Matematika SD- Operasi Perkalian Bilangan Bulat dan Latihan Soal dari Bank Soal untuk latihan menghadapi Ujian Nasional


Jawab perkalian di bawah ini di luar kepala.
6 x 7 = . . . . 9 x 7 = . . . . 6 x 6 = . . . .
7 x 8 = . . . . 8 x 8 = . . . . 9 x 5 = . . . .
8 x 9 = . . . . 7 x 7 = . . . . 5 x 6 = . . . .
9 x 9 = . . . . 6 x 9 = . . . . 7 x 5 = . . . .
5 x 9 = . . . . 6 x 8 = . . . . 4 x 9 = . . . .

Bagaimana perkalian bilangan bulat? Untuk mengetahuinya, perhatikan contoh berikut.
1. 2 x 3 = 6         Perkalian terdiri atas dua faktor.
1 x 3 = 3            Faktor pertama pada setiap perkalian
0 x 3 = 0            berkurang 1 dari faktor sebelumnya.
-1 x 3 = -3        Faktor kedua tetap.
-2 x 3 = -6
-1 x 3 = 3 x (-1) (sifat pertukaran pada perkalian)

Hasil kali bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, atau sebaliknya adalah bilangan bulat negatif.
3 x (-1) = -3
3 x (-2) = -6
3 x (-3) = -9
3 x (-4) = -12

Faktor pertama pada perkalian itu tetap.
Faktor kedua pada setiap perkalian berkurang 1 dari faktor sebelumnya.
-4 x 2 = -8
-4 x 1 = -4
-4 x 0 = 0
-4 x (-1) = 4
-4 x (-2) = 8

Faktor pertama pada perkalian itu tetap.
Faktor kedua pada setiap perkalian berkurang 1 dari faktor sebelumnya.
(-4) x (-2) = (-2) x (-4) (sifat pertukaran pada perkalian).
(-1) x (-4) = 4
(-2) x (-4) = 8
(-3) x (-4) = 12
(-4) x (-4) = 16
Hasil kali bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, atau sebaliknya adalah bilangan bulat negatif.
Hasil kali bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif.

Perhatikan pula contoh di bawah ini.
5 x 2 = 10 2 x 5 = 10 2 x (-5) = -10
5 x 1 = 5 1 x 5 = 5 1 x (-5) = -5
5 x 0 = 0 0 x 5 = 0 0 x (-5) = 0
5 x (-1) = -5 -1 x 5 = -5 -1 x (-5) = 5
5 x (-2) = -10 -2 x 5 = -10 -2 x (-5) = 10

Mari kita buat kesimpulannya.
1. Bilangan bulat positif x bilangan bulat positif = bilangan bulat positif.
2. Bilangan bulat positif x bilangan bulat negatif =bilangan bulat negatif.
3. Bilangan bulat negatif x bilangan bulat positif =bilangan bulat negatif.
4. Bilangan bulat negatif x bilangan bulat negatif=bilangan bulat positif.
+ x + = +                                         – x + = –
+ x – = –                                         – x – = +


