemen-elemen linier yang membentuk segitiga atau kombinasi segitiga, sehingga menjadi bentuk rangka yang tidak dapat berubah bentuk bila diberi beban eksternal tanpa adanya perubahan bentuk pada satu atau lebih batangnya.
Struktur Rangka Kaku (rigid frame) – struktur yang terdiri atas elemenelemen linier, umumnya balok dan kolom, yang saling dihubungkan pada ujung-ujungnya oleh joints (titik hubung) yang dapat mencegah rotasi relatif di antara elemen struktur yang dihubungkannya.
Struktur Tenda – bentuk lain dari konfigurasi struktur membran, dapat berbentuk sederhana maupun kompleks dengan menggunakan membranmembran.
Struktur Vierendeel – struktur rangka kaku yang digunakan secara horisontal. Struktur ini tampak seperti rangka batang yang batang diagonalnya dihilangkan. Perlu diingat bahwa struktur ini adalah rangka, bukan rangka batang. Jadi titik hubungnya kaku.
Sub-structure – struktur bagian bawah. Pada struktur jembatan merupakan bagian yang mendukung bentang horisontal
Super-structure – struktur bagian atas. Pada struktur jembatan, merupakan bagian struktur yang terdiri dari bentang horisontal.
Sway Frame – suatu rangka yang mempunyai respon terhadap gaya horisontal dalam bidang tidak cukup kaku untuk menghindari terjadinya tambahan gaya internal dan momen dari pergeseran horisontal, sehingga memungkinkan terjadinya goyangan (sway)
Tegangan – intensitas gaya per satuan luas
Tegangan tumpu (bearing stress) – tegangan yang timbul pada bidang kontak antara dua elemen struktur, apabila gaya-gaya disalurkan dari satu elemen ke elemen yang lain. Tegangan-tegangan yang terjadi mempunyai arah tegak lurus permukaan elemen.
Tegangan utama (principle stresses) – interaksi antara tegangan lentur dan tegangan geser dapat merupakan tegangan normal tekan atau tarik, yang disebut sebagai tegangan utama.
Tinggi efektif penampang (d) – jarak yang diukur dari serat tekan terluar hingga titik berat tulangan tarik
Titik hubung (joint) – titik pertemuan batang-batang elemen struktur, dimana titik ini merupakan pertemuan gaya-gaya yang terjadi pada elemen struktur tersebut
Tendon – elemen baja misalnya kawat baja, kabel batang, kawat untai atau suatu bundel dari elemen-elemen tersebut, yang digunakan untuk memberi gaya prategang pada beton
Torsi – puntiran yang timbul pada elemen struktur apabila padanya diberikan momen puntir langsung atau secara tak langsung. Tegangan tarik maupun tekan akan terjadi pada elemen yang mengalami torsi.
Triangulasi – konfigurasi struktur segitiga yang bersifat stabil, tidak bisa berubah bentuk atau runtuh
Tulangan – batang, kawat atau elemen lain yang ditambahkan pada beton untuk memperkuat beton menahan gaya.
tulangan polos – batang baja yang permukaan sisi luarnya rata, tidak bersirip dan tidak berukir
tulangan ulir – batang baja yang permukaan sisi luarnya tidak rata, tetapi bersirip atau berukir
tulangan spiral – tulangan yang dililitkan secara menerus membentuk suatu ulir lingkar silindris
Un-sway Frame – suatu rangka yang mempunyai respon terhadap gaya horisontal dalam bidang cukup kaku untuk menghindari terjadinya tambahangaya internal dan momen dari pergeseran horisontal tersebut.
Umur bangunan – periode/waktu selama suatu struktur dipersyaratkan untuk tetap berfungsi seperti yang direncanakan;

dari Buku Sekolah
Terima kasih Pada: Okrek.com - Martapura.Duwur.com - Batik Tulis - Dutapulsa - Millo Shop
___________________________________

Batik Cap adalah jenis hasil proses produksi batik yang menggunakan canting cap

Batik Cap adalah salah satu jenis hasil proses produksi batik yang menggunakan canting cap. Canting cap yang dimaksud di sini mirip seperti stempel. Cuman bahannya terbuat dari tembaga dan dimensinya lebih besar. Rata-rata berukuran 20cm X 20cm.


