Negara Kesatuan Republik Indonesia - Negara Kita

- Bangsa adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya.
Batik Tulis Prismisima BR05- Negara adalah bentuk organisasi dari masyarakat atau kelompok orang yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan, menyelenggarakan ketertiban, dan menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama.
- Unsur-unsur teoritis berdirinya suatu negara, terdiri dari unsur konstitusif dan unsur deklaratif.

- Tahap-tahap yang merupakan proses terbentuknya negara bagi bangsa Indonesia:
1. Perjuangan pergerakan kemederkaan Indonesia.
2. Proklamasi sebagai pintu gerbang kemerdekaan.
3. Terjadinya NKRI (kemerdekaan RI 17 Agustus 1945).

- Tujuan NKRI tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alenia keempat, antara lain:
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2. Memajukan kesejahteraan umum.
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa.
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

- Fungsi negara, terdiri dari:
1. Melaksanakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
2. Pertahanan.
3. Menegakkan keadilan.
- Keutuhan wilayah suatu negara menentukan berlangsung tidaknya pemerintahan suatu negara.

- Sikap-sikap yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia untuk melindungi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, antara lain:
1. Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan negara di atas pribadi dan golongan.
2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
3. Sanggup dan rela bekorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
4. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
5. Mengembangkan rasa bangga berbangsa dan bertanah air Indonesia.
6. Mengurangi ketegangan dalam segala hal pada negara asing.
7. Meningkatkan kesadaran rakyat akan pentingnya menjaga keutuhan wilayah negara.

- Upaya-upaya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
1. Keikutsertaan rakyat demi menjaga keutuhan NKRI dapat dilakukan melalui bela negara, baik secara fisik maupun nonfisik.
2. Partisipasi dalam menjaga keutuhan NKRI dapat dimulai dari:
a. Lingkungan keluarga.
b. Lingkungan sekolah.
c. Lingkungan masyarakat.

Terima kasih: . Disponsori oleh  Dutapulsa .

Si Ulung Jalanan - Contoh Puisi

Sanak saudara telah tiada
Tinggallah ia sebatang kara
Dengan bekerja disertai do’a
Tuk jalani hidup yang durja
Batik Tulis Prismisima BR02Semangat membara di kobarkan
Sengatan mentari tak di hiraukan
Tetes keringat tak diacuhkan
Tuk mengais mata pencaharian
Berkeliaran di jalanan
Tuk memungut barang buangan
Harga diri rela dikucilkan
Oleh setiap insan…
Yang tamak keduniaan
Beban berat senggulung batu
Di pikul dengan senandung merdu
Di cari tak menentu
Hanya mampu mengangkat bahu
Tuk hadapi hidup yang sendu
Wahai si ulung jalanan…
Apakah ini yang kau harapkan?
Tuk hadapi masa depan
Dengan penuh kesulitan…
Ingin meraih kebahagiaan
Selayak bunga di taman
Bila mengkar tertariklah lawan
Untuk di petik dan disimpan
Ke suatu tempat yang nyaman
Namun semua tak mungkin terjadi
Karna mata pencahariaan sulit di cari
Seakan tak percaya lagi
Dengan kehidupan yang penuh arti
Oh… Tuhan …
Inikah cobaan?
Menjadi si ulung jalanan
Untuk semua insan
Yang mengalami kemiskinan…
Karya: Eni Andriani
Siswi SMP N 1 KOTA BESI
18 Mei 2010
-

Matematika SD- Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat Termasuk Penggunaan Sifat-sifatnya, Pembulatan, dan Penaksiran + Contoh soal dari bank soal


3. Gunakan garis bilangan untuk mengisi soa-soal di bawah ini!
a. n < -5, n bilangan bulat negatif. n = . . . .
b. n > -5, n bilangan bulat negatif. n = . . . .
c. - 8 < n < 8, n bilangan bulat ganjil. n = . . . .
Batik Tulis Serat Kayu BS11

d. -6 < n < 9, n bilangan bulat genap. n = . . . .
e. -10 < n < 10, n bilangan bulat ganjil. n = . . . .
4. Gunakan garis bilangan untuk menjawab soal-soal berikut!
a. 5 satuan sebelah kanan titik -2.
b. 9 satuan sebelah kiri titik 3.
c. 10 satuan sebelah kanan titik -7.
d. 12 satuan sebelah kiri titik 5.
e. 8 satuan sebelah kanan titik -13.
....Selengakapnya.... Matematika SD- Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat Termasuk Penggunaan Sifat-sifatnya, Pembulatan, dan Penaksiran + Contoh soal dari bank soal

: Anak Usia SD Dilanda Stres

Oleh Dr Ir Diah K Pranadji
Peneliti IPB 

Batik Tulis Prismisima BR06Dua puluh tahun lalu, ahli psikologi Amerika, Elkind, memperkenalkan sebuah istilah baru, yakni hurried children, untuk menggambarkan fenomena anak yang dipercepat perkembangannya. Salah satu cirinya adalah anak diberi berbagai aktivitas ekstrakurikuler setiap minggu yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan di bidang akademis, sosial, olahraga, budaya, dan kemampuan psikologi.  

Berbagai aktivitas tersebut dilakukan di bawah pengawasan orang tua.Bukan sekadar untuk bersenang-senang, tetapi lebih diarahkan pada pencapaian tujuan.

