: Paradoks Biaya Pendidikan

A Hakam Naja

Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN
Mohamad Basyir, anak berusia 11 tahun, telah memahami arti pentingnya pendidikan. Arti penting pendidikan bagaikan kehormatan yang harus dijaganya. Namun ironisnya, Mohamad Basyir memahami menjaga kehormatan pendidikan dengan cara nekat, yaitu mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di tempat penampungan pedagang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu 14 Juli 2010.

Basyir nekat bunuh diri karena diduga malu setelah keinginannya untuk sekolah lagi tidak terpenuhi. Orang tua Basyir yang hanya pedagang kecil di pasar tak sanggup membiayai sekolah anaknya itu.

Peristiwa Basyir mengundang pertanyaan pada kita semua, setelah anggaran pendidikan terus meningkat signifikan. Masih banyak saja anak-anak Indonesia yang tidak terurus pendidikannya. Tak terkecuali Basyir, si kecil yang penuh cita-cita. Lalu, di mana tanggung jawab negara saat ini, yang membiarkan anak-anak negerinya terkulai untuk mencari arti hidup?

Amanat Konstitusi

Semakin tinggi anggaran pendidikan yang dialokasikan pada APBN dan APBD sesuai amanat UUD NRI 1945 sekurang-kurangnya 20 persen, masyarakat belum terlalu merasakan manfaatnya secara nyata karena biaya pendidikan yang dibebankan kepada masyarakat juga terus meningkat dari waktu ke waktu.

Peningkatan biaya pendidikan terus merebak, baik berupa SPP (terutama sekolah swasta di tingkat SD-SMP) maupun berupa pungutan-pungutan dengan nama sumbangan wajib, lembar LKS, uang gedung, dan buku di sekolah negeri dan swasta.

Karena belum terpenuhi dalam bentuk BOS (biaya operasional pendidikan), sekolah yang berkualifikasi tinggi, yang konsisten tidak memungut biaya pendidikan akan lebih prihatin karena pas-pasan kesejahteraan guru dan sarana prasarananya. Seharusnya, dana BOS diimbangi oleh alokasi dana pendidikan APBD provinsi dan kabupaten/kota seperti amanat konstitusi tersebut.

Hal itu terjadi karena anggaran pendidikan di Indonesia yang mencapai 20 persen tidak tepat sasaran dalam penggunaannya. Apalagi anggaran yang besar tersebut masih sering terjadi kebocoran, alokasi yang tidak tepat, mark up, serta dibelanjakan tidak sesuai peruntukan, bahkan beasiswa untuk kalangan tidak mampu sulit diakses oleh masyarakat miskin.

Seharusnya, komponen BOS yang mesti dipenuhi terlebih dahulu adalah kebutuhan dasar (basic needs), seperti operasional sekolah yang meliputi; buku dan alat tulis. Selanjutnya, biaya untuk operasional dan perawatan gedung sekolah serta tambahan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan. Kemudian, pada kebutuhan spesifik kaum miskin, seperti dana transportasi ke sekolah untuk siswa miskin.

Tanggung Jawab Negara

Pasal 31 Amandemen UUD 1945 Ayat (1) menyatakan, "Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan." Dan, Ayat (2): "Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya." Amanat konstitusi ini dikukuhkan lagi dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang disahkan DPR 11 Juni 2003 dan ditandatangani presiden pada 8 Juli 2003.

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN), antara lain, disebutkan: Pertama, "Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu" (Pasal 5 Ayat [1]). Kedua, "Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar" (Pasal 6 Ayat [1]).

Ketiga, "Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi" (Pasal 11 Ayat [1]). Keempat, "Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya anggaran guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun" (Pasal 11 Ayat [2]).

Perintah Konstitusi dan UU ini sesuai dengan Konvensi Internasional Bidang Pendidikan yang dilaksanakan di Dakkar, Senegal, Afrika pada 2000. Konvensi menyebutkan, semua negara diwajibkan memberikan pendidikan dasar yang bermutu secara gratis kepada semua warga negaranya.

Tanpa komitmen yang kuat, peran negara yang seharusnya sebagai pelayan publik dengan menyediakan akses bagi kebutuhan publik semakin menciut. Makin menipisnya akses pendidikan, khususnya di kalangan miskin, menjadi ironi seiring dengan anggaran pendidikan yang telah mencapai 20 persen. Padahal, banyak negara berkembang lain, seperti Turki, Brasil, dan Meksiko bahkan sudah menyediakan pendidikan gratis sampai tingkat perguruan tinggi.

Solusi

Menghadapi persoalan tersebut, harus dibuat perencanaan yang lebih komprehensif dengan menentukan unit biaya untuk semua tingkat pendidikan, mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi di seluruh daerah di tanah air. Kemudian, perlu ada audit untuk pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

Pemerintah mesti fokus pada pemenuhan pendidikan dasar 9 tahun yang sepenuhnya dibiayai oleh negara. SPP dan buku ditanggung oleh pemerintah yang dialokasikan pada APBN dan APBD. Sebagai contoh, pembagian anggaran dapat dilakukan sebagai berikut: APBN 60 persen, APBD provinsi 15 persen, dan APBD kota/kabupaten 25 persen. Dengan demikian, akan tergambar bahwa amanat konstitusi bisa terlaksana. Setiap warga negara harus bisa menyelesaikan pendidikan dasar 9 tahun dan negara menyediakan pembiayaannya.

Untuk mengatasi maraknya pungutan-pungutan, perlu dikeluarkan inpres yang melarang pungutan pada pendidikan dasar 9 tahun. Hal ini karena sekolah masuk dalam wewenang kepala daerah yang berada di bawah koordinasi Mendagri. Daripada mengeluarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) Mendiknas dan Mendagri, inpres lebih mempunyai kekuatan atau bahkan PP (peraturan pemerintah)

Dengan demikian, negara tidak mengabaikan konstitusi dengan memenuhi kewajiban menyediakan pendidikan dasar 9 tahun untuk seluruh warga negara, tanpa dipungut biaya dan tidak ada lagi keluhan semakin besarnya anggaran pendidikan, tetapi justru semakin meningkat pula biaya yang dibebankan kepada masyarakat. Inilah paradoks yang harus dihentikan untuk solusi negeri. Hal itu agar tidak ada lagi rintihan Basyir-Basyir berikutnya.