  • Proses Pembuatan batik cap adalah sebagai berikut :
  • Kain mori diletakkan di atas meja datar yang telah dilapisi dengan bahan yang empuk
  • Malam direbus hingga mencair dan dijaga agar suhu cairan malam ini tetap dalam kondiri 60 s/d 70 derajat Celcius
  • Canting Cap lalu dimasukkan kedalam cairan malam tadi (kurang lebih 2 cm bagian bawah canting cap yang tercelup cairan malam)
  • Canting Cap kemudian di-cap-kan (di-stempel-kan) dengan tekanan yang cukup di atas kain mori yang telah disiapkan tadi
  • Cairan malam akan meresap ke dalam pori-pori kain mori hingga tembus ke sisi lain permukaan kain mori
  • Setelah proses penge-cap-an selesai dengan berbagai kombinasi canting cap yang digunakan, selanjutnya kain mori akan dilakukan proses pewarnaan, dengan cara mencelupkan kain mori ini ke dalam tangki yang berisi warna yang sudah dipilih.
  • Kain mori yang permukaannya telah diresapi oleh cairan malam, tidak akan terkena dalam proses pewarnaan ini.
  • Setelah proses pewarnaan, proses berikutnya adalah penghilangan berkas motif cairan malam melalui proses penggodogan.
  • Sehingga akan nampak 2 warna, yaitu warna dasar asli kain mori yang tadi tertutup malam, dan warna setelah proses pewarnaan tadi.
  • Jika akan diberikan kombinasi pewarnaan lagi, makan harus dimulai lagi dari proses penge-cap-an cairan malam - pewarnaan - penggodogan lagi.
  • Sehingga diperlukan proses berulang untuk setiap warna.
  • Hal yang menarik dari batik cap adalah pada proses perkawinan warna, karena permukaan kain mori yang telah diwarna sebelumnya akan diwarna lagi pada proses pewarnaan berikutnya, sehingga perlu keahlian khusus dalam proses pemilihan & perkawinan warna.
  • Oleh karena proses pewarnaan yang berulang-ulang dan menyeluruh pada setiap pori-pori kain mori, maka warna pada batik cap cenderung lebih awet dan tahan lama dibandingkan dengan batik yang lain.
  • Proses terakhir dari pembuatan batik cap adalah proses pembersihan dan pencerahan warna dengan soda. Selanjutnya dikeringkan dan disetrika.
    Ciri-ciri batik CAP adalah :
  • Warna batik kedua belah sisi kain adalah sama
  • Warna batik lebih mengkilap
  • Motif tidak terlalu detil
  • Biasanya warna dasar adalah warna tua / gelap

Batik Tulis adalah salah satu jenis hasil proses produksi batik yang ditulis secara manual....


Contoh-contoh canting CAP :
canting cap batik  canting cap batik canting cap batik  canting cap batik canting cap batik  canting cap batik canting cap batik pekalongan canting cap batik canting cap batik  canting cap batik  canting cap batik  canting cap batik


Batik Tulis adalah salah satu jenis hasil proses produksi batik yang ditulis secara manual....


Ibaratan Mekanikal (Mechanical Analogy)

Memusingkan diri ke dalam mekanisme = bekerjanya sebuah sistem.
Struktur rangka batang, mekanismenya adalah distribusi gaya-gaya yang ada pada struktur rangka batang. Yang menjadikan perhatian : 
mekanisme yang ada di arsitektur, mekanisme gaya, pendayagunaan ruang ke ruang lain (flow space).
Mekanisme struktur, wujud dan fungsi.
Belum membicarakan tentang aspek estetika, lebih cenderung diarahkan pada kesejajaran mekanismenya saja.
Kelemahan-kelemahan biological analogy sama dengan mechanical analogy yaitu agar menghasilkan komposisi yang estetik dalam arsitektur, masih harus ditambah dan dilengkapi serta dipertanggungjawabkan dan dijelaskan dengan kaidah-kaidah estetika arsitektur. Demikian juga komposisi struktur, fungsi dan wujud lebih diarahkan pada keseimbangan terhadap pemfungsian arsitektur itu sendiri.