Anak-anak masa kini menghadapi apa yang seharusnya menjadi masalah orang dewasa  lebih dini dalam kehidupannya. Tidak seperti anak-anak pada generasi lalu yang memiliki banyak waktu untuk bermain setelah pulang sekolah bersama teman-temannya, anak-anak sekarang sulit untuk mendapatkan waktu seperti itu. Penelitian Imam (2007) melaporkan bahwa sekitar 60 persen anak-anak di Jabodetabek lebih banyak menghabiskan waktunya dengan mengikuti kegiatan les sepulang dari sekolah. 

Salah satu fenomena menarik adalah semakin mudanya usia penderita stres. Jika beberapa tahun yang lalu, stres lebih banyak dialami oleh usia produktif di atas 20 tahun, kini stres banyak diderita oleh anak usia remaja. Bahkan, dalam beberapa kasus, anak-anak diperkirakan telah mengalami stres. Beragam kegiatan yang tak jarang "dipaksakan" orang tua terhadap anak di luar jam sekolah antara lain adalah les privat, les piano, les musik, les kumon, klub olahraga, dan les ngaji.

Fenomena yang tak kalah menariknya adalah riset yang dilakukan tim peneliti dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (Fema),Institut Pertanian Bogor (IPB), Diah K Pranadji dan Nurlaela (2009). Riset di kawasan Bogor itu melaporkan bahwa persentase anak yang masuk sekolah dasar ketika berumur kurang dari enam  tahun cukup besar, yakni sekitar 40 persen. 

Dari penelitian ini juga dilaporkan bahwa gejala stres yang sering kali dialami oleh anak sibuk adalah jantung berdebar kencang dan keras (46,7 persen); merasa sukar berkonsentrasi pada saat melakukan kegiatan (43,3 persen); dan merasa sangat lemas/lesu/tidak memiliki tenaga (43,3 persen); mimpi buruk (33,3 persen); merasa sedih sekali dan ingin menangis (30,0 persen); merasa pegal-pegal pada leher/punggung/bahu (23,3 persen); merasa bingung/takut bila bertemu dengan orang lain (20,0 persen); merasa tidak tenang/tegang/cemas/terancam (20 persen); sering menjatuhkan/memecahkan barang/tersandung/terjatuh (20,0 persen); mengalami sulit tidur/tidak dapat tidur nyenyak seperti biasanya (16,7 persen); merasa tidak memiliki harapan/putus asa (16,7 persen); merasa dipaksa dengan sangat oleh orang lain (tertekan) (16,7 persen); merasa  pusing/sakit kepala tanpa alasan yang jelas (6,7 persen); mengalami perubahan nafsu makan (6,7 persen); dan merasa tidak sabar dan cepat marah tanpa sebab (6,7 persen).

Sebanyak 73,3 persen anak sibuk berada dalam ketegori tingkat stres sedang. Tingkat stres sedang memberi arti bahwa gejala stres kadang-kadang dialami oleh anak. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap tingkat stres anak dalam penelitian ini antara lain adalah jumlah aktivitas di luar sekolah (dalam satu minggu); alokasi aktivitas di luar sekolah; serta alokasi waktu menonton televisi. 
 
Penelitian ini juga melaporkan bahwa alokasi waktu terkait erat dengan persepsi anak terhadap suatu kegiatan. Jika anak menyukai kegiatan tersebut, waktu melaksanakannya tidak terasa lama dan melelahkan. Oleh karena itu, peneliti menyarankan aktivitas di luar sekolah anak sebaiknya beragam jenis dan tidak dilakukan lebih dari satu jam setiap harinya. 

Sebelum menganjurkan untuk melakukan kegiatan di luar sekolah, sebaiknya orang tua menumbuhkan persepsi yang positif dalam diri anak terhadap kegiatan yang akan dilakukannya tersebut. Misalnya, memaparkan manfaat kegiatan tersebut bagi anak 
(menyalurkan hobi, menambah teman, dan sebagainya). Orang tua tidak diperbolehkan menekan atau memaksa anak untuk mengikuti kegiatan di luar sekolah. 

Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa menonton televisi merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengurangi stres anak. Karena itu, tidak apa-apa memberikan kesempatan pada anak untuk menonton televisi. Namun, orang tua sebaiknya mendampingi anak dalam menonton televisi untuk memberikan arahan mengenai tayangan televisi dan supaya anak tidak terlalu lama menonton televisi.

: Selamatkan Anak Indonesia

Batik Tulis Prismisima BR07Hari ini kita memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli. Namun, kita masih dihadapkan pada kenyataan bahwa jutaan anak hingga hari ini masih berjibaku dengan kelamnya kehidupan.

Berdasarkan cacatan yang dikeluarkan Kementerian Sosial, sekitar empat juta anak Indonesia, dalam kondisi telantar, dan 12 juta lainnya dalam kondisi rawan telantar.

Belum lagi masalah gizi buruk, anak jalanan, serta kasus lain yang membuat anak kehilangan hak-haknya. Masih hangat dalam pemberitaan, kita dikejutkan oleh tewasnya seorang bocah, Mohamad Basyir (11 tahun). Ia tewas bunuh diri karena keinginannya bersekolah tak bisa dipenuhi orang tuanya.

