Pengerjaan Praktek Tata Panggung

Pengerjaan Praktek Tata Panggung

Tahap terakhir dari kerja tata panggung adalah pengerjaan atau aplikasi desain. Untuk memulai kerja, seorang penata panggung harus mengetahui jenis dan sifat bahan yang akan digunakan. Karena tata panggung hanyalah seni ilusi yang menyajikan perwakilan gambaran kenyataan maka bahan yang digunakanpun tidak seperti bahan untuk membuat bangunan sesungguhnya. Meskipun beberapa bahan bangunan nyata dapat digunakan tetapi pengaplikasiannya berbeda.

Bahan tata panggung biasanya terdiri dari;
= Bahan dari logam seperti; kawat dan plat aluminium tipis
= Bahan dari kayu
= Bahan dari busa atau spon
= Bahan dari kertas
= Berbagai macam lem
= Bahan pewarna seperti; cat tembok, cat poster, cat minyak, akrilik dan lain sebagainya.

Masing-masing bahan di atas memiliki karakter sendiri-sendiri. Bahan dari kertas sangat fleksibel untuk membuat bentuk apapun tetapi juga sangat rapuh. Bahan dari logam terutama kawat memiliki fungsi yang lumayan banyak, selain sebagai pengikat bisa juga digunakan untuk membuat hiasan-hiasan tertentu. Bahan dari kayu juga dapat dibuat menjadi berbagai macam bentuk dan memiliki kualitas yang baik tetapi harganya juga mahal. Bahan dari busa atau spon sangat efektif digunakan untuk membuat hiasan-hiasan dinding. Masing-masing bahan tersebut juga memiliki efek yang berbeda terhadap cat. Bahan dari logam tidak bisa diberi warna dengan cat yang berbasis air harus cat minyak.
Setelah mengenal dengan baik bahan dan karakter bahan kerja
selanjutnya adalah menggunakan alat yang tepat sesuai dengan bahan yang tersedia. Beberapa peralatan tata panggung:
o Gunting Kertas
o Gunting Plat
o Peralatan pertukangan
o Alat Ukur
o Alat mengecat
o Las listrik

Mengenal karakter alat juga sangat dibutuhkan. Gunting kertas berbeda dengan gunting plat aluminium. Gergaji potong berbeda dengan gergaji belah. Paku memiliki berbagai macam ukuran demikian juga dengan palu besinya. Kuas juga terdiri dari beberapa jenis dan ukuran. Dengan mengetahui bahan dan peralatan yang digunakan, seorang penata panggung semakin mudah dalam mewujudkan desain tata panggung.

Tata panggung pada dasarnya dapat dibuat dengan dua bentuk.
Pertama adalah bentuk permanen dan yang kedua adalah bentuk bongkar pasang. Tata panggung permanen artinya hanya dapat digunakan sekali dalam satu pementasan di satu panggung. Dengan sifatnya yang seperti ini maka proses pengerjaan bisa dilangsungkan di atas panggung, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk berada di atas panggung lebih lama. Tata panggung permanen biasanya dilakukan pada panggung yang tidak memiliki jadwal pementasan yang banyak dan tetap, misalnya panggung di sekolah atau kelompok teater tertentu.
Tata panggung bongkar pasang adalah tata panggung yang dapat digunakan kembali pada saat yang lain. Teknik pengerjaan harus teliti karena bagian-bagiannya bisa dibongkar untuk kemudian dipasangkan kembali. Teknik ini membutuhkan kerja perancangan yang bagus dan proses yang lenbih lama. Kelebihannya adalah proses bisa dilakukan di studio dan hasilnya bisa digunakan berkali-kali.

Selengkapnya tentang TATA PANGGUNG untuk Pementasan / Teater

LAPORAN PRAKTIKUM: “MENGAMATI ADANYA GEJALA BAKTERI yang ada dalam Susu”

LAPORAN PRAKTIKUM: “MENGAMATI ADANYA GEJALA BAKTERI yang ada dalam Susu”