Bakso Goreng Ala Bunda


Ingredient:
  • Daging sapi 250 gram
  • Wortel 2 buah
  • Tepung terigu 3 sendok makan
  • Kuning Telur 2 butir
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya sebagai penyedap
  • Merica secukupnya
  • Bawang Prei 2 batang
  • Bawang Putih 3 siung
  • Sawi putih 4 lembar
  • Air secukupnya
  • Minyak sayur secukupnya

equipment :
  • Kompor
  • Blender
  • Pan
  • Sendok penggorengan
how to cook :
  • Blender daging sapi wortel, bawang putih, bawang prei  bergantian, hingga halus,
  • Campur adonan daging, wortel bawang putih dan bawang prei jadi satu, berikan gula, merica dan garam secukupnya, untuk memberikan rasa.
  • Setelah adonan menyatu, tambahkan kuning telur dan 3 sendok tepung terigu, mengapa saya pakai tepung terigu, karena lebih sehat dan tidak beresiko daripada tepung kanji.
  • Setelah adonan menyatu, goreng satu persatu adonan dengan menggunakan 2 sendok. Goreng setengah matang.
  • Setelah semua adonan digoreng siapkan kuahnya, Rajang bawang prei dan seledri, siapkan air panas di pan penggorengan atau panci, apabila sudah mendidih masukkan bawang prei  dan seledri, tambahkan sedikit merica dan garam.
  • Masukkan pentol  goreng tadi kedalam kuah yang mendidih, tunggu 5 menit, maka masakan bakso Ala bunda sudah selesai dan siap disajikan
  • Mudah kan bunda memasak bakso? Besok akan saya bagi resep bakso udang dan ikan patin
^_^
Semoga dengan kita selalu berkreasi di dapur,  kita bisa menyajikan beragam masakan yang tentunya memiliki taste tersendiri dan menyehatkan

Fakta :
  • Selain mengandung protein dan lemak, daging sapi pun mengandung vitamin dan mineral dalam kadar yang cukup tinggi, di antaranya vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), zat besi, dan kalsium. Tiamin dan riboflavin sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu proses metabolisme sebagai ko-enzim dalam pembentukan energy.
  • Wortel kaya beta-karoten. Zat itu di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A, zat gizi yang sangat penting untuk fungsi retina. Selain berperan sebagai provitamin A, beta-karoten dipercaya sebagai pelindung terhadap kanker karena ia merupakan antioksidan. 
Lihatlah bunda… kandungan gizinya… akankah kita membiarkan anak2 belanja bakso diluaran yang tidak diketahui nilai gizinya… atau kita buatkan bakso ala bunda yang sudah terlihat nilai gizinya?     Selamat mencoba

Adonan Pentol
Pentolnya digoreng dulu
DImasukkan kuah agar matang luar dalam
Dimakan... hmmm nyammy...

Resep Sayur Merah Kuning Hijau dan Udang Manis


Resep Sayur Merah Kuning Hijau
Ingredient:
  • Bayam satu ikat
  • Jagung 3 batang
  • Cabe merah besar atau kalau ada Paprika pakai paprika warna merah
  • Bawang Merah 3 siung potong kasar
  • Bawang Putih 2 siung potong kasar
  • Temu kunci ½ umbi potong kasar
  • Garam dan gula secukupnya
  • Air putih secukupnya
Segarnya... hmmm enaknya...
equipment :
how to cook :
  • Panaskan air di dalam panci, setelah mendidih masukkan temu kunci, bawang merah, bawang putih tunggu hingga harum,
  • Setelah tercium harum rempah masukkan terlebih dahulu  jagungnya. Masak  15 menit.
  • Setelah jagung matang, masukkan daun bayam yang sudah dipotong aduk sebentar agar merata matangnya, masak selama 6 menit.
  • Setelah itu sajikan. Selamat mencoba
Catatan : Jagung mempunyai kandungan karbohidrat yang lebih rendah, namum mempunyai kandungan protein yang lebih banyak. Sedangkan Bayam Dapat meningkatkan kerja ginjal.