Basyir adalah contoh anak-anak telantar yang berasal dari keluarga miskin yang umumnya mengalami putus sekolah. Masih banyak Basyir-basyir lainnya di negeri ini.

Padahal, pendidikan menjadi salah satu cara memutus rantai kemiskinan. Betapa tidak, orang miskin akan melahirkan anak-anak miskin lagi. Sehingga, seperti benang kusut, persoalan kemiskinan tidak pernah selesai.

Masalah lainnya yang membelit masalah anak di Indonesia adalah perdagangan anak (child trafficking), dan pelacuran anak. Kita juga miris tatkala mengetahui semakin tingginya anak-anak yang menjadi korban pornografi akibat maraknya peredaran film-film porno. Belum lagi tingginya angka kematian anak dan bayi, serta anak yang mengalami gizi buruk.

Dua hari lalu kita juga dikejutkan oleh laporan Komisi Perlindungan Anak (KPAI) yang mencatat 10 anak terluka akibat ledakan gas di dalam rumah, dalam kurun waktu empat bulan terakhir. Lagi-lagi anak yang menjadi korban. Salah satunya Rido Januar alias Ido (4 tahun).

Ido dan anak-anak lainnya semestinya memang tidak boleh menjadi korban kesalahan orang dewasa maupun pihak-pihak yang berkepentingan dalam pembangunan. Derita Basyir dan Ido sesungguhnya bukan semata derita keluarganya. Derita mereka adalah derita kita semuanya yang abai terhadap hak-hak anak.

Kita tentu berharap, peringatan rutin tahunan Hari Anak Nasional ini bisa menjadi momentum, termasuk bagi para orang tua dalam memperlakukan buah hatinya. Kita tak ingin kondisi anak-anak Indonesia masih dihiasi potret suram.

Pemerintah juga harus lebih serius memperhatikan dampak pembangunan perkotaan terhadap kondisi anak-anak. Dari hari ke hari, pesatnya pembangunan acap kali mengabaikan hak-hak anak. Misalnya, areal anak-anak tergerus bangunan gedung perkantoran dan perbelanjaan.

Kondisi ini jelas akan membuat anak-anak kehilangan lahan bermain untuk mengekspresikan kemampuannya. Fakta bicara, makin sedikit fasilitas umum dan fasilitas sosial yang didedikasikan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Satu hal yang kita harapkan, pemerintah harus lebih memperhatikan kehidupan anak bangsa. Pemerintah harus lebih responsif terhadap masalah-masalah anak. Peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya peringatan seremonial, tapi harus ada langkah nyata.

Anak-anak adalah masa depan negeri ini. Merekalah mutiara-mutiara harapan bangsa. Saatnya kita lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak bangsa.

: Menguatkan Pendidikan Anak

Oleh M Fathurahman
Batik Tulis Serat Kayu BS02

Hari ini negara Indonesia memperingati Hari Anak Nasional. Hari di mana eksistensi seorang anak diakui secara sah. Sebab, anak adalah anugerah yang sangat penting bagi keberlangsungan sebuah keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.

Dalam bingkai agama dan sosial, anak adalah jiilul-ajyaal (penerus generasi) yang memiliki fungsi penting, yakni meluasnya ajaran agama dan pelestari kehidupan manusia.

Namun demikian, acap kali manusia lupa bahwa kehadiran anak tidak selalu pada posisi qurratul 'ain (penyejuk mata). Tidak jarang ditemukan bahwa kehadiran anak dapat berpotensi menjadi aduwwan wa fitnatan (musuh dan cobaan). Perihal ini telah ditegaskan oleh Allah dalam surah at-Taghabun [64] ayat 14. "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu." 

Dalam ayat berikutnya dijelaskan pula bahwa, "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)." (QS At-Taghabun [64]: 15).

Dari kedua ayat di atas, tampak jelas bahwa betapa pentingnya upaya mendidik dan membesarkan anak dengan berlandaskan agama. Mendidik tidak hanya selesai dengan lulusnya anak dari berbagai jenjang pendidikan. Namun, mendidik dapat dikatakan berhasil manakala orang tua dan guru, mampu menyadarkan anak dari tipu daya duniawi dengan berorientasi pada semangat kehidupan yang abadi (ukhrawi). (QS ad-Dhuha [93]: 4). 

Dalam surah at-Tahrim [66]: 6, dijelaskan: "Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka." Tentang ayat ini, para mufassir telah menyepakati bahwa kewajiban mendidik anak adalah tugas orang dewasa di sekitarnya, meskipun khitab (objek perintah) dalam ayat tersebut seolah hanya kewajiban seorang ayah (suami).

Oleh karenanya, upaya pendidikan menuntut kesungguhan kedua orang tua dalam memberikan penyadaran dan pemahaman, bahwa dunia yang kini ditempati tidak lebih dari sebuah konsep "mataa'ul ghurur" atau perhiasan yang  menipu. Orang tua yang diberikan amanah berupa anak, diwajibkan mendidiknya menjadi anak-anak yang berbakti.

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS al-Furqan [25]: 74).