Tujuan :
>   Mengamati adanya gejala bakteri yang terdapat dalam susu

Teori :
Bakteri yang terdapat dalam susu formula dan bubur bayi adalah Enterobacteri sakazakii (E. akazakii), yang di temuka oleh para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB). Berdasarkan hasil penelitian 74 sampel susu formula, 13.5 % di antarnya mengandung bakteri berbahaya tersebut.
Akibatnya, dapat membuat manusia mengalami gejala keracunan karena telah terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Bakteri dapat tumbuh dengan baik dalamnya karena terdapat komponen biokimia yang juga di perlukan oleh bakteri untuk tumbuh dan berkembang.
Selain E. sakazakii, bakteri lain yang sering mengkontaminasi susu formula adalah Clostridium botulinu, Citrobacter freundii, Leuconostoc mesenteroides Escherichia coli Salmonella agona, Salmonella anatum, Salmonella bredeney, Salmonella ealing, Salmonella Virchow, Serratia marcescens, Salmonella isangi dan berbagai jenis salmonella lainnya

Sejarah Enterobacter sakazakii :
E. sakazakii pertamakali ditemukan pada tahun 1958 pada 78 kasus bayi dengan infeksi meningitis. E. sakazakii adalah suatu kuman jenis gram negatif dari family enterobacteriaceae. Organisma ini dikenal sebagai “yellow pigmented Enterobacter cloacae”.
Pada tahun 1980, bakteri diperkenalkan sebagai jenis yang baru berdasarkan perbedaan analisa hibridasi DNA, reaksi biokimia dan uji kepekaan terhadap antibiotika. Disebutkan dengan hibridasi DNA menunjukkan E sakazakii 53~54% dikaitkan dengan 2 spesies yang berbeda genus yaitu Enterobacter dan Citrobacter.Hasil yang didapatkan adalah klasifikasi alternative dengan temuan genus baru yaotu Cronobacter yang terdiri dari 5 spesies. Pada penelitian terakhir kemampuan 12 jenis strain E. sakazakii untuk bertahan hidup pada suhi 58 C dalam proses pemanasan rehidrasi susu formula.
Meskipun infeksi karena bakteri ini sangat jarang, tetapi dapat mengakibatkan penyakit yang sangat berbahaya sampai dapat mengancam jiwa, di antaranya adalah :…..
Selengkapnya - LAPORAN PRAKTIKUM: “MENGAMATI ADANYA GEJALA BAKTERI yang ada dalam Susu”

Istilah dalam bidang kuliner - Masakan

R
Ready plate : siap diracik dipiring
Robert sauce : merupakan turunan saus demiglace yang ditambah dengan bawang Bombay, anggur putih, mustard, merica dan cuka
Rolled : Potongan tipis dan digulung pada proses membuat Rolled Beef
Rosemary : Dipakai untuk membumbui pada waktu membuat Roast dari Beef, poultry
Roux : Kombinasi flour (terigu) dan butter sebagai pengental soup atau sauce. Bila prosesnya dengan panas disebut Roux. Jika dingin istilahnya burre manie
Rub : Mengoleskan sesuatu bahan ke atas permukaan hidangan agar memperoleh warna mengkilat

S
Salad : Hidangan yang berasal dari bahan makanan yang segar dengan sauce yang berasa asam
Salad dressing : Saus yang mendampingi hidangan salad
Salamander : Oven dengan menggunakan api atas untuk memberi warna coklat pada permukaan hidangan
Sasaran pemasaran : gambaran keinginan perusahaan di masa depan. Sasaran pemasaran dapat dibuat jangka pendek atau jangka panjang.
Sauce : Caian semi liquid yang digunakan sebagai pengaroma, pada hidangan
Saucier : Jenis-jenis saus panas seperti White Sauce, Butter sauce, Brown sauce
Saute : Menumis dengan minyak panas sedikit dengan cara diaduk
Scale : Timbangan
Scrambled : Teknik memasak bahan makanan dengan cara duaduk-aduk acak, seperti scrambled egg
Season : Memberi bumbu pada hidangan
Segmentasai pasar : pengelompokan pembeli potensial didasarkan pada kebutuhan atau keinginan serupa, dengan harapan bahwa anggota kelompok itu akan memberikan respon sama terhadap kegiatan pemasaran yang akan kita lakukan.
Sesame Seed : Biji wijen
Shallot : Bawang merah
Shallow Fying : Menggoreng daging, ikan dan unggas dengan menggunakan minyak sedikit
Shred : Memarut
Side stand : Meja Persediaan
Sideboard : Meja persediaan
Sieve : Menghaluskan dengan saringan
Siklus Hidup Produk : tahapan hidup suatu produk dalam pasar yang didasarkan pada ciri-ciri yang terjadi pada produk, yang meliputi tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan penurunan  
Simmer : Proses memasak dengan cara
menurunkan suhu masakan yang telah mendidih hingga 85o-96oC
Sistem pemasaran : satu kesatuan terpadu yang terdiri dari berbagai macam unsur yang saling berhubungan, saling tergantung dan saling mempengaruhi dalam bidang pertukaran.
Skewer : Tusuk sate dari bamboo atau logam
Skim : Mengangkat kotoran lemak atau minyak pada sop dan stock
Slice : Potongan bahan makanan berbentuk tipis lurus dan rata
Slurry : Adonan yang tingkat kekentalannya encer
Smoke : Teknik pengawetan daging dan ikan dengan cara pengasapan
Soup : Hidangan yang berupa cairan yang tinggi akan nutrisi
Soup Spoon : Sendok soup
Spice : Bumbu
Spinach : Bayam
Spoon : sendok
Sprinkle : Memberi taburan pada bahan makanan seperti : bubuk coklat, chopped celery, keju parut, dll