: Merdeka dari Neoliberalisme

Thomas Koten
Direktur Social Development Center
Batik Tulis Serat Kayu BS04

Peringatan kemerdekaan yang ke-65 bagi bangsa Indonesia, hakikatnya menjadi momentum istimewa untuk merenung dan melakukan penilaian ulang secara jitu atas pencapaian bangsa. Bersamaan dengan itu, pertanyaan pun teradopsi di tengah karut-marut persoalan politik, ekonomi, dan hukum, yang tidak tahu ujung penyelesaiannya ini. Belum lagi diperparah oleh pesoalan yang paling serius, yaitu terkait sangat merosotnya moralitas dan hilangnya tanggung jawab para elite negeri.

Celakanya, di saat bangsa-bangsa lain bersama para pemimpinnya sedang sibuk merancang kiat dan strategi kebijakan ekonomi dan politik yang jitu, untuk menyongsong perdagangan bebas dalam rangkah memajukan ekonomi negerinya dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, para elite negeri kita sibuk memburu rente ekonomi, menggendutkan rekening bank, dan menambah pundi-pundi kekayaan pribadi. Pemimpin tertinggi negara yang sangat diharapkan dapat membawa bahtera bangsa ini ke tujuan cita-cita kemerdekaan, ternyata tidak memiliki rancangan yang jelas dan strategis serta tak pernah muncul 'sabda kenabian' yang dibarengi keputusan-keputusan yang bisa memotivasi bangkitnya negara.

Tragisnya lagi, janji-janji nasionalisme ekonomi yang begitu sedap terdengar dalam setiap kali kampanye pemilu, kini benar-benar telah lenyap lantaran para pemimpin kita asyik mengumbar citra demi memenuhi tuntutan pragmatisme kekuasaan. Padahal, bahtera bangsa ini sedang diimpit kekuatan neoliberalisme yang begitu ganas, yang telah menggiring bangsa ini menjadi 'kuli bagi bangsa lain.

Jeratan neoliberalisme

Satu hal yang kini telah menjadi sebuah fenomena mengerikan, yang sedang menyergap bangsa ini, yakni mencengkeramnya taring neoliberalisme terhadap perjalanan ekonomi nasional. Ketika di zaman sebelum kemerdekaan, kita dijajah oleh bangsa asing yang menjajah dan memaksa bangsa Indonesia bekerja keras dan hasil-hasilnya dikuras lalu dibawa ke negeri penjajah, kini di zaman kemerdekaan, Indonesia kembali dijajah oleh bangsa asing dan bangsa sendiri, dengan cara yang jika ditakar, jauh lebih kejam. Atas nama investasi, pinjaman atau utang, kekayaan bangsa ini disedot oleh banyak negara kapitalis. Dengan iming-iming investasi, kontrak-kontrak karya pertambangan dan sumber daya alam lainnya tak henti-hentinya disedot dengan serakahnya oleh negara kapitalis, dan dibantu para tengkulak besar negeri sendiri yang sudah dirasuk  kapitalisme itu.

Ironisnya, ketika banyak negara melakukan negosiasi ulang kontrak karya pertambangan dan selektif dalam menjaring dana investasi dan menahan diri dalam melakukan pinjaman, pemerintah dan DPR kita justru terus terlena oleh nikmatnya kursi empuk kekuasaan dengan terus membiarkan skema kontrak yang tidak adil dan kian memiskinkan rakyat bangsa sendiri. Tidak tampak pemihakan serius hampir segenap elite para penyelenggara negara terhadap nasib bangsa dan masa depan negeri ini.

Negara dan bangsa ini pun semakin berada dalam cengkeraman keperkasaan asing keganasan neoliberalisme, yang berjalan di atas doktrin dasarnya, yaitu pemujaan terhadap pasar, yang belakangan ini telah mengorbankan banyak negara. Ingat bahwa dalam arus neoliberalisme, bukan hanya produksi, distribusi, modal dan konsumsi, dan seluruh denyut ekonomi yang tunduk pada pasar, melainkan seluruh kehidupan, termasuk mentalitas masyarakat suatu bangsa. Apalagi, salah satu misi neoliberalisme adalah melucuti peran negara yang diindoktrinasi sebagai biang distorsi dan penyebab KKN. Dengan keajaiban invisible hand-nya Adam Smith, mekanisme pasar akan menciptakan kemakmuran bagi semua pihak. Ternyata, janji-janji itu bohong besar. Fakta-fakta kerusakan akibat globalisasi ekonomi yang disemangati embusan angin neoliberalisme semakin mencemaskan semua negara. Apalagi, banyak negara merdeka, seperti Indonesia, semakin menganut prinsip-prinsip liberal yang menjunjung tinggi kebebasan individu, yang tak henti-hentinya mendominasi diskursus pembangunan internasional.

Lepas dari neoliberalisme

Jika dicermati, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak negara yang telah jadi korban neoliberalisme, termasuk Indonesia, meskipun para pemimpin kita menyangkalnya. Contoh, akibat deregulasi keuangan yang kebablasan tahun 1980-an dan pembangunan yang dibiayai utang, membuat fundamental ekonomi kita sangat rapuh. Tatkala diguncang krisis nilai tukar, ekonomi ambruk dan krisis ekonomi berubah menjadi krisis multidimensi. Masuknya IMF, malah memperbesar utang domestik dan luar negeri. Apa jadinya, Indonesia pun terseok-seok dan semakin tak berdaya hingga kini.

Adakah harapan bebas-merdeka dari cengkeraman neoliberalisme yang sudah begitu kuat terhadap republik ini? Jika pertanyaan ini tidak dijawab, sia-sialah kita memperingati kemerdekaan bangsa ini, dan tak ada gunanya bangsa ini merdeka karena kemerdekaan kita hanya lepas dari mulut harimau dan masuk ke mulut buaya. Karena itu, Indonesia di usianya yang ke-65 ini hendaknya memberanikan diri untuk bebas dari cengkeraman neoliberalisme.
 
Pertama, negara harus terus memperkuat peran publik dan atau negara merdeka yang demokratis. Kedua, pemerintah harus berani membatasi pasar yang semakin menggerogoti otoritas negara dan masyarakat. Ketiga, negara harus memaksimalkan produktivitas dengan meningkatkan sumber daya manusia serta menanamkan semangat tanggung jawab dan cinta tanah air kepada segenap masyarakat, terutama kepada pengusaha-pengusaha yang sudah digerogoti semangat kapitalisme-neoliberalisme. Keempat, negara harus menaikkan kredibilitasnya dengan berusaha terus untuk bebas dari berbagai cengkeraman korporasi global, yang menjadi senjata ampuh neoliberalisme untuk mematikan peran negara.