Karena itu, peringatan Hari Anak Nasional pada setiap 23 Juli, tidak dimaknai hanya sebatas gegap gempita yang bersifat duniawi, namun memiliki substansi lebih, yakni penyadaran dan pendidikan keagamaan. Wallahu a'lam.

: Prestasi Anak Bangsa

Batik Tulis Serat Kayu BS01Persoalan di negeri ini seolah tak ada habisnya. Mulai dari naiknya harga sembako, disusul tidak telitinya pemerintah dalam menaikkan tarif dasar listrik, sampai korupsi yang melibatkan petinggi negara, semuanya terus menjadi sorotan media, baik cetak maupun elektronik.

Tapi, di sela-sela panasnya pemberitaan masalah tersebut, pekan kemarin ada beberapa berita yang menggugah semangat, yakni berita terkait dengan teknologi. Prestasi teknologi yang ditorehkan menyiratkan bahwa negeri kita ini menyimpan potensi sumber daya manusia yang luar biasa.

Berita pertama adalah keberhasilan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi juara pertama dalam Shell Eco Marathon Asia di Malaysia. Mobil yang mereka rancang menjadi juara dalam kategori urban concept dengan bahan bakar bensin. Mobil rancangannya adalah yang teririt di mana satu liter bensin dapat menempuh jarak 237,6 km.

Berikutnya Dr Irwandi Jaswir. Asosiate professor di jurusan Biotechnology Engineering, International Islamic University Malaysia itu, berhasil memperoleh anugerah tertinggi dalam forum ilmiah World Halal Award Research Summit di Kuala Lumpur. Forum tersebut diikuti peneliti dari seluruh dunia terkait industri halal.

Berita lainnya adalah kerja sama antara Indonesia dan Korea untuk membuat jet tempur. Membangun jet tempur bukan perkara mudah karena lebih rumit dari pesawat penumpang. Berarti di sini dibutuhkan orang-orang yang sangat kompeten. Dan, ketika kita sudah masuk di industri ini, berarti kita punya sumber daya yang mumpuni untuk itu.

Sebetulnya jika mau dirinci masih banyak lagi prestasi yang ditorehkan anak bangsa ini di bidang teknologi. Belum lagi generasi penerus yang selama ini hampir tiap tahun menjadi langganan juara olimpiade, baik sains, fisika, matematika, maupun biologi. Ketiga berita itu sepertinya melengkapi daftar sumber daya manusia yang hebat di negara ini.

Tapi, tampaknya prestasi-prestasi tersebut tenggelam. Bukan saja tenggelam dalam pemberitaan, tapi yang lebih mengenaskan adalah tenggelam dalam arus pusaran birokrasi yang tidak mampu mengoptimalkan sumber daya manusia tersebut. Begitu banyak prestasi, tapi ketika masuk dalam sebuah sistem, prestasi individu itu hilang.

Begitu banyak manusia-manusia pintar di negeri ini yang tidak memperoleh tempat untuk mengembangkan ilmunya dan juga tidak memperoleh penghargaan selayaknya sehingga mereka mencarinya di negeri seberang. Kita ingat bagaimana dulu IPTN 'dibumihanguskan' sehingga banyak karyawan pintar pindah kerja ke luar negeri.

Tidak beda dengan siswa peraih juara olimpiade. Ada di antara mereka ditolak masuk perguruan tinggi. Beberapa di antaranya masuk, tapi tetap harus membayar uang kuliah. Sementara negeri seberang, justru memberikan beasiswa dengan persyaratan setelah lulus bekerja di negara tersebut dalam waktu tertentu. Kelak, negara itu memiliki pekerja yang mumpuni.

Indonesia memiliki banyak orang berprestasi. Namun sayang, prestasi itu sifatnya masih individu. Semestinya pemerintah bisa membuat sebuah sistem agar semua prestasi individu tersebut terkelola dengan baik sehingga bisa disinergikan dengan kepentingan nasional. Kita bangun negeri ini dengan kekuatan sumber daya manusia kita sendiri.

Alat Peredaran Darah Manusia + Latihan Soal IPS dari bank Soal

Gendongan Bayi dari Batik lembutKerjakanlah soal-soal berikut.


1. Apakah darah itu?
2. Apa kandungan darah itu?
3. Apakah pembuluh darah itu?
4. Tuliskan fungsi darah, jantung, dan peredaran darah manusia.
Batik Tulis Serat Kayu BS03



Darah merupakan cairan yang berfungsi menghantarkan zat-zat makanan dan oksigen ke seluruh tubuh kita. Ketika kamu bernapas, kamu menghirup oksigen. Oksigen dialirkan oleh darah dari paru-paru ke jantung, kemudian ke seluruh tubuh. Selain itu, darah menjaga tubuh kita dari kuman-kuman penyakit.

1. Darah
Kamu telah mempelajari bahwa darah mengedarkan oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh tubuhmu.
Apakah darah itu? Jika kamu terluka, biasanya tubuh mengeluarkan darah yang berwarna merah. Apakah darah hanya berwarna merah? Ternyata darah yang kamu lihat adalah cairan yang di dalamnya terdapat milyaran sel-sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
Volume darah seseorang yang sehat adalah 1/13 dari berat tubuhnya. Berapakah berat tubuhmu?
Hitung volume darah yang terdapat dalam tubuhmu.