Contoh Soal yang lain, bisa dilihat di Bank Soal/Contoh Soal
________________

: Ujian Nasional (UN), Momentum Peningkatan Mutu Pendidikan

Batik Tulis Serat Kayu BS05Hasil ujian nasional yang baru beberapa bulan lalu diumumkan menunjukan adanya variasi persentase kelulusan antarsekolah, kabupaten/kota, bahkan provinsi. Ada kabupaten/kota yang lulusannya masih relatif lebih rendah daripada kabupaten/kota. Masalah ujian nasional itu pada dasarnya menjadi domain pedagogis. Maknanya UN adalah bentuk pertanggungjawaban setiap peserta didik yang telah mengikuti kegiatan belajar-mengajar selama periode tertentu. Untuk peserta didik SD periode tertentu tersebut adalah enam tahun dan untuk SMP dan SMA/SMK periode tertentu tersebut adalah tiga tahun. 
Merupakan suatu hal yang wajar jika ada yang tidak lulus ketika mengikuti ujian nasional (UN). Setiap peserta didik mempunyai kemampuan akademis yang berbeda. Ada peserta didik yang cepat menguasai mata pelajaran yang diajarkan sehingga pada saat mengikuti UN sudah siap, tetapi karena berbagai alasan, ada peserta didik yang belum siap ketika mengikuti UN sehingga tidak lulus. 
Ketika dalam suatu kabupaten/kota atau satu sekolah relatif banyak peserta didik yang tidak lulus, jika dibandingkan dengan kabupaten/kota atau sekolah lain, UN mencuati domain politis karena banyak komentar dari berbagai kalangan mulai pengamat pendidikan, politikus, sampai dengan orang tua, bahkan anggota masayarakat pada umumnya. Komentar bervariasi, dari tidak setuju dengan diselenggarakannya UN sampai dengan UN dianggap sebagai upaya untuk mendiskreditkan peserta didik. Ada juga yang berpendapat UN merupakan alat ukur yang tidak adil. Namun kalau kita mau memandang dari sudut pandang yang positif, UN dapat dijadikan sebagai pintu masuk untuk memetakan mutu pendidikan dasar dan menengah. Dari situ titik pangkal peningkatan mutu pendidikan dilakukan. 

Makna UN
UN merupakan barometer mengukur mutu pendidikan dari tingkat sekolah sampai dengan tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan sampai dengan nasional. Agar dapat menjadi barometer mutu pendidikan, UN harus bersifat standar. Dalam konteks metodologi, UN yang standar mempunyai dua kriteria, yakni validity dan reliability. Secara definisi validity adalah mengukur apa yang harus diukur. Misal untuk mengukur prestasi bahasa Inggris, UN mata pelajaran bahasa Inggris mencakup tata bahasa, perbendaharaan kata, dan pemahaman membaca. Adapun reliability harafiah berarti konsisten. Ibarat suatu penggaris yang panjangnya 30 sentimeter, ketika digunakan untuk mengukur kain yang panjangnya 30 sentimeter menghasilkan hasil yang sama untuk mengukur panjang meja. 
Soal UN yang reliabel akan menghasilkan skor yang sama jika ditempuh anak yang mempunyai kemampuan akademis yang sama di mana pun mereka bersekolah. Pertanyaannya mengapa anak yang tinggal di Jakarta cenderung mempunyai UN yang lebih tinggi daripada siswa yang berasal dari Jayapura atau Palembang, misalnya, walaupun kemampuannya sama? 
UN merupakan alat ukur kemampuan akademis bersifat curriculum-driven. Artinya butir-butir soal yang dituangkan dalam UN didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI). Keduanya memang bukan kurikulum dalam arti konvensional. Keduanya merupakan dua dokumen resmi yang menjadi dasar bagi setiap guru dalam mengajar setiap mata pelajaran kepada siswa. Dua-duanya saling berkaitan erat satu dengan lainnya, tetapi secara hierarki SKL posisinya lebih tinggi daripada SI. SKL merupakan suatu kriteria kompetensi yang harus dimiliki setiap lulusan pada setiap satuan pendidikan tertentu yang meliputi SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK. Berdasarkan pada SKL tersebut, SI dijabarkan menjadi program pada kelas tertentu. Dari situ dijabarkan lebih lanjut pada pokok bahasan pada satuan waktu yang terdiri dari triwulan, mungguan, sampai dengan harian. 
Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasioinal Pendidikan, istilah kurikulum hanya ada pada tingkat satuan pendidikan (sekolah). Setiap satuan pendidikan mempunyai diskresi untuk menggunakan kurikulum dari berbagai sumber, sepanjang dalam mengartikulasikan kurikulum tersebut ke dalam mata pelajaran selalu merujuk ke SKL dan SI. 
Ketika terdapat persentase kelulusan yang berbeda di antara sekolah pada daerah yang berbeda, terdapat beberapa kemungkinan. Pertama, pada kelas akhir menjelang kelas terakhir, ketika para peserta didik menngikuti UN, belum semua SI diajarkan kepada mereka. Kedua, kalaupun sudah merujuk ke SI, guru belum cukup kompeten dalam mengartikulasikan SI ke dalam konsep-konsep mata pelajaran, atau bahkan sarana pendukung yang dimiliki suatu sekolah kurang memadai dalam memfasilitasi peserta didik untuk memperdalam suatu konsep yang diajarkan kepada mereka. Ketiga, ada kemungkinan pada saat mengikuti ujian, peserta didik tidak cukup fit atau nervous sehingga dalam menjawab tidak konsentrasi. Keempat, karena adanya kecurangan. Akibat kurang percaya diri baik pada peserta didik maupun guru, guru mencoba untuk membocorkan jawaban. Akibat fatal dialami peserta didik ketika kunci jawaban yang diberikan salah. 
Lepas dari berbagai permasalahan tersebut, UN seharusnya dijadikan momentum untuk meningkatan mutu pendidikan. Kenapa demikian? Rendahnya persentase kelulusan UN pada suatu kabupaten/kota memberikan informasi akurat tentang simtom mutu pendidikan pada kabupaten/kota tersebut. 
Berdasarkan pada teori education production function, rendahnya mutu pendidikan karena dua faktor umum, yaitu in-school factors dan out-of-school. Kelompok faktor yang pertama meliputi ketersediaan dan pemanfaatan sarana pendidikan yang tersedia di sekolah, kualifikasi pendidikan, dan kompetensi manajerial kepala sekolah, serta kualifikasi pendidikan dan kompetensi mengajar guru. Kelompok kedua meliputi status ekonomi keluarga siswa yang indikatornya meliputi jenjang pendidikan orang tua, penghasilan orang tua. Di samping itu, faktor yang termasuk dalam kelompok kedua adalah motivasi siswa. 
Intervensi kebijakan yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional, cenderung ditujukan pada faktor pada kelompok pertama, yaitu in-school factors. Intervensi pada kelompok faktor ini diharapkan dapat memberikan hasil dalam jangka waktu relatif pendek. Intervensi terhadap out-of-school factors akan memberikan hasil yang relatif jangka panjang, dan juga melibatkan kementerian lain. Peningkatan status ekonomi orang tua, misalnya, memerlukan keterlibatam Kementerian Pedagangan dan/atau Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Pemerintah tentu saja tidak bisa menunggu status ekonomi orang tua meningkat dahulu agar sang anak bisa sekolah. Untuk mengatasi hal itu, intervensi jangka pendek yang dapat dilakukan pemerintah adalah pemberian beasiswa miskin. 
Dengan berdasarkan pada asumsi bahwa rendahnya persentase kelulusan UN pada suatu kebupaten/kota merupakan simptom rendahnya mutu pendidikan pada kabupaten/kota tersebut, inisiatif yang dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional akan memberikan subsidi peningkatan mutu pendidikan pada kabupaten/kota yang persentase kelulusan UN-nya rendah diharapkan akan menjadi intervensi yang efektif terhadap peningkatan mutu pendidikan. 