Semua itulah makna peringatan kemerdekaan kita saat ini, di tengah berkumandangnya lagu Indonesia Raya, pengibaran Sang Saka Merah Putih, yang tampak semarak di seluruh pelosok negeri, tetapi sebenarnya tanpa gairah dan 'gereget'.

Latihan Soal PKN SD - untuk menghadapi ujian sekolah dan ujian nasional -


Pilihlah huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling tepat!
1. Kekuasaan membentuk undang-undang disebut kekuasaan ….
a. eksekutif
b. legislatif
c. yudikatif
d. eksaminatif

2. Peraturan yang dibuat oleh pemerintah pusat disebut ….
a. peraturan pusat
b. peraturan wilayah
c. peraturan daerah
d. peraturan desa

3. Proses pembuatan undang-undang melalui … tahap.
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5

4. Proses penyiapan RUU dari pemerintah berpedoman pada ….
a. Tap MPR No. XX Tahun 1966
b. UU No. 39 Tahun 1999
c. Inpres No. 15 Tahun 1970
d. UU No. 32 Tahun 2004

5. Rancangan undang-undang yang berasal dari DPR disebut RUU ….
a. komparatif
b. inisiatif
c. kompetitif
d. konstitutif

6. Undang-undang yang telah ditandatangani presiden diundangkan oleh …
a. Menteri Dalam Negeri
b. Menteri Penerangan
c. Menteri Penyiaran dan Informasi
d. Menteri Sekretaris Negara

7. Ketentuan tentang otonomi daerah diatur dalam ….
a. UU No. 32 Tahun 2004
b. UU No. 39 Tahun 1999
c. UU No. 6 Tahun 2000
d. UU No. 26 Tahun 2000

8. Istilah korupsi berasal dari bahasa Latin, yaitu ….
a. corruption
b. corruptionase
c. corrop
d. ceurroptio

9. Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memiliki ….
a. syarat izin mengemudi
b. surat izin mengemudi
c. surat untuk mengemudi
d. surat khusus mengemudi

10. Penyalahgunaan uang, fasilitas, wewenang, dan jabatan untuk keuntungan pribadi atau sekelompok orang disebut ….
a. nepotisme
b. kolusi
c. desentralisasi
d. korupsi

11. Berikut ini bukan termasuk pentingnya peraturan perundang-undangan nasional bagi warga negara adalah ….
a. memberikan kepastian hukum
b. melindungi dan mengayomi hak-hak warga negara
c. menciptakan ketertiban dan ketenteraman
d. memberikan rasa bersalah bagi warga negara

12. Setiap peraturan perundang-undangan harus mempunyai tujuan yang jelas yang hendak dicapai. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari asas ….
a. dapat dilaksanakan
b. kedayagunaan dan kehasilgunaan
c. kejelasan tujuan
d. keterbukaan
13. Sikap yang tidak mencerminkan kepatuhan terhadap perundang-undangan nasional adalah ….
a. mengajak masyarakat untuk membuat
keributan
b. membayar pajak
c. mematuhi peraturan lalu lintas
d. belajar dengan tekun
14. Tempat bagi pejalan kaki disebut ….
a. zebra cross
b. trotoar
c. etalase
d. halte
15. Seperangkat hak yang melekat pada
manusia yang merupakan anugerah Tuhan
Yang Maha Esa disebut ….
a. hak asasi manusia
b. kewajiban asasi manusia
c. perintah manusia
d. larangan manusia
16. Orang yang melanggar peraturan akan
mendapatkan ….
a. piala
b. hadiah
c. sanksi
d. pujian
17. Apabila semua orang telah menaati
peraturan, maka akan tercipta ….
a. suasana kehidupan yang kacau
b. lingkungan pemukiman yang kumuh
c. penindasan terhadap rakyat kecil
d. kehidupan masyarakat yang harmonis
18. Pajak yang dibayarkan oleh rakyat,
sebenarnya digunakan untuk ….
a. kesejahteraan rakyat
b. berfoya-foya oleh para pejabat
c. dikorupsi oleh wakil rakyat
d. membayar hutang luar negeri
19. Peraturan daerah harus ditaati oleh ….
a. seluruh rakyat
b. pemerintah daerah
c. aparat daerah
d. masyarakat setempat
20. Kepala daerah menetapkan peraturan
daerah atas persetujuan ….
a. rakyat
b. DPRD
c. MPR
d. DPD
21. Setiap warga negara berhak mendapat
perlindungan dalam hukum. Hal ini diatur
dalam UUD 1945 Pasal ….
a. 26
b. 27
c. 28
d. 29
22. Segala sesuatu yang menimbulkan aturan
dan mempunyai kekuatan memaksa disebut
….
a. aturan hukum
b. undang-undang
c. sumber hukum
d. sumber penilaian
23. Undang-undang sebagai sumber hukum
mempunyai dua arti, yaitu ….
a. panjang dan pendek
b. tepat dan bermanfaat
c. formal dan material
d. luas dan sempit
24. Undang-undang dalam arti luas disebut ….
a. landasan
b. peraturan
c. norma
d. etika
25. Mematuhi perintah orang tua merupakan
salah satu contoh melaksanakan aturan di
lingkungan ….
a. sekolah
b. negara
c. keluarga
d. masyarakat
26. Peraturan perundang-undangan Indonesia
yang tertinggi adalah ….
a. peraturan pemerintah
b. ketetapan MPR
c. UUD 1945
d. undang-undang
27. Tujuan dibuatnya sebuah peraturan adalah
….
a. agar peraturan tersebut ditaati
b. agar masyarakat menjadi tidak tertib
c. untuk menjaga masyarakat dari
serangan musuh
d. untuk menjaga ketertiban masyarakat
28. Pemakaian seragam di sekolah selain
menanamkan jiwa persatuan juga
menanamkan sikap ….
a. keteladanan
b. kesederhanaan
c. kebanggaan
d. keadilan
29. Norma yang bersifat memaksa adalah ….
a. agama
b. kesusilaan
c. hukum
d. kesopanan
30. Rancangan undang-undang dapat diajukan
oleh ….
a. DPR dan gubernur
b. presiden atau DPR
c. presiden dan menteri
d. presiden dan gubernur

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
1. Penafsiran berdasarkan arti kata disebut penafsiran ….
2. Traktat multilateral bersifat ….
3. Pendapat dari para ahli hukum terkemuka, yang dijadikan landasan dalam hukum disebut ….
4. Tata urutan peraturan perundang-undangan RI diatur dalam UU ….
5. Sumber hukum nasional Indonesia adalah ….
6. UUD 1945 telah mengalami amandemen sebanyak ….
7. Peraturan pemerintah pengganti undang-undang dibuat oleh ….
8. Peraturan pusat yang dibuat, berlaku untuk ….
9. Hak yang paling asasi bagi setiap warga negara adalah ….
10. Lembaga legislatif daerah adalah ….