2. Penggolongan Darah
Apakah golongan darahmu? Golongan darah dibagi menjadi golongan A, B, AB, dan O. Golongan darah O disebut donor universal karena dapat mendonorkan darah kepada semua orang dengan golongan darah lain.
Golongan darah AB disebut resipien universal karena dapat menerima darah dari golongan darah A, B, AB, dan O. Donor adalah orang yang memberi darah, sedangkan resipien adalah orang yang menerima darah.

3. Pembuluh Darah
Pembuluh darah adalah saluran yang dilalui darah. Pem buluh darah ada tiga, yaitu pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler.
a. Pembuluh Nadi (Arteri)
Darah yang keluar dari jantung akan melalui pembuluh nadi. Darah yang keluar dari jantung tersebut banyak mengandung oksigen.
b. Pembuluh Balik (Vena)
Pembuluh balik merupakan pembuluh yang membawa atau mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung.
c. Pembuluh Kapiler
Pembuluh darah yang sangat halus dengan dinding yang sangat tipis dan berpori. Pembuluh ini merupakan bagian ujung dari pembuluh arteri dan vena. Pembuluh halus berfungsi sebagai tempat pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida.

4. Jantung
Di manakah letak jantungmu? Jantungmu terletak di bagian kiri rongga dadamu. Ukuran jantung sangat kecil. Ukuran jantung orang dewasa kira-kira sebesar satu kepal tangan orang dewasa.
Jantung terdiri atas empat ruang, yaitu serambi (kanan dan kiri) dan bilik (kanan dan kiri). Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Jantung memiliki otot yang tebal dan kuat. Otot yang tebal berkaitan dengan fungsinya untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Bagaimana darah dapat beredar ke seluruh tubuh? Darah dapat beredar melalui sistem peredaran darah. Darah beredar di dalam tubuh melalui dua sistem peredaran darah, yaitu
a. Peredaran darah kecil, yaitu peredaran darah dari jantung menuju paru-paru, kemudian kembali lagi ke jantung. Darah yang menuju paru-paru mengandung karbon dioksida, sedangkan darah yang kembali ke jantung mengandung banyak oksigen.
b. Peredaran darah besar, yaitu peredaran darah dari jantung menuju ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung.

Pentingnya keterbukaan untuk memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa

    Negara Republik Indonesia telah tergalang kesatuannya sejak 17 Agustus 1945. Negara kita, dari sabang sampai merauke tidak dapat dipisahkan. Selama bangsa Indonesia masih mengakui UUD 1945 dan pancasila sebagai dasar negara, maka persatuan dan kesatuan bangsa akan senantiasa tetap terjaga. Indonesia terbentang pada 6° LU - 11° LS dan 95° BT - 141° BT.
Batik Tulis Gurik BG09

Wilayah Indonesia terdiri dari ribuan pulau serta beragam suku, budaya, tradisi, dan adat istiadat. Meski demikian, itu bukanlah suatu penghalang terciptanya persatuan dan kesatuan. Selat dan laut sebagai penghubung antar pulau menjadi satu tanah air, yaitu prinsip negara kesatuan (archipelago). Prinsip ini menjelaskan bahwa negara kita yang terdiri dari ribuan pulau dihubungkan oleh perairan dan laut sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh, dimana sesuai dengan isi Deklarasi Juanda : Laut teritorial diukur dari tepi pantai sejauh 12 mil laut. Berdasarkan Ordonansi Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim tahun 1939, negara kita hanya 3 mil laut dari pantai tiap pulau ketika air laut surut. Oleh karena itu, pulau-pulau di Indonesia dikelilingi laut teritorial hanya 3 mil laut. Akibatnya selebihnya dari itu terdapat laut bebas yang memberi peluang pihak asing untuk mengambil hasil kekayaan laut lepas antar pulau-pulau Indonesia. Akhirnya pemerintah memutuskan menggunakan konsep baru yang lebih menguntungkan yaitu Deklarasi Juanda, pada 13 desember 1957, yang menetapkan luas laut teritorial Indonesia sejauh 12 mil laut diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik terluar dari pulau-pulau terluar milik Indonesia dengan jarak 12 mil laut dan menggunakan konsep negara kepulauan atau wawasan nusantara.
Konsep ini menegaskan bahwa negara kepulauan merupakan satu kesatuan wilayah yang utuh, yang batas-batasnya ditentukan oleh laut dalam suatu lingkungan yang terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau yang dihuni oleh beragam suku bangsa dan adat istiadat. Perbedaan itu digambarkan dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yaitu berbeda-beda namun tetap satu jua. Beragam dialek pun bukan pemicu terjadinya perpecahan, namun justru sebagai pendorong terciptanya bahasa persatuan. Keterbukaan diperlukan agar kita dapat menyerap berbagai kelebihan dan kekurangan kita, sehingga kita dapat mengevaluasi diri dan saling menghargai perbedaan lain yang ada. Kita tidak perlu chauvinisme yaitu terlalu membanggakan suku bangsa sendiri dan meremehkan suku lain.
Berbagai hal yang masuk dan kita terima merupakan sesuatu yang dapat meningkatkan budi pekerti kita dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia menjadi manusia yang berpengetahuan dan berteknologi, yang mampu membawa kemajuan bangsa. Kongres pemuda menghasilkan sumpah pemuda karena kesadaran akan kesatuan wilayah Indonesia. Dan ini menjadi modal utama bagi Indonesia untuk memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa. Kerja sama antar negara diperlukan karena tiap negara saling menerima, membutuhkan, dan memberi untuk kepentingan nosional masing-masing yang berguna untuk kesejahterahan rakyatnya.
Ada 2 macam kerjasama, antara lain : bilateral dan multilateral. Kerja sama bilateral adalah kerjasama antara 2 negara, yang dapat berbentuk politik, dagang, perbatasan, keamanan, dan sebagainya. Kerja sama multilateral adalah kerja sama yang dilakukan oleh beberapa negara. Contohnya : PBB, ASEAN, dan OPEC. Kerjasama dalam segala bidang dapat terwujud bila tiap negara memiliki keterbukaan. Keterbukaan memang penting bagi tiap individu suatu negara