Arah subsidi
Meskipun rendahnya persentase kelulusan UN pada kabupaten/kota dijadikan sebagai kriteria pemberian subsidi, tujuan pemberian subsidi tidak hanya untuk meningkatkan persentase kelulusan UN pada tingkat kabupaten/kota. Persentase kelulusan UN pada satu kebupaten/kota hanya dijadikan sebagai entry-point. 
Arah pemberian subsidi adalah secara komprehensif meningkatkan mutu pendidikan. Sasaran subsidi adalah untuk memberikan intervensi terhadap in-school factors. Secara lebih konkret subsidi ditujukan untuk melakukan upaya peningkatan dan perbaikan pada in-school factors tersebut. 
Titik awalnya adalah didasarkan pada pada hasil diagnosis terhadap skor mata-mata pelajaran yang dijadikan UN. Hasil diagnosis tersebut paling tidak akan memberikan dua jenis informasi. Pertama, frekuensi siswa membuat kesalahan pada butir soal tertentu. Kedua, informasi tentang keterkaitan antarbutir soal tersebut dengan SI. 
Berdasarkan pada kedua jenis informasi tersebut, dapat ditarik ke belakang tentang kompetensi gurunya dan ketersediaan sarana pada sekolah yang bersangkutan. Indikator kompetensi guru meliputi penguasaan konsep yang diajarkan dan kemampuan mengajarkannya kepada siswa. Keduanya itu harus pada tingkat kompetensi yang sama. Guru yang penguasaan konsep yang diajarkan tinggi tidak secara otomatis akan menjadikan peserta didik mempunyai tingkat penguasaan tinggi terhadap konsep yang diajarkan guru tersebut, kalau guru tersebut tidak mempunyai kemampuan mengajarkannya dengan baik. Sebaliknya, kemampuan mengajar yang baik tidak memberikan dampak terhadap peningkatan akademis peserta didik kalau tidak diiikuti dengan penguasaan oleh guru terhadap konsep yang diajarkan. 
Program pelatihan yang diberikan kepada guru dapat secara eksplisit diarahkan untuk meningkatan penguasaan konsep mata pelajaran dan metode pengajaran konsep tersebut. Ketersediaan sarana pendidikan akan dievaluasi searah dengan kompetensi guru. Hal itu dimaksud untuk mendukung upaya peningkatan kompetensi guru melalui program pelatihan tersebut. 