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Jelaskan pengertian peraturan perundang-undangan!
2. Bagaimana tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia?
3. Sebutkan 3 contoh peraturan pusat!
4. Sebutkan 5 asas pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia!
5. Mengapa peraturan perundang-undangan penting bagi warga negara?

Matematika SD-Perkalian Bilangan Bulat + Latihan soal dari Bank Soal

Salin dan isilah petak (          ) dengan huruf di depan pasangan sebelah kanan!
(          ) 1 -9 x 5 = 5 x (-9)                                 A. 1 x a = a
(          ) 2 0 x ( -72) = 0                                         B. (a x b) x c = a x (b x c)
(          ) 3 -42 x 1 = -42                                                     C. a x ( b+c) = (a x b) + (a x c)
(          ) 4 -5 x (9 + 6) = (-5 x 9) + (-5 x 6)             D. a x b = b x a
(          ) 5 (-8 x 5) x (-10) = -8 x (5 x (-10))                 E. 0 x a = 0
Batik Tulis Serat Kayu BS06
Gunakan sifat-sifat perkalian bilangan bulat untuk menentukan nilai n!
1. -8 x (-15 + 20) = (-8 xn)+(-8 x20)         n = . . . .
2. (25 +(-40)) x 1 = n                                 n = . . . .

3. -125 x 24 = n x (-125)                             n = . . . .
4. 172 x n = 0                                         n = . . . .
5. (-81 + (-44)) x 1 = n                             n = . . . .
6. -35 x 24 = (-35 x n) +(-35 x 4)             n = . . . .
7. 62 x (-15) x 7 = 62 x (n x 7)                   n = . . . .
8. 1 x (54 + (-30)) = n                                 n = . . . .
9. 27 x (-12 + 12) = n x 27                             n = . . . .
10. 0 x (36 + (-85) = n                                     n = . . . .

Katakanlah pernyataan-pernyataan berikut benar atau salah!
1. Untuk dua bilangan bulat a dan b yang manapun, salah satu pernyataan ini tentu benar: a < b. a = b, atau a > b.
2. Untuk tiga bilangan bulat a, b, dan c yang manapun, jika a < b dan b < c, maka a < c.
3. Untuk tiga bilangan bulat a, b, dan c yang manapun, jika a > b dan b > c, maka a > c.
4. Untuk tiga bilangan bulat a, b, dan c yang manapun, jika a = b dan b = c, maka a = c.
5. Umur A kurang dari umur B, dan umur B kurang dari umur C, maka umur A = umur C.
6. Berat badan A lebih berat daripada berat badan B. Berat badan B lebih berat daripada berat badan C. Jika berat badan A 35 kg, maka berat badan C 20 kg.
7. Tinggi badan Martin lebih daripada tinggi badan Marsel, dan tinggi badan Marsel lebih daripada tinggi badan Markus. Jika tinggi badan Martin 145, maka tinggi badan Markus 145 cm.
8. Umur Usman 5 tahun lebih muda dari pada umur Bahar, umur Bahar 4 tahun lebih muda dari umur Amsar. Jika umur Amsar 11 tahun, maka umur Usman 2 tahun.
________________________________________________________
1. 9 x 5 = 45                                     -12 x 5 = -60
5 x 9 = 45                                         5 x (-12) = -60
9 x 5 = 5 x 9                                     -12 x 5 = 5 x (-12)
Pertukaran faktor pada perkalian bilangan bulat tidak mengubah hasil.
Pertukaran faktor disebut juga sifat komutatif perkalian.
2. 25 x 4 x 8 = (25 x 4) x 8                        -15 x 6 x (-3) = (-15 x 6) x (-3)
= 100 x 8                                                         = -90 x (-3)
= 800                                                                 = 270
25 x 4 x 8 = 25 x (4 x 8)                             -15 x 6 x (-3) = -15 x (6 x -3)
= 25 x 32                                                         = -15 x (-18)
= 800                                                             = 270
(25 x 4) x 8 = 25 x ( 4 x 8)                             (-15 x 6) x (-3) = -15 x (6 x (-3))
Pengelompokan faktor pada perkalian bilangan bulat tidak mengubah hasil.
Pengelompokan faktor disebut juga sifat asosiatif perkalian.
3. 12 x (5 + 3) = (12 x 5) + (12 x 3)
= 60 + 36
= 96
-25 x 11 = (-25 x 8) + (-25 x 3)
= -200 + (-75)
= -275
Sifat penyebaran perkalian terhadap penjumlahan tidak mengubah hasil. Sifat penyebaran disebut juga sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan.
4. -24 x 1 = -24
1 x (-148) = - 148
Perkalian bilangan bulat dengan 1 (satu) hasilnya bilangan itu sendiri. Sifat ini disebut juga sifat bilangan 1 pada perkalian. Bilangan 1 adalah identitas perkalian.
5. -64 x 0 = 0
0 x (-235) = 0
Perkalian bilangan bulat dengan 0 (nol) hasilnya 0 (nol).