Squeeze : Teknik memeras pada buah-buahan.
Standing buffet : Tamu menikmati hidangan secara berdiri
Steam : Memasak dengan menggunakan uap panas (mengukus)
Stew : Prosedur memasak dengan menggunakan cairan (kaldu/sauce) dengan pebandingan sama dengan bahan utama contoh Brown Lamb Stew, stewed Coco.
Stock : Kaldu yang berupa cairan dari hasil perebusan tulang atau dagimg, sayuran dan tanpa bahan pengental
Strain : Menyaing dengan menggunakan Conical Strainer dan tammy cloth. Contoh : Clear soup maupun thick soup, puree,
Strategi pemasaran : pengintegrasian dan koordinasi keseluruhan sumberdaya-sumberdaya internal untuk memperoleh keunggulan bersaing dalam lingkungan yang berubah, dalam rangka mencapai tujuan organisasi/perusahaan
String Beans : Buncis
Sunny side up : Telur mata sapi
Supreme Sauce : Saus dasar veloute sauce ditambah
cream dan butter, serta lemon juice

T

Tabasco : Saus yang berasa asam dan pedas terbuat dari cabai, lada diasinkan dalam cuka dan gaam
Table Accessories : Hiasan meja
Table cloth : Penataan meja
Table D’Hote : Menu fix atau set menu
Table number : nomor meja
Table set up : Penataan Meja
Table setting : Penataan meja
Tablieren : Alur kerja dalam pembuatan glazuur dari gula
Taco : Tortilla dengan saus dari lada, cabai, kacang hitam, atau alpukat, dengan bawang
Tafia : Rhum
Taleggio : Keju Italia, warna putih , tekstur lembut

Tamarind : Asam
Tapioca : Pati yang terbuat dari ubi kayu
Taragon : Bumbu dari daun yang bearoma tajam
digunakan dalam keadaan kering atau segar
Taro : Talas
Tartare Sauce : Saus yang terbuat dari mayonnaise dan kuning telur rebus dan dihaluskan, Chopped onion dan chive
Tartlet : Mangkuk kue yang diisi dengan cream, buah
T-Bone Steak : Bagian daging yang terdapat tulang berbentuk T
Thick Soup : Sop kental Seperti Puree, atau cream soup
Thousand island : Saus yang terbuat dari mayonnaise, tomat, chopped gherkin, paprika, onion, celery.
Thyme : Bumbu yang berupa daun hijau kebiruian, bentuknya kecil dan sangat beraroma digunakan dalam bentuk segar maupun kering
Tilting pan : Alat untuk memasak dengan menggunakan energi listrik atau gas
Toast : Roti panggang
Tofu : Tahu
Tomatto Councasse : Teknik mengolah tomat dengan cara diblanching lalu dikupas dan terakhir dipotong brunoise
Tomatto Ketchup : Saus tomat
Tomatto paste : Pasta tomat
Topping : Proses meletakkan bahan makanan diatas hidangan contoh, papika, onion, cerry, cream, keju parut.
Toss : Mengaduk dengan cara mengangkatbahan makanan secara ringan Contoh mengaduk salad
Tournant : Pengganti juru masak untuk semua bagian di dapur
Tournieren : Potongan sayuran berbentuk buah zaitun
Tranche : Potongan dai daging dengan teknik direbus
Tray : Baki