Diversifikasi subsidi
Pemberian subsidi kepada kabupaten/kota yang persentase kelulusan UN-nya rendah tentu saja akan menimbulkan 'rasa iri' kabupaten/kota yang persentase kelulusannya relatif tinggi. Secara anekdotal dikatakan, kabupaten/kota itu akan menurunkan persentase kelulusan UN-nya agar mendapatkan subsidi. Hal itu tentu saja akan terjadi jika subsidi hanya didiberikan kepada kabupaten/kota dengan persentase kelulusan UN rendah. Pemerintah perlu untuk mendiversifikasi subsidi. 
Ada tiga bentuk subsidi yang bisa ditawarkan, yaitu subsidi peningkatan mutu, subsidi pembinaan mutu, dan subsidi penjaminan mutu, lebih tepatnya adalah quality competitiveness. Subsidi peningkatan mutu ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan pada kabupaten/kota yang mutu pendidikannya masih rendah. Dengan subsidi itu, peningkatan mutu dapat dicapai. Subsidi pembinaan mutu diberikan kepada kabupaten/kota yang mutu pendidikannya relatif bagus. Subsidi yang diberikan kepada kabupaten/kota ini pada dasarnya tidak hanya untuk menjaga mutu agar tidak turun, tetapi juga untuk menjadi kabupaten/kota yang siap untuk berkompetisi dengan kabupaten/kota lainnya. 
Subsidi penjaminan mutu secara khusus untuk memfasilitasi pemerintah kabupaten/kota yang sudah siap untuk masuk dalam kompetisi mutu pendidikan, tidak hanya antarkabupaten/kota secara nasional, tetapi juga siap untuk kompetisi dengan negara lain. Kompetensi guru dan kepala sekolah pada kebupaten/kota ini tidak hanya pada tingkat baik, tetapi excellence. 
Idealnya subsidi yang diberikan tidak menggunakan prinsip bus kota, yaitu jauh dekat sama atau flat rate, tetapi harus progressive rate. Jumlah subsidi yang diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota yang menerima subsidi pembinaan mutu harus lebih besar daripada yang diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota yang menerima subsidi peningkatan mutu pendidikan. Subsidi yang diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota yang menerima subsidi penjaminan mutu harus paling besar jumlahnya. Dengan cara itu, setiap pemerintah kabupaten/kota akan berjuang 'memperebutkan' subsidi yang jumlahnya paling besar tentunya. 
Satu hal yang perlu dipertimbangkan setiap kabupaten/kota penerima subsidi bahwa subsidi yang diberikan pemerintah pusat bukan merupakan subsitusi dari alokasi APBD pemerintah kabupaten/kota pada pendidikan, tetapi berfungsi sebagai komplementer terhadap alokasi APBD pemerintah kabupaten/kota pada bidang pendidikan. Cara itu tidak hanya mengurangi ketergantungan pemerintah kabupaten/kota terhadap pemerintah pusat dalam peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga ikut bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu pendidikan. Bukankah pendidikan sudah didesentralisasikan? 


Oleh Bambang Indriyanto, Staf Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah

PUISI BARU: DISTIKON, TERZINA, QUATRAIN, QUINT, SEXTET, SEPTIMA, STANZA (OCTAV), SONETA

.Mode Fashion OkRek . . .

. . .