: Mendidik Anak


1. Muliakanlah hidup anak anda dengan nama panggilan yang baik. Nama panggilan yang kurang baik akan menyebabkan anak anda malu dan merasa rendah diri.(Dalam Islam sendiri nama panggilan yang baik adalah digalakkan).
Batik Tulis Gurik BG10
2. Berikan anak anda pelukkan setiap hari (Kajian menunjukkan anak yang dipeluk setiap hari akan mempunyai kekuatan IQ yg lebih kuat daripada anak yang jarang dipeluk)
3. Pandanglah anak anda dengan pandangan kasih sayang (Pandangan ini akan membuatkan anak anda lebih yakin diri apabila berhadapan dengan orang di sekitarnya)
4. Berikan peneguhan setiap kali anak anda berbuat kebaikan (Berilah pujian, pelukkan, ciuman, hadiah atau pun sekurang-kurangnya senyuman untuk setiap kebaikan yang dilakukannya).
5. Janganlah mengharapkan anak anda yang belum matang itu melakukan sesuatu perbuatan baik secara berterusan, mereka hanya kanak-kanak yang sedang berkembang. Perkembangan mereka membuatkan mereka ingin mengalami setiap perkara termasuk berbuat silap.
6. Apabila anda berhadapan dengan masalah kerja dan keluarga, pilihlah keluarga (Seorang penulis menyatakan anak-anak terus membesar. Masa itu terus berlalu dan tak akan kembali).
7. Di dalam membesarkan dan mendidik anak-anak, janganlah anda mengeluh. Keluhan akan membuatkan anak-anak merasakan diri mereka beban.
8. Dengarlah cerita anak anda, cerita itu tak akan dapat anda dengarkan lagi pada masa akan datang. (Tunggu giliran anda untuk bercakap. Ini akan mengajar anak anda tentang giliran untuk bercakap)
9. Tenangkan anak anda setiap kali mereka memerlukannya.
10. Tunjukkan kepada anak anda bagaimana cara untuk menenangkan diri. Mereka akan menirunya.
11. Buatkan sedikit persediaan untuk anak-anak menyambut hari jadinya. Sediakanlah hadiah hari jadi yang unik walaupun harganya murah. Keunikan akan membuatkan anak anda belajar menghargai. (Anak-anak yang datang dari lingkungan keluarga yang menghargai akan belajar menghargai orang lain).
12. Kemungkinan anak kita menerima pengajaran bukan pada kali pertama belajar. Mereka mungkin memerlukan kita mengajar mereka lebih daripada sekali.
13. Luangkanlah masa bersama anak anda diluar rumah, peganglah tangan anak-anak apabila anda berjalan dengan mereka. Mereka tentu akan merasa kepentingan kehadiran mereka dalam kehidupan anda suami isteri.
14. Dengarlah mimpi ngeri anak-anak anda. Mimpi ngeri mereka adalah begitu real dalam dunia mereka.
15. Hargailah permainan kesayangan anak anda. Mereka juga dalam masa yang sama akan menghargai barang-barang kesayangan anda. Hindari dari membuang barang kesayangan mereka walaupun sudah rusak. Mintalah ijin mereka terlebih dahulu sebelum berbuat demikian.
16. Janganlah membiarkan anak-anak anda tidur tanpa ciuman selamat malam.
17. Terimalah yang kadang kala anda bukanlah ibu bapa yang sempurna. Ini akan mengurangkan stress menjadi ibu bapa.
18. Jangan selalu membawa beban kerja sehari-hari ke rumah. Anak-anak akan belajar bahwa pekerjaan selalu lebih penting daripada keluarga.
19. Anak menangis untuk melegakan keresahan mereka tetapi kadangkala cuma untuk sound effect saja. Bagaimanapun dengarilah mereka, dua puluh tahun dari sekarang anda pula yang akan menangis apabila rumah mula terasa sunyi. Anak-anak anda mula sibuk mendengar tangisan anak mereka sendiri.
20. Anak-anak juga mempunyai perasaan seperti anda.
Allah SWT berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
(QS. At Tahrim: 6).
Rosululloh SAW bersabda :
"Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak shaleh yang mendo'akannya." (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)

Contoh Puisi Anak: TANGIS ANAK, Angin Ingin Merindumu,

TANGIS ANAK
(Widodo Judarwanto)