Resep Udang Manis
Ingredient:
  • Udang Satu pak isi 300 gram kupas
  • Telur 1 butir
  • Tepung terigu 3 sendok makan
  • Garam dan Gula secukupnya.
  • Bawang merah dan bawang putih dicincang halus atau di ulek.
  • Air secukupnya
  • Minyak sayur  secukupnya untuk fry
equipment :
how to cook :
  1. Kupas udang, cuci hingga bersih,
  2. Siapkan adonan bumbu, masukkan telur, tepung, bawang merah dan bawang putih yang dicincang halus, garam dan gula.air secukupnya. Hingga menjadi adonan bumbu yang kental.
  3. Masukkan udang ke dalam adonan. Aduk sampai merata.
  4. Panaskan minyak goreng dalam pan, setelah panas, ambil adonan udang dengan sendok makan, lalu goreng hingga matang keemasan.
  5. Setelah matang, sajikan bersama Sayur Merah Kuning Hijau dan Nasi Pandan yang hangat. Selamat mencoba bunda

Catatan : Udang adalah sumber utama zat gizi mineral seperti zat gizi besi (Fe), iodium (I), seng (Zn), selenium (Se)
, kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), flour (F), dan lain-lain.Keunikan mineral seafood adalah lebih mudah diserap tubuh 
dibandingkan denganmakanan yang berasal dari serealia dan kacang-kacangan.

Bunda lihat berapa manfaat dan gizi yang kita dapatkan dalam masakkan ini… ayo kita hidup sehat… selamat mencoba


Resep Telur Santan Rempah


makan yuk...
Ingredient:
  • Telur Puyuh sepak – isi 20 telur
  • Santan 1 sachet
  • Tempe satu batang besar potong dadu
  • Kacang Panjang  8 lonjor potong panjang
  • Garam Gula secukupnya
  • Lombok merah potong serong
  • Kencur  ½ umbi potong kecil
  • Daun jeruk 2 lembar sayat-sayat
  • Serai 1 batang belah, potong memanjang
  • Bawang merah 5 Siung potong kecil
  • Bawang putih 3 Siung potong kecil
  • Minyak secukupnya
  • Air 1 gelas belimbing
equipment :
-          Kompor Listrik
-          Pan Anti Lengket
-          Panci kecil
-          Mangkok saji

how to cook :
  • Masak Telur dengan air, hingga masak, setelah 20 menit, buang air, lalu tunggu sebentar dan kupas telur,
  • Siapkan pan penggorengan, panaskan minyak terlebih dahulu, setelah dirasa cukup masukkan bawang merah, bawang putih, kencur, serai, daun jeruk, lombok merah  tumis hingga harum, setelah harum tambahkan air putih setengah gelas belimbing , garam, gula dan 1 sachet santan
  • Tambahkan kacang panjang dan tempe, aduk aduk, lalu biarkan sampai 5 menit,
  • Setelah 5 menit tambahkan telur puyuh, masak selama 10 menit.
  • sudah matang...
  • Sajikan bersama nasi hangat pandan.
Catatan: Telur puyuh memiliki nutrisi yang cukup, Kadar protein telur puyuh cukup baik, dengan kadar lemak yang rendah. Sehingga jika mengonsumsi telur puyuh, dapat tercukupi kebutuhan protein dan karbohidrat kita, tetapi tidak takut kolesterol naik. Jadi, bisa untuk diet kolesterol juga.  
Sedangkan Kacang panjang merupakan sumber protein yang baik, vitamin A, thiamin, riboflavin, besi, fosfor, dan kalium, dan sumber yang sangat baik untuk vitamin C, folat, magnesium, dan mangan.
Resep yang penuh gizi kan bunda…. Silahkan mencoba bunda...