 PUISI BARU

Contoh Puisi Baru:
Keputusan
Cinta adalah tawa
yang berderai di antara bintang gemintang
Cinta adalah tawa
di taman aneka bunga dan kembang
Kini cinta adalah air mata
kau pergi setelah kau tusukkan
belati tepat di jantungku.

A. MACAM-MACAM PUISI BARU

1. DISTIKON
Distikon adalah sanjak 2 seuntai, biasanya bersajak sama.
Contoh :
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal

Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)

2. TERZINA
3. QUATRAIN
4. QUINT
5. SEXTET
6. SEPTIMA
7.  STANZA (OCTAV)
8. SONETA
Soneta adalah bentuk kesusasteraan Italia yang lahir sejak kira-kira pertengahan abad ke-13 di kota Florance.

CIRI – CIRI SONETA :

B. FUNGSI SONETA
Pada masa lahirnya, Soneta dipergunakan sebagai alat untuk menyatakan curahan hati.
Kini tidak terbatas pada curahan hati semata-mata, melainkan perasaan-perasaan yang lebih luas seperti :
1. Pernyataan rindu pada tanah air
2. Pergerakan kemajuan kebudayaan
3. Ilham sukma
4. Perasaan keagamaan

C. SONETA DIGEMARI PARA PUJANGGA BARU
Faktor-faktor Soneta digemari oleh para Pujangga Baru antara lain :
1. Adanya penyesuaian dengan bentuk pantun ; yakni Octav dalam Soneta yang bersifat obyektif itu hampir sejalan dengan sampiran pada pantun.
Sedangkan sextet Soneta yang sifatnya subyektif itu merupakan isi pantun.
2. Baris-baris Soneta yang berjumlah 14 buah itu cukup untuk menyatakan perasaan atau curahan hati penyairnya.
3. Soneta dapat dipakai untuk menyatakan beraneka ragam perasaan atau curahan hati penyairnya.

D. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN SONETA DENGAN PANTUN
1. PERSAMAAN SONETA DENGAN PANTUN
Pantun dan Soneta sama-sama mempunyai sampiran atau pengantar dan isi atau kesimpulan.

2. PERBEDAAN SONETA DENGAN PANTUN

Terima kasih kepada: Okrek (Produk Busana Muslim), Duta Pulsa (All Operator Pulsa Elektrik), Mode (Belajar Mendesan Busana), Persewaan Alat Pesta / Tenda,  Susu Skim Kolostrum (SUSU NACO), Permata Martapura di Facebook, Gamis Modern di Facebook

Manifestasi penyakit Demam Berdarah Dengue

Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini, yaitu :
•   Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
•   Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
•   Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung, mulut, dubur dsb.
•   Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok pada bentuk ini sering terjadi kematian.
Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian...

.

Demam Berdarah Dengue (DBD)- Penyebab dan perantara penularan

Dr.H.Sudradjat SB.
  Penyebab dan perantara penularan.
Pengobatan.

Penyebab dan perantara penularan.
Penyakit ini disebabkan oleh suatu virus yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.
Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti.



Pengobatan. Demam Berdarah Dengue
Pengobatan terhadap penyakit ini terutama ditujukan untuk mengatasi perdarahan, mencegah/mengatasi keadaan syok / presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus.
Demam diusahakan diturunkan dengan kompres dingin, atau pemberian antipiretika



Dari  Dinkes/Depkes/RI :
Tanda-tanda demam berdarah:
1.  Mendadak panas tinggi selama 2 sampai 7 hari
2.  Tampak bintik-bintik merah pada kulit
3.  Kadang-kadang terjadi pendarahan di hidung (mimisan)
4.  Mungkin terjadi muntah atau berak darah
5.  Sering terasa nyeri di ulu hati
6.  Bila sudah parah, penderita gelisah. Tangan dan kakinya dingin dan berkeringat.
      Adalah demam disertai perdarahan bawah kulit selaput hidung dan lambung disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti.