Batik Tulis Gurik BG11Tangis anak bukan sekedar jeritan
Tangis anak adalah ketidak berdayaan jiwa mengungkapkan dahaga
Adalah ketidakmampuan raga menggapai asa
Adalah ketidakbisaan tubuh mengekspresikan rasa

Tangis anak bukan sekedar kebisingan
Jangan disikapi kesal, ketika letih mendera
Jangan dianggap beban, ketika peluh bercucuran
Jangan direspon amarah, ketika emosi melanda
Jangan biarkan, tangis anak adalah saatnya kelembutan menyentuh jiwanya

Tangis anak bukan sekedar keberisikan
Tangis anak adalah kepolosan yang tidak bisa dipungkiri
Jangan anggap hanya karena bau tangan
Jangan anggap hanya biangnya kecengengan
Jangan anggap hanya karena latihan fisik paru-paru
Jangan biarkan, tangis anak adalah waktunya belaian sayang merambah tubuhnya

Tangis anak bukan sekedar kegaduhan
Bila tangis anak memekakkan gendang telinga
Segera tunda apapun gerak yang kamu lakukan
Segera henti apapun nikmat yang kamu alami
Segera akhiri apapun kepentingan duniawi yang kamu tunaikan

Jangan biarkan, tangis anak adalah waktunya perhatian segera ditumpahkan
Tangis anak bukan sekedar lengkingan
Tangis anak adalah kejujuran alami yang tidak bisa dibohongi
Suara itu adalah saatnya dahaga harus dibasahi
Desahan itu adalah waktunya dekapan hangat diberikan
Teriakan itu adalah saatnya kenyamanan harus terpenuhi

Tangis anak adalah hak anak yang paling sederhana
Bila kamu pungkiri,
Bagaimana mungkin kamu bisa memenuhi hak anak lainnya


Sumber : Wikimu ”Contoh Puisi anak”

Angin Ingin Merindumu

Aku ingin merindumu pada sungai yang mengalir
kubiarkan pikiranku hanyut dalam gelombangmu
melewati lembah-lembah berliku kenangan dan peristiwa
betapa panjang puisi yang harus kulayarkan hingga muara
tetapi bayangmu berkilauan memperindah aliran kata.

Aku ingin merindumu pada sungai sebening kaca
tempatku bercermin tentangmu dari waktu ke waktu
kamu nampak cantik di sepanjang hidupku
seperti dulu aku mencintaimu seperti sekarang tanpa akhir
seperti sungai, cinta tak perlu alasan untuk terus mengalir.

Sumber : Google ”Contoh puisi Remaja”

: Pendidikan Pasca-UU BHP

Oleh Azyumardi Azra

Batik Tulis Prismisima BR01

Banyak masyarakat merasa lega dengan pembatalan UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada 31 Maret lalu. UU BHP tersebut sejak awalnya kontroversial dan ditentang banyak kalangan: dari kelompok mahasiswa; orang tua mahasiswa; organisasi swasta penyelenggara pendidikan, khususnya perguruan tinggi (PT); lingkungan pesantren; dan berbagai kalangan pemangku kepentingan (stakeholders ) lainnya.

MK ternyata sependapat dengan para pemangku kepentingan menentang UU BHP. Karena, MK melihat bahwa UU itu pada dasarnya adalah upaya penyeragaman kelembagaan pendidikan, mulai yang negeri dan swasta yang sepanjang sejarah beragam. Walaupun beragam dan kebanyakan hidup secara pas-pasan, mereka telah memberikan kontribusi yang tidak bisa diabaikan terhadap kemajuan pendidikan dan tentu turut mencerdaskan anak-anak bangsa.

Lebih jauh, MK juga memahami pandangan para penentang bahwa UU BHP juga merupakan legalisasi privatisasi dan komersialisasi pendidikan, khususnya perguruan tinggi negeri (PTN). Gejala itu sudah terlihat dalam dasawarsa terakhir ketika berbagai PTN, baik yang sudah menjadi BHMN maupun yang non-BHMN, memperkenalkan peningkatan pembiayaan pembelajaran melalui macam-macam skema yang harus dibayar masyarakat.

Kita masih harus menunggu respons dan langkah konkret Kemendiknas, Dikti, PTN BHMN, dan PTN lain yang sedang menyiapkan diri menjadi BHP atau bahkan BLU. Satu hal sudah pasti, para pemangku kepentingan berharap, langkah para pihak ini mengandung substansi yang sama dengan UU BHP yang telah dibatalkan tersebut.

Bagaimanapun pendidikan, termasuk pendidikan tinggi, merupakan bagian dari usaha untuk mewujudkan  public good , kebajikan publik. Maksud dari kebajikan publik adalah pendidikan bertujuan membangun generasi bangsa yang unggul dalam iptek dan imtak. Kebajikan publik itu lebih jauh terlihat dalam perincian tujuan-tujuan ideal pendidikan untuk menghasilkan anak bangsa yang menguasai ilmu dan keterampilan; memiliki karakter sesuai jati diri bangsa; dan siap menghadapi tantangan globalisasi. Semua ini adalah tujuan mulia untuk mewujudkan  public good yang mestinya merupakan tanggung jawab negara, bukan mengalihkannya kepada masyarakat.