Kesimpulan:
1. -8 x 6 = 6 x (-8)                                             a x b = b x a
2. (-10 x 5) x (-3) = -10 x ( 5 x -3)                    (a xb) x c = a x (b x c)
3. -12 x (9+7) = (-12 x 9) + (-12 x7)                 a x (b+c) =(a x b) + (a x c)
4. -52 x 1 = -52                                                 a x 1 = a
5. -48 x 0 = 0                                                     a x 0 = 0

: Membumikan Budaya Sekolah

Batik Tulis Serat Kayu BS07Apa yang bisa dan mungkin dilakukan oleh seorang kepala sekolah baru dan minus pengalaman dalam mengelola sekolah? Pertama, saya beruntung karena dilatih oleh para pendidik yang memahami bagaimana sekolah harus dikelola. Kedua, sekolah tempat di mana saya mengabdi dalam 4 tahun terakhir ini, yaitu Sekolah Sukma Bangsa, merupakan sekolah yang memiliki visi dan misi yang sangat mulia, yaitu menciptakan lingkungan pendidikan yang positif bagi semua sivitas akademika sekolah. Ketiga, sebagai konsekuensi dari visi-misi sekolah adalah tumbuhnya common believe bahwa sekolah merupakan sebuah tempat belajar bagi siapa saja, a school that learns. Cuplikan kalimat dari buku Peter Senge (2004) inilah yang mendasari hampir semua rencana perilaku dan pembelajaran yang dilakukan di sekolah kami. 

Sekolah yang selalu belajar adalah citra diri yang dilekatkan secara sistemik dan terencana oleh pengelola Yayasan Sukma. Kesadaran tentang citra diri sekolah ini muncul bersamaan dengan kesadaran bahwa Sekolah Sukma memang bukan sekolah biasa, karena hampir tak ada benchmark yang mendekati karakter sekolah ini. Beberapa ciri yang sejak awal bertugas saya temukan di dalamnya adalah: (1) sekolah ini dibangun dengan semangat filantropi masyarakat dunia karena musibah tsunami; (2) secara fisik sekolah ini dapat dikatakan memenuhi semua standar untuk proses pembelajaran karena fasilitasnya sangat memadai; (3) guru dilatih secara intensif selama 3 bulan penuh sebelum sekolah beroperasi; dan (4) sistem rekrutmen siswanya yang ajaib, yaitu tanpa adanya tes akademik tertentu terhadap siswa karena siswa yang masuk sekolah ini diseleksi melalui penelusuran tingkat kemiskinan dan kebodohan sang anak. Semakin miskin dia --baik karena korban gempa, konflik, yatim dan fakir-- maka semakin besar peluang mereka untuk lolos dan memperoleh beasiswa. 

Dengan kondisi seperti itu, bisa dibayangkan kemudian akibat atau konsekuensi yang mengikutinya. Sementara guru dilatih dengan standar kurikulum yang memadai, namun basis input sekolah ini sangat anomali dari sisi kurikulum. Pemahaman siswa secara akademis sangat rendah, sementara karakter anak yang amat beragam membuat setiap komponen di sekolah harus berpikir keras mengatasi problem pembelajaran yang berlangsung. Dalam ingatan saya ketika itu, baik siswa maupun guru terlihat gagap dan hampir tak berdaya mengatasi masalah masing-masing. Tetapi karena sekolah ini didesain oleh para pendidik yang memiliki kesadaran untuk menghargai ragam talenta siswa, maka pekerjaan berat terasa menantang karena setiap guru dan siswa diberi keleluasaan untuk saling menghargai (respect each other). Prinsip inilah yang kemudian menjadi fondasi kami dalam membumikan budaya sekolah, sebuah usaha untuk membangun, menumbuhkembangkan kebesaran sekolah secara bersama. Beberapa contoh kecil budaya sekolah di bawah ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya sebagai Kepala Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe sejak tahun pertama. 

Pendidikan budaya di sekolah

Saya sadar bahwa lembaga pendidikan tak bisa begitu saja mencetak pribadi sukses dan mulia. Ada banyak faktor yang memengaruhi pembentukan karakter siswa. Paling tidak ada dua hal yang membentuk karakter siswa. Pertama adalah kondisi SDM sekolah yang meliputi kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga administrasi, peserta didik, hingga komite sekolah. Kedua, budaya sekolah (school culture). Budaya sekolah ini amat dipengaruhi oleh sistem manajemen, roda organisasi, hingga fasilitas sekolah yang mendukung. Keduanya harus dikombinasikan sehingga menjadi semacam sistem yang berlaku dan dijalankan oleh sekolah. 

Dalam pandangan Peterson (1999), school culture is the behind-the-scenes context that reflects the values, beliefs, norms, traditions, and rituals that build up over time as people in a school work together. Peterson juga menambahkan bahwa budaya sekolah tidak hanya berpengaruh terhadap semua tindakan sivitas akademika sekolah, tetapi juga memengaruhi jiwa dan semangat para guru dan siswanya (influences not only the actions of the school population, but also its motivations and spirit). Budaya sekolah adalah konteks di belakang layar sebuah sekolah yang menunjukkan nilai, norma, tradisi, bahkan ritual yang telah dibangun dalam waktu yang lama oleh semua komunitas sekolah. Dalam konsep sekolah efektif (effective school), budaya sekolah sering disebut sebagai suasana sekolah (school climate), dimaknai sebagai bagaimana warga sekolah berpikir dan bertindak. Budaya sekolah inilah yang menjadi roh bagi terciptanya iklim sekolah yang kondusif. 

Dua hal di atas pula yang sedang dibentuk oleh Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe. Sebagai salah satu sekolah yang menyeimbangkan pengetahuan dan akhlak mulia, Sekolah Sukma Bangsa terus mencoba untuk menjaga dan mempertahankan budaya sekolah. Harapannya, budaya sekolah ini juga menjadi salah satu keunggulan Sekolah Sukma Bangsa. Sebagai sekolah yang awalnya didedikasikan untuk korban tsunami, budaya sekolah mutlak diperlukan karena di dalamnya terdapat banyak perbedaan karena latar belakang keluarga yang berbeda. Apalagi, sekolah ini diluaskan jangkauannya sehingga menjadi sekolah umum. 

Dengan melihat semua aspek itu, mulailah kita memperhatikan apa yang bisa dilakukan oleh sekolah untuk membentuk karakter siswa. Kita tidak mau lagi mengulang kesalahan-kesalahan pendidikan masa lalu yang mendidik dengan kekerasan atau disiplin tapi otoriter, sehingga yang terbentuk adalah suasana yang intimidatif, penuh tekanan, dan tak adanya nalar kritis dalam siswa. Pengalaman masa lalu, khususnya di Aceh, yang sangat traumatik seakan pendidik/guru lupa bahwa belajar itu perlu situasi yang menyenangkan dan penuh keakraban. Bentuk kesalahan lain dalam dunia pendidikan kita adalah semakin menurunnya nilai kejujuran karena masih suburnya praktik menyontek (cheating). 