Dalam beberapa hari saja keadaan penderita dapat menjadi parah, dan dapat menyebabkan kematian.
Tindakan yang harus dilakukan bila ada penderita demam berdarah:
1.  Pertolongan pertama yang penting memberi minum sebanyak mungkin
2.  Kompres dengan air es
3.  Beri obat turun panas
4.  Selanjutnya penderita segera dibawa ke dokter/Puskesmas yang terdekat untuk diperiksa. Bila diduga terserang Demam Berdarah akan dikirim ke Rumah Sakit untuk dirawat.
5.  Lapor segera ke Puskesmas / Sudin Kesehatan setempat dengan membawa surat dari Rumah Sakit
Selanjutnya akan dilakukan tindakan penanggulangan di daerah rumah penderita dan sekitarnya, tanpa dipungut bayaran.

Cara penularan demam berdarah:
Anak yang sakit demam berdarah di dalam darahnya mengandung virus. Bila anak ini digigit nyamuk Aedes Aegypti maka bibit penyakit ikut terhisap masuk ke dalam tubuh nyamuk. Dan bila nyamuk tersebut menggigit anak lain (anak sehat), maka anak itu akan dapat ketularan penyakit ini.





KEJADIAN LUAR BIASA CHIKUNGUNYA
DI KECAMATAN POIGAR, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW, SULAWESI UTARA, TAHUN 2002-2003
Telah terjadi KLB (kejadian luar biasa) Chikungunya dengan gejala panas (demam), sakit kepala, bercak merah di kulit dan sakit sendi tanpa kematian di Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara diperkirakan mulai minggu ke-49 tahun 2002 dengan 2 kasus, mencapai puncaknya pada minggu ke-3 tahun 2003 sebesar 204 kasus, minggu ke-7 hanya ditemukan sebanyak 4 kasus dan sampai dengan tanggal 12 Februari 2003 sudah tidak ditemukan lagi adanya kasus baru. Tindakan penanggulangan yang dilakukan adalah pengobatan penderita, PSN DBD (‘3M’ dan abatisasi masal), penyelidikan epidemiologi, fogging masal dan dilakukan investigasi KLB.

......

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Kesehatan menetapkan 12 provinsi masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah. “Hari ini sudah ada 20 provinsi yang melapor tapi cuma 12 provinsi yang termasuk KLB,” ujar Rita Kusriatuti dari Bagian Arbovirusasi Departemen Kesehatan kepada Tempo News Room melalui telepon, Senin (23/2).
12 provinsi tersebut meliputi semua provinsi di seluruh Jawa, Jambi, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Aceh, NTT, dan NTB. “Yang terparah adalah DKI, NTB, dan NTT,” ujar Rita.
Jumlah kasus dari 12 provinsi tersebut sebanyak 12.224 orang dengan jumlah kematian sebesar 218 orang. “Jumlah ini belum termasuk kasus dari 8 provinsi yang tidak KLB,” tambahnya.
Kebanyakan kasus demam berdarah ini terjadi di Pulau Jawa karena kepadatan penduduknya. Manusia itu sendiri yang menciptakan istana nyamuk,” ujar Rita. Apalagi dengan semakin menumpuknya sampah di beberapa kota besar di Jawa.
Menurut Rita kejadian demam berdarah kali ini dua kali lebih parah jika dibanding tahun sebelumnya. “Ini karena musim hujan dan adanya banjir di beberapa daerah,” ujarnya. Genangan air hujan menyebabkan nyamuk bertelur dengan leluasa, sehingga populasi nyamuk meningkat. ”Tugas kita adalah memutuskan mata rantai ini,” ujarnya.
Rita mengatakan penyemprotan secara massal bukanlah penyelesaian yang tepat. “Nyamuk bertelur 200-400 butir per hari, disemprot lalu mati, tapi esoknya lahir nyamuk baru,” tambahnya. Menurut dia siklus ini akan terus berlangsung selama musim hujan. “Masyarakat selalu ngotot minta disemprot, kami kewalahan,” tandasnya.
Dia menghimbau agar masyarakat melakukan gerakan pengecekan terhadap rumah masing-masing secara serentak. Selain itu dia juga mengimbau agar penyemprotan dilakukan di masing-masing rumah dengan menggunakan obat nyamuk.
Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 06.00-07.00 WIB dan sore hari pada pukul 16.00-18.00 WIB. “Paling tidak ini bisa melindungi diri sendiri.~
Mawar Kusuma - Tempo News Room
Map: World distribution of dengue viruses and their mosquito vector, Aedes aegypti, in 2000 

Pengikut

OK Rek