Kreasi by Ayuna okrek.com


Resep Ayam Goreng Inggris

Ingredient:
-          Dada Ayam  potong jadi 6 bagian
-          Serai potong bagian siungnya. Lalu potong membelah
-          Kecap secukupnya
-          Kecap inggris secukupnya
-          Bawang Putih 3 siung keprek
-          Kencur 1 umbi potong kecil-kecil
-          Air secukupnya
-          Air jeruk nipis
-          Tepung terigu secukupnya
-          Minyak sayur secukupnya
-          Garam secukupnya
equipment :
-          Kompor Listrik
-          Pan Anti Lengket
-          Garpu
-          Mangkok
-          Piring saji
how to cook :
-          Potong dada ayam menjadi 6 bagian, setelah itu cuci sampai tidak ada darah yang menempel
-          Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, kecap, bawang putih yang sudah di keprek, serai dan kencur, lalu balutkan rempah-rempah ke dada ayam yang sudah dipotong. Tusuk-tusuk daging ayam dengan garpu, agar rempah bisa meresap ke dagingnya
-          Tunggu hingga 1 jam,
-          Lalu persiapkan untuk menggoreng, siapkan piring dengan tepung terigu, sebelum digoreng balut ayam rempah dengan tepung terigu, lalu goreng.
-          Dalam menggoreng memang hasil gorengan ayamnya agak kecoklatan seperti gosong, tapi jangan khawatir bunda, hasilnya coklat karena dirempah tadi terdapat kecap, yang membuatnya jadi coklat
-          Setelah matang, sajikan. Selamat mencoba

Catatan : Memilih Ayam harus sangat teliti bunda, pilihlah ayam yang segar, atau yang masih hidup dan disembelih sendiri dirumah, kalau ada ayam potongan yang berwarna biru, agak kehijauan, terlalu kuning, jangan dibeli bunda… itu ayamnya tidak sehat dan tidak menyehatkan, dan perhatikan kulit ayam, kalau keset itu masih bagus, kalau berlendir, mending jangan dibeli. Ok bunda? Selamat mencoba.

kreasi by Ayuna

Ayam Goreng Inggris

Resep Tumis Rempah Jamur


Ingredient:
- Wortel 2 Buah potong tipis 1/2 centi
- Jamur Tiram 200 gram potong dadu
- Buncis 200 gram potong panjang
- Serai satu batang potong kecil-kecil
- Bawang merah 3 Siung, potong halus
- Bawang putih 2 Siung, potong halus
- Kencur 1/2 biji
- Daun Jeruk purut 2 lembar, sayat daun jeruk dengan pisau agar aromanya keluar
- Minyak sayur secukupnya
- Cabai secukupnya
- Garam dan gula secukupnya

- Kompor Listrik
- Pan anti lengket
- Mangkuk Saji
- Sendok penggorengan

how to cook :
-          Panaskan Pan Anti lengket
-          Setelah panas, masukkan minyak , tunggu sampai meletik-letik, tumis bawang merah, bawang putih , serai, kencur, dan cabai hingga harum, jangan terlalu lama menumis  karena aroma yang ada dirempahnya akan berkurang dan tidak meresap kedalam sayur, apabila sudah harum beri air setengah gelas belimbing,  garam dan gula secukupnya,  masukkan wortel  terlebih dahulu karna matangnya lama daripada jamur dan buncis.
-          Setelah 5 menit tumis lagi, lalu masukkan jamur tiram,  dan daun jeruk purut diatas masakan, tambahkan setengah gelas air apabila tumisan terlihat kering, tunggu 5 menit, biarkan jamur tiram dan wortel matang merata,
-          Setelah 5 menit, tumis, lalu masukkan Buncis, dan sedikit air, dan tunggu 5 menit,
-          Setelah lima menit angkat, pindahkan ke mangkuk saji, dan sajikan


Catatan : Tumis rempah jamur ini, sangat mudah dibuat dan ekonomis, wortel dapat menambah vitamin A untuk mata, protein dalam jamur dapat mendukung pertumbuhan anak-anak, dan buncis akan menambah energi bunda. Lauknya yang mendampingi cukup tempe goreng gurih. Memilih tempe sekarang harus lebih hati-hati bunda. Pilihlah tempe yang tidak berwarna, berbau kedelai, dan tidak busuk.