Trimming : Sisa hasil potongan sayuan yang tidak terpakai lagi
Turmeric : Termasuk dalam keluarga umbi akar yang bewarna kuning (Kunyit)
Turnips : Lobak

U
Umstechen : Menusuk daging
Underliner : Alas atau dasar hidangan dengan menggunakan sayuran berupa daun.
Unmould : Teknik memasak untuk melepaskan cake, jelly, ice cream dari cetakan
Untergieben : Menambahkan sedikit cairan kedalam daging yang dikukus
Uperization : Susu yang mengalami proses sterilisasi pada temperature 140-150oC

V

Vacherin : Hidangan penutup dingin dari meringue atau pasta almond diisi dengan es ceam atau whipped cream (Bake alaska)
Valle d’Augre : Hidanan dari Normandy berupa daging ayam yang dicoklatkan
Valois : Garnish untuk hidangan berupa unggas dan potongan daging
Vandyke : Garnish berupa tomat, lemaon, atau jeruk dengan potongan zig-zag
Vanner : Teknik menurunkan suhu ala Prancis yaitu mengaduk dengan whisk cream panas, sauce atau keduanya hingga dingin agar lembut dan mencegah terbentuknya permukaan kulit
Variegate : Teknik mencampur dua atau lebih bahan pangan yang berbeda rasa, warna atau bentuk.
Veal : Daging anak sapi muda
Veine : Potongan daging sapi pada bagain leher dan pada bagian berlemak

W

Waiter : pelayan
Water goblet : gelas berkaki untuk air putih
Waxy Maize : Jenis tepung yang digunakan untuk membuat saus yang didinginkan

Whip : Mengocok dengan kecepatan tinggi

Whisk : Mengocok adonan cair dengan menggunskan aslst berupa ballon whisk

White Roux : Teknik dasar untuk membuat saus, sop kental, dan roghout dari bahan tepung dan mentega dimasak sampai tidak berbau tepung dengan api kecil sehingga berwarna putih

White Sauce : Saus putih terbuat dari tepung, cairan (kaldu, susu) dan mentega seperti Bechamel sauce dan Veloute sauce

White wash : Campuran encer antara tepung dan air dingin untuk mengentalkan saus, sop dengan cara dituangkan dalam bahan cair panas

Wine Vinegar : Cuka yang berbahan dasar dai buah anggur

Worcertershire Sc : Bumbu yang berupa saus dari bahan cuka, tetes tebu, gula, shallot, garlic, asam jawa, sari ikan hering dan daging.

Word of mouth promotion : promosi yang dilakukan oleh konsumen dari mulut ke mulut tentang suatu produk

Y

Yoghurt : Susu yang telah diasamkan dengan melalui proses fermentasi

Selengkapnya tentang Istilah dalam bidang kuliner - Masakan

Marmer Pudding (Hidangan Penutup)

Nama bahan dan  Ukuran + Keterangan
Agar-agar    1 bks   
Susu    750 cc   
Gula pasir    150 g   
Kuning telur    1 btr    Kocok
Coklat pasta    10 cc   
Chocolate sauce       
~ Susu    250 cc   
~ Gula pasir    100 g   
~ Kuning Telur    1 btr   
~ Coklat bubuk    5 g   

Cara Membuat :
1. Rebus susu, agar-agar, gula pasir sampai mendidih.
2. Letakkan kuning telur dalam wadah kacau sebentar, masukkan 1 sendok sayur adonan agar-agar kedalam kuning telur aduk rata, masukkan kembali kedalam adonan agar-agar aduk-aduk sampai rata, angkat.
3. Ambil 2 sendok sayur adonan agar-agar campur dengan coklat pasta, aduk
4. masukkan adonan berwarna putih dalam loyang ½ bagian beri adonan agar-agar warna coklat, tuang sisa adonan putih, terakhir adonan warna coklat aduk-aduk puding agar menyerupai marmer.
5. Chocolate sauce
o Rebus semua bahan kecuali kuning telur sampai mendidih.
o Prosedur pencampuran kuning telur sama dengan pembuatan agar-agar diatas
6. Saran penyajian : Pudding dapat dicetak dalam cetakan single portion dan dihidangkan dalam compote bowl atau dessert plate dan dilengkapi dengan saus coklat serta dihias dengan cerry atau strawberry atau coklat dekor.