Belajar dari hal-hal tersebut, Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe berusaha menggagas sebuah patron yang membuat semua stakeholder sekolah merasa ada dalam satu nuansa yang sama. Budaya sekolah menjadi salah satu cara yang tepat untuk menentukan karakteristik sebuah kekuatan karena dengan pendekatan budaya, seluruh stakeholder sekolah akan berusaha melakukan perubahan. Dengan budaya sekolah pula, seluruh stakeholder sekolah diajarkan bukan hanya bagaimana makna sebuah nilai (value), melainkan juga meletakkan nilai ke dalam sebuah tindakan sehingga menjadi karakter yang berulang dan berkembang (virtue). 

Di Sekolah Sukma, budaya sekolah kami singkat dengan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) dan 3N (no Smoking, no cheating, dan no bullying). Melalui keteladanan guru, sikap mendidik serta mengajar dengan hati akan menimbulkan pengaruh positif terhadap siswa. Supaya stakeholder sekolah mengetahui apa yang menjadi budaya sekolah Sukma, ada tahapan awal yang dilakukan yaitu untuk guru adanya pelatihan (training) tentang kesukmaan. Training ini dimulai dari pengenalan Sukma sampai budaya sekolah. Sedangkan untuk siswa, tahapan sosialisasi dilakukan melalui masa orientasi siswa (MOS) dan dalam kegiatan rutin dan nonrutin sekolah. 

Budaya Sekolah Sukma Bangsa yang kami aplikasikan dalam kegiatan-kegiatan sekolah sebagai program unggulan budaya senyum, salam dan sapa ketika bertemu dengan guru dan orang tua siswa dan bahkan dengan siswa sendiri (biasanya hanya dengan senyum dan sapa saja), dengan saling menebar salam, senyum dan sapa diharapkan timbulnya keakraban antara siswa dan guru ataupun sesama siswa. Salah satu kebanggaan dan keberhasilan terbesar kami dalam merealisasikan budaya sekolah ini adalah diakuinya sekolah kami sebagai sekolah jujur. Semua bermula ketika kami--untuk pertama kalinya--dua tahun lalu mengikuti proses ujian nasional. 

Sadar bahwa kemampuan akademis anak-anak kami masih kurang, prediksi kami ketika itu yang akan lulus UN sekitar 20% saja dari total 117 siswa yang akan ikut UN tingkat SMA. Ketika proses UN berlangsung, meski diawasi oleh guru dari sekolah lain, anak-anak kami teguh dalam memegang prinsip untuk tidak menyontek (no cheating). Ketika UN diumumkan, kami bangga karena tingkat kelulusan ternyata sedikit lebih baik daripada yang kami prediksikan sebelumnya, yaitu 32%. Tetapi bagi dinas pendidikan setempat dan masyarakat yang lebih berorientasi pada hasil (end result), sekolah kami justru menjadi bahan cemooh dan preseden buruk bagi pengelolaan sekolah ke depan. Seiring dengan berjalannya waktu, meski secara faktual hanya 32% yang lulus UN, siswa-siswa kami yang kemudian diterima di perguruan tinggi mencapai sekitar 72% dan lebih dari separuhnya adalah penerima beasiswa yang tersebar di UGM, ITS, USU, Paramadina, UIN Jakarta, Unsyiah, IAIN Ar-Raniry, Malikus Saleh, dan universitas lainnya. Sebuah hasil yang teramat membanggakan dan membuat semua mata terkesiap melihat pencapaian anak-anak. Saat ini jika ada orang bertanya tentang Sekolah Sukma Bangsa, jawaban masyarakat adalah, "Oh, sekolah yang jujur itu ya...." Alhamdulillah, being different is a miracle. 


Oleh Sarlivanti Kepala SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, Aceh

: Ramadhan Penuh Keberkahan

Oleh Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc

Batik Tulis Serat Kayu BS08

Sungguh merupakan sebuah kenikmatan yang sangat luar biasa, karena saat kita mulai memasuki dan berada di bulan Ramadhan 1431 H. Bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan, rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Di bulan ini pula, Allah SWT mewajibkan kepada seluruh orang yang beriman, untuk melaksanakan ibadah shaum (puasa), dengan tujuan untuk membentuk pribadi Muslim yang bertakwa.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqarah [2]: 183). Pada bulan Ramadhan ini juga Allah SWT menurunkan Alquran yang menjadi petunjuk bagi umat manusia, dan terutama bagi orang-orang yang bertakwa. Yakni, orang-orang senantiasa menginginkan hidupnya dapat meraih kebahagiaan dan kesuksesan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) ..." (QS Al-Baqarah [2]: 185).

Di bulan ini pula dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan diikat serta dibelenggu setan-setan (sehingga sulit menggoda dan mengganggu orang yang berpuasa). Keberkahan dan keistimewaan lainnya, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Itulah malam Lailatuil Qadar. Dengan berbagai keistimewan dan keberkahan itu, beruntunglah orang-orang yang dengan tulus ikhlas memanfaatkannya untuk memperbanyak ibadah kepada Allah.

Sebaliknya, barangsiapa yang terhalang mendapatkan kebaikan di bulan ini, maka sungguh merugilah ia. (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah). Bulan Ramadhan, menjadi bulan latihan untuk mengendalikan diri dari ucapan, hawa nafsu, dan perbuatan yang tidak ada manfaatnya. Dengan demikian, seluruh waktunya hanya dipergunakan untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT. Dan ia memaksimalkan waktunya itu untuk memberikan manfaat  optimal bagi sesama umat manusia.

Oleh karena itu, marilah kita sambut bulan Ramadhan 1431 H ini, dengan penuh suka cita dan kegembiraan untuk meraih keberkahan dan keutamaan dari Allah SWT. Mari kita bulatkan tekad dan niat kita untuk melaksanakan ibadah shaum dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Selamat menunaikan ibadah shaum, semoga keberkahan akan terlimpah dan tercurah pada kita semuanya. Wallahu a'lam bi ash-shawab.