kreasi by Ayuna

Penerangan Buatan

Penerangan yang terjadi akibat sumber cahaya yang dibuat oleh manusia, misalnya lilin, lampu, obor dll. Untuk mendapatkan terang cahaya yang memadai dalam suatu ruang kegiatan, harus dipertimbangkan
iluminasi (kuat penerangan), sudut penyinaran lampu, jenis dan jarak penempatan lampu yang diperlukan sesuai dengan kegiatan yang ada dalam suatu ruangan.
Peranan lampu dalam perancangan ruang dalam:
-Lampu jika diatur dengan baik akan menimbulkan suasana atau efek cahaya khusus, dengan memberikan tekanan (tone) pada warna ruang dan memancing emosi seseorang yang tinggal di dalam ruang tersebut.
-Lampu memberikan kesan psikologis, contohnya:
-Lampu tungsten, TL dan florescent yang berwarna putih terang memberi kesan sejuk dan dingin.
-Lampu yang mengakibatkan warna ruang menjadi kemerahan dapat menimbulkan kesan ruang menjadi panas dan merangsang emosi seseorang yang berada didalamnya.
-Cahaya lampu yang berwarna kuning redup dapat menjadikan kesan intim dan romantis. Warna lampu kebiru-biruan, hijau, lembayung, dapat memberikan kesan dingin atau sejuk bahkan misterius.
-Lampu pijar, halogen dan mercury yang sinarnya berwarna kuning keemasan menimbulkan kesan hangat, akrab dan intim pada suatu ruang dalam.
-Lampu dapat memperkuat arah pandangan pada suatu ruang.
-
Dalam suatu ruang pameran atau display seperti galeri, museum, butik, dan toko perhiasan lebih mementingkan penerangan pada benda-benda yang dipamerkan daripada ruang keseluruhan, sehingga digunakan jenis lampu spot light, down light, yang sorotnya lebih terfokus. Namun dalam ruang kantor memerlukan pencahayaan yang merata dan cukup terang sehingga tidak membuat mata menjadi cepat lelah.
Menurut daerah yang diterangi, penerangan buatan dibedakan menjadi dua:
-Penerangan umum atau merata
Penerangan yang memerangi seluruh ruangan secara merata (general lighting), biasanya digunakan untuk ruangan umum dan tidak memerlukan ketelitian. Dalam perkantoran digunakan seperti pada ruang tunggu, ruang servis, ruang penyimpanan dan ruang kerja secara umum.
-Penerangan setempat
Penerangan yang hanya menyorot tempat tertentu saja (spot lighting), biasanya digunakan untuk tempat kerja yang memerlukan ketelitian kerja seperti pada meja gambar dan di ruang laboratorium, atau suatu tempat tertentu yang menarik dan sengaja ditonjolkan sebagai pusat perhatian seperti pada ruang pamer atau tempat menyimpan contoh hasil jadi yang dipamerkan.
Lampu penerangan ruang dalam berdasarkan cara pemberian cahayanya dibedakan menjadi penerangan langsung, penerangan tidak langsung, penerangan setengah langsung, dan penerangan setengah tidak langsung
Lampu penerangan ruangan berdasarkan bola lampunya dibedakan menjadi, lampu pijar, yakni lampu yang kawat pijarnya terlihat nyalanya dari luar kaca, dan lampu difus, yakni lampu yang kawat/gas pijarnya tidak kelihatan nyalanya dari luar kaca buram.
Berdasarkan cara pemasangannya, lampu penerangan dibedakan menjadi: lampu duduk, biasanya diletakkan diatas meja atau lantai (berdiri); lampu tempel, menempel di dinding, di tiang, di langit-langit; lampu gantung, di pasang di plafond; dan lampu tanam, yakni lampu yang dimasukkan ke dalam plafon, dinding, dan lain-lain.

..... Selengkapnya - FILOSOFI : PERANCANGAN PERKANTORAN PADA ASPEK ARSITEKTUR

Pengikut

OK Rek