Selengkapnya tentang Hidangan Penutup (Dessert)

Soto Padang (Sumatra Barat) - Resep dasar kaldu (stock)

Nama Bahan dan Ukuran + Keterangan
Daging paha sapi    1000 gr   
Bawang putih    3 siung   
Ketumbar bubuk    1 sdm   
Garam    4½ sdt   
Gula pasir    3½ sdt   
Air    3.500 ml   
Daun salam    3 lembar   
Daun jeruk    8 lembar   
Kapulaga    4 butir   
Cengkeh    4 butir   
Pala bubuk    1½ sdt   
Serai    6 btg    Dimemarkan
Minyak goreng    2 sdm    Untuk menumis
Bumbu halus:       
Cabe merah    2 buah   
Bawang merah    200 gr   
Bawang putih    16 siung   
Jahe    5 cm   
Kunyit    6 cm   
Lengkuas    3 cm   
Merica    ½ sdt   
Pelengkap:       
Soun    50 gr    Diseduh
Daun bawang    1 btg    Diiris halus
Perkedel kentang    6 buah   
Seledri    1 btg    Diiris halus
Tomat    1 buah    Diris-iris
Krupuk    6 buah   
Jeruk nipis    2 buah    Diiris-iris

Cara membuat:
1. rebus daging, bawang putih, ketumbar bubuk, garam dan air sampai matang. Angkat daging potong kotak. Saring 2,000 ml air kaldunya dan didihkan. Bagi daging menjadi dua.
2. Satu bagian daging dimasukkan daalam rebusan kaldu, satu bagian diiris tipis dan digoreng kering.
3. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk, kapulaga, pekak, cengkeh, pala bubuk dan serai sampai harum. Tuang ke rebusan daging dan masak hingga matang.
4. Sajikan soto dengan pelengkap dan daging goreng.

Tip: Untuk membuat daging goreng, sebelum digoreng memarkan daging agar lebih tipis sehingga hasilnya bisa renyah.


Selengkapnya tentang SUP

Tata panggung dapat menggambarkan periode sejarah lakon

Periode Sejarah Lakon

Tata panggung juga dapat memberikan gambaran periode sejarah lakon yang sedang dimainkan. Penata panggung perlu mempelajari atau mengadakan penelitian sejarah berdasar lakon yang akan dimainkan. Penelitian ini untuk mendapatkan gambaran selengkapnya tentang bentuk arsitektur, perabot rumah tangga, peralatan, dan segala keperluan yang dibutuhkan lakon untuk ditampilkan di atas pentas. Penelitian ini sangat penting karena gaya bangunan, furnitur, dan tata peletakannya sangat berbeda dari zaman ke zaman.

http://tenda.ok-rek.com/2014/12/daftar-harga-baru-sewa-alat-pesta-terop.html


Meskipun penelitian sejarah sangat penting tetapi penata panggung tidak bisa meniru secara total setiap detil gaya arsitektur satu zaman tertentu. Peniruan total menandakan tidak adanya kreatifitas artsitik. Yang perlu ditangkap dan dipelajari adalah motif secara umum dan ciri-ciri khusus yang digunakan pada zaman itu. Melalui proses kreatif, ciri dan motif ini diwujudkan dalam bentuk baru yang dapat memberikan gambaran periode sejarah lakon kepada penonton. Tata panggung berbeda dengan reproduksi. Tata panggung adalah kreasi artistik yang mencerminkan esensi sebuah periode sejarah tertentu beserta lingkungannya untuk mempertegas suasana dan semangat lakon yang ditampilkan.

Selengkapnya tentang Fungsi Tata Panggung (dalam teater)

Blus Kasua - Batik Khas Indonesia cocok untuk seragam

Blus Kasua - Batik Khas Indonesia cocok untuk seragam


Blus Kasua
Rp 150.000

Oh ya, model ini juga bisa dipesan dengan model abaya atau longdress. Tetap cocok untuk acara resmi maupun santai. Bisa juga dibuat sarimbit atau couple dengan pasangan Anda.
 
 Bahan Katun Bafec, dan Kain Primisima Batik

 Pemesanan sms / wa ke 085607417153

Blus batik Kasua berbahan katun dan primisima, dengan hiasan benang perak yang membuat penampilan anda semakin cantik. Blus ini bisa dipesan berbagai ukuran, mulai ukuran S sampai Bigsize. Ingin memesannya sebagai seragam juga bisa, pembelian lebih dari 20pcs akan mendapatkan diskon special dari kami

Pengikut

OK Rek