: Saat Pintu-pintu Neraka Ditutup

Oleh Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc
Batik Tulis Serat Kayu BS09

Sungguh merupakan sebuah kenikmatan yang sangat luar biasa, karena saat kita mulai memasuki dan berada di bulan Ramadhan 1431 H. Bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan, rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Di bulan ini pula, Allah SWT mewajibkan kepada seluruh orang yang beriman, untuk melaksanakan ibadah shaum (puasa), dengan tujuan untuk membentuk pribadi Muslim yang bertakwa.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqarah [2]: 183). Pada bulan Ramadhan ini juga Allah SWT menurunkan Alquran yang menjadi petunjuk bagi umat manusia, dan terutama bagi orang-orang yang bertakwa. Yakni, orang-orang senantiasa menginginkan hidupnya dapat meraih kebahagiaan dan kesuksesan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) ..." (QS Al-Baqarah [2]: 185).

Di bulan ini pula dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan diikat serta dibelenggu setan-setan (sehingga sulit menggoda dan mengganggu orang yang berpuasa). Keberkahan dan keistimewaan lainnya, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Itulah malam Lailatuil Qadar. Dengan berbagai keistimewan dan keberkahan itu, beruntunglah orang-orang yang dengan tulus ikhlas memanfaatkannya untuk memperbanyak ibadah kepada Allah.

Sebaliknya, barangsiapa yang terhalang mendapatkan kebaikan di bulan ini, maka sungguh merugilah ia. (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah). Bulan Ramadhan, menjadi bulan latihan untuk mengendalikan diri dari ucapan, hawa nafsu, dan perbuatan yang tidak ada manfaatnya. Dengan demikian, seluruh waktunya hanya dipergunakan untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT. Dan ia memaksimalkan waktunya itu untuk memberikan manfaat  optimal bagi sesama umat manusia.

Oleh karena itu, marilah kita sambut bulan Ramadhan 1431 H ini, dengan penuh suka cita dan kegembiraan untuk meraih keberkahan dan keutamaan dari Allah SWT. Mari kita bulatkan tekad dan niat kita untuk melaksanakan ibadah shaum dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Selamat menunaikan ibadah shaum, semoga keberkahan akan terlimpah dan tercurah pada kita semuanya. Wallahu a'lam bi ash-shawab.

Contoh Pengendalian Dokumen – Sesuai ISO 9001 – 2008

1.       TUJUAN
1.1     Untuk memastikan bahwa dokumen yang dibutuhkan tersedia bagi personil yang memerlukan.
1.2     Untuk mengatur penyusunan, distribusi dan cara memelihara dokumen.
1.3     Untuk mengatur penarikan dan pemusnahan dokumen yang berhubungan dengan sistem mutu.

Batik Tulis Serat Kayu BS102.       RUANG LINGKUP
Prosedur ini mencakup pengendalian terhadap seluruh dokumen, termasuk dokumen eksternal; yaitu persyaratan perundangan, persyaratan pelanggan spesifikasi yang mempengaruhi mutu produk yang dihasilkan perusahaan dan dipersyaratkan oleh Sistem Mutu. Jenis dokumen dapat dalam bentuk tercetak (hardcopy) maupun tidak tercetak (media elektronik/magnetik/software).

3.       REFERENSI
3.1     Manual Mutu Perusahaan  

4.       DEFINISI
·               Dokumen Mutu
Meliputi Manual Mutu (MM), Prosedur Mutu (PM), Instruksi Kerja (IK), Formulir (FM), Rencana Mutu (RM), Flow Chart (FC), Tugas dan Tanggung jawab (TJ), Dokumen (DO) dan Standar Operational (SO).
 ·               Dokumen Terkendali
Dokumen dan data yang didistribusikan kepada personil yang sudah ditentukan, dan apabila terjadi perubahan/revisi terhadap dokumen dan data tersebut, maka Sekretariat ISO berkewajiban untuk memberikan revisi yang terbaru dan memastikan dokumen dan data  yang lama telah ditarik.
 ·               Dokumen tidak Terkendali
Dokumen dan data yang didistribusikan kepada personil yang tidak/belum ditentukan, dan apabila terjadi perubahan/revisi pada dokumen dan data tersebut, maka Sekretariat ISO tidak berkewajiban untuk memberikan revisi yang terbaru dan juga untuk menarik dokumen dan data yang lama.
 ·               SEKRETARIAT ISO
Sekretariat ISO yang dibentuk berdasarkan SK Direksi sebagai Document Control Center (DCC) atau Pusat pengendalian dokumen dengan tujuan mengkoordinasikan segala kegiatan yang berhubungan dengan administrative Sistem Manajemen Mutu di lingkungan Perusahaan
 ·               Manager
Kepala Departemen
 ·               MR
Management Representative (Wakil managemen)
 ·               Tanggal Disetujui
Sama dengan tanggal berlakunya dokumen yang bersangkutan
 ·               Unit Kerja (UK)
Merupakan Departemen Bagian dan sub bagian yang berada di perusahaan sesuai dengan struktur organisasi perusahaan

5.       PENANGGUNG JAWAB........



...

Murka (Contoh Puisi)

Puing-puing desah harapan
Nestapa malam di akhir zaman
Duka lara bagai kecupan
Harmonisasi kehidupan
Batik Tulis Prismisima BR08

Prasasti…
Gelap dunia mimpi duri
Senandung dramatis masa kini
Hampiri jemari insan duniawi


Belaian dekapan taman surgawi
Tak lagi bershimponi
Belenggu singgasana Nusantara


Mungkinkah Tuhan telah murka?
Tak ada lagi rasa
Semua digalu bencana


Gempa maha dahsyat
Prahara Sumatera Barat
Belenggu terhebat
Gelap penuh pekat


Sang Pencipta telah berbuat
Nusantara telah bergulat
Renungkan di nurani
Mengapa terjadi prahara ini?

Karya: Siti Khumairah
SMA Negeri Kota Besi

: Teman Sejati

Oleh A Ilyas Ismail

Batik Tulis Serat Kayu BS01

Alkisah, Sudrun dikenal sebagai orang terkaya di sebuah negeri. Suatu hari, mendadak ia sakit dan sekarat. Ia lantas memanggil satu per satu dari keempat istrinya. Dimulai dari istri keempat, istri termuda yang paling cantik dan paling dicintainya.

Pak Sudrun minta sang istri agar bisa mati bersama-sama, sebagai bukti cintanya dengan suami sehidup-semati, sebagaimana yang telah diikrarkan bersama. Tapi, sang istri menolak dan menyatakan hanya bisa menemani suaminya selagi ia sehat. Sudrun pun kecewa.

Ia lantas memanggil istrinya yang ketiga. Permintaan yang sama diajukan. Hasilnya, istrinya juga menolak. Sudrun kemudian memanggil istri kedua dengan permintaan yang sama. Sang istri menyatakan siap menemani Pak Sudrun, tetapi hanya  sampai di pemakaman saja.

Terakhir, Sudrun memanggil istrinya yang pertama. Istri yang banyak disia-siakan dan ditelantarkannya karena sibuk dengan istri-istrinya yang lain. Di luar dugaan, istri pertamanya menyatakan kesediaannya menemani sang suami, dari dunia hingga akhirat.

Kisah ini hanyalah sebuah metafora, tetapi penting untuk direnungkan. Istri keempat adalah simbol dari dunia. Dunia sangat menawan dan menarik hati bagi kebanyakan manusia. Tapi jangan lupa, ia memiliki watak menipu dan mengecewakan.

Istri ketiga adalah simbol dari jasad (badan kasar). Ia bersama kita selama roh (hayat) masih dikandung badan. Istri kedua adalah simbol dari harta dan kekayaan yang kita miliki. Ia tak bisa dibawa mati. Istri pertama adalah simbol dari kebaikan dan amal saleh kita. Dialah teman sejati kita, sehidup-semati, baik di kala suka maupun duka.

Dalam hadis sahih diterangkan bahwa setiap jenazah diantar ke pemakaman, maka hanya tiga perkara yang ikut serta bersamanya. Dua perkara kembali lagi, yaitu keluarga  dan hartanya, sedangkan yang satu lagi tetap bertahan bersamanya.

Para sahabat bertanya kepada Rasul, "Wa ma al-wahid, ya Rasulallah?" (Apakah gerangan yang satu itu, wahai Utusan Allah?) Rasulullah menjawab,  "Itulah amal saleh." (HR Bukhari dan Muslim dari Anas Ibn Malik).

Karena itu, teman sejati pada hakikatnya bukanlah suami, istri, anak, atau siapapun. Teman sejati, tak lain, adalah kebaikan dan amal saleh yang dilakukan secara tulus karena Allah. Inilah sesungguhnya makna firman Allah: "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya." (QS al-Kahfi [18]: 110). Wallahu a`lam .

Contoh Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan sesuai ISO 9001 – 2008

1. TUJUAN :
Untuk mengatur penanganan keluhan Pelanggan agar dapat tercapai penyelesaian masalah secara tepat dan cepat dalam upaya mencapai tindakan perbaikan dan pencegahan yang efektif dan efisien.
Batik Tulis Prismisima BR042. RUANG LINGKUP :
Prosedur ini diterapkan dalam aktivitas penanganan keluhan Pelanggan berupa identifikasi keluhan, pencarian alternatif solusi, pemilihan solusi, penerapan solusi dan penyelesaian keluhan yang terkait dengan bidang pekerjaan Biro/Bagian terkait atau perusahaan secara menyeluruh.
REFERENSI  :
3.1       Manual Mutu Perusahaan
3.2       ISO 9001 : 2008 klausul 8.5.2
4.  DEFINISI
Keluhan : Adalah saran dan masukan berupa kritikan dan atau keberatan yang disampaikan secara lisan ataupun tertulis dari pihak eksternal maupun internal perusahaan mengenai kinerja yang dihasilkan oleh Perusahaan
Kinerja :  Suatu hasil pencapaian (performance) dari suatu pekerjaan yang dapat diukur dan dibandingkan.
5.  PENANGGUNG JAWAB
Kabag Marketing
PIC Terkait
6. RINCIAN PROSEDUR
6.1.      Menyampaikan keluhan secara lisan (via telepon/datang langsung) atau secara tertulis (via surat atau media masa mengenai keluhan pembaca) kepada kantor Perusahaan.
6.2.      Pihak Marketing akan melakukan langkah berikut :
Jika keluhan disampaikan Pelanggan secara  Langsung,  maka Terima Pelanggan dengan baik, tanyakan identitas, maksud dan tujuannya  terlebih dahulu serta persilakan duduk di ruang tunggu kemudian beritahukan hal tersebut kepada Marketing dan PIC terkait agar dapat segera ditangani.
Jika keluhan disampaikan Pelanggan melalui telepon, maka Terima telepon dari Pelanggan dengan baik tanyakan identitas, maksud dan tujuannya terlebih dahulu dan informasikan keluhan tersebut kepada Dept terkait agar dapat segera ditangani........

.

Contoh Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan sesuai ISO 9001 – 2008


1. TUJUAN
Mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan memastikan tingkat kepuasan pelanggan meningkat.

Batik Tulis Prismisima BR032. RUANG LINGKUP
Meliputi aktivitas penentuan standar pelayanan, melakukan survey ke pelanggan, analisa dan tindakan perbaikan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

3. REFERENSI
3.1         Manual Mutu Perusahaan
3.2         ISO 9001 : 2008 klausul  8.2.1  (Pemantauan Kepuasan Pelanggan)

4. DEFINISI
  • Survei
Mengumpulkan informasi aktual dan signifikan mengenai ekspektasi dan persepsi pelanggan terhadap hal-hal yang dianggap fokus analisa sebagai dasar tindakan perbaikan atau perubahan untuk mengeliminasi ketidaksesuaian yang telah menimbulkan ketidakpuasan pelanggan.
  • Kepuasan Pelanggan
Persepsi pelanggan tentang tingkat pemenuhan persyaratan pelanggan

5. PENANGGUNG JAWAB.
5.1     Kabag Marketing, bertanggung jawab melakukan pelayanan baku terhadap pelanggan
5.2     MR (Management Representative/ Wakil Manajemen) dan Seluruh departemen yang terkait bertanggung jawab untuk menindak lanjuti hasil dari pelayan baku terhadap pelanggan.
5.3     Sekretariat ISO bertanggung jawab untuk mengendalikan dan menyimpan hasil Survei ke pelanggan.

6. PROSEDUR
6.1     Melakukan Pelayanan baku bagian pemasaran  ke pelanggan dan  memberikan daftar periksa survey kepuasan pelanggan, yang  berisi :
6.2     Melaksanakan aktivitas sesuai layanan baku pemasaran :.............
.

Pengikut

OK Rek