Untuk tingkat dasar dan menengah, pembiayaan pendidikan sepenuhnya dipikul pemerintah. Akan tetapi, ini hanya berlaku untuk sekolah/madrasah negeri, tidak untuk sekolah swasta. Bahkan, untuk sekolah/madrasah negeri, bukan rahasia lagi, masyarakat masih juga harus mengeluarkan berbagai biaya tambahan yang bisa disebut 'tidak resmi' atau 'setengah resmi', baik ketika memasukkan anak maupun selama si anak  menempuh pendidikannya sampai tamat. Jadi, jika ada pernyataan 'pendidikan gratis', itu hanya mungkin mencakup SPP dan tidak biaya-biaya lainnya.

Sedangkan, untuk pendidikan tinggi, pemerintah cenderung memberlakukan prinsip 'otonomi'. dalam hal ini, PTN dapat mengambil berbagai kebijakan menyangkut pembiayaan. Apalagi, dalam kenyataannya selama ini, dana yang disediakan APBN tidak pernah memadai untuk menutupi pembiayaan yang mesti dikeluarkan PTN. Hasilnya, mereka harus menggali sumber-sumber dana yang mungkin untuk memenuhi biaya operasional, khususnya melalui mahasiswa. Lebih dari itu, banyak PTN juga berusaha menggalang dana guna peningkatan kesejahteraan dosen dan karyawan karena gaji yang disediakan pemerintah tidak cukup untuk membuat mereka sejahtera.

Dalam konteks itu, pencabutan UU BHP mendatangkan dilema yang sulit bagi dunia pendidikan kita, khususnya sekolah/madrasah negeri. Pada satu pihak, pemerintah tetap tidak atau belum mampu menyediakan anggaran memadai untuk terselenggaranya pendidikan sehari-hari, apalagi pendidikan berkualitas tinggi yang kompetitif. Memang, terjadi peningkatan anggaran sampai 20 persen dari APBN (termasuk gaji), tetapi pertambahan dana itu belum mampu, misalnya, membuat gedung sekolah yang tidak reot atau roboh. Dengan kata lain, peningkatan anggaran pendidikan ternyata tidak serta-merta membuat fasilitas dan proses pembelajaran kian meningkat pula.

Pada pihak lain, sekolah/madrasah dan PTN usai pencabutan UU BHP agaknya tidak lagi terlalu bebas melakukan berbagai pungutan, yang diharapkan dapat menutup kekurangan anggaran, kecuali lembaga-lembaga pendidikan ini melakukan berbagai trick atau skema tertentu yang membuat peserta didik membayar pungutan-pungutan tersebut. Di tengah pergulatan seperti ini, persoalan peningkatan mutu cenderung terlupakan sehingga pendidikan kita tetap tidak kompetitif di tengah persaingan global yang kian keras.

: MUKTAMAR MUHAMMADIYAH

Oleh Azyumardi Azra

Batik Tulis Gurik BG12

Muhammadiyah kembali bermuktamar pada 3-8 Juli 2010 ini di Yogyakarta yang sekaligus merupakan muktamar 100 tahun menurut perhitungan kalender Hijriyah. Organisasi yang didirikan pada 1912 di Yogyakarta oleh KH Ahmad Dahlan dan kawan-kawannya kini 'kembali ke Yogya', mulai dari sekadar organisasi lokal di Yogya, yang segera meluas ke seluruh nusantara dengan berbagai anak organisasi dan lembaga amal usahanya. 

Dalam pengamatan saya, baik di Indonesia sendiri maupun di negara-negara Muslim lain, Muhammadiyah merupakan organisasi dakwah dan pendidikan terbesar di seluruh dunia Muslim. Tidak ada organisasi Islam lainnya yang memiliki demikian banyak lembaga pendidikan-sejak dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Keberhasilan Muhammadiyah dalam bidang ini terlihat, misalnya, dari kemegahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, tempat utama penyelenggaraan muktamar. Masih banyak lagi kampus universitas dan pendidikan Muhammadiyah yang tidak kurang megahnya.

Meski Muhammadiyah telah turut memberikan banyak kontribusi kepada umat dan bangsa melalui berbagai amal usahanya, jelas tantangan Muhammadiyah yang dihadapinya hari ini dan ke depan tidak semakin ringan. Sebaliknya, justru semakin berat karena kompleksitas masalah yang dihadapi umat dan bangsa juga kian beragam dan rumit. Karena itu, kian tidak mudah memecahkannya. Sebab itu, usaha Muhammadiyah menghadapi dan memberikan respons terhadap berbagai masalah tersebut tidak lagi cukup dengan paradigma lama yang selama ini dipegang Muhammadiyah, tetapi memerlukan berbagai bentuk respons dan terobosan baru. Dalam konteks ini, Muhammadiyah yang merupakan organisasi tajdid bahkan memerlukan pembaruan (tajdid) dalam dirinya sendiri. Tajdid yang diperlukan Muhammadiyah dewasa ini dan ke depan mesti mencakup berbagai aspek organisasi, sejak dari pandangan dunia keagamaan sampai praksis amal usaha sehari-hari. 

Dalam pandangan dunia keagamaan misalnya, Muhammadiyah sejak masa kelahirannya mengusung paham tentang tajdid berupa pemurnian pemahaman dan praktik keIslaman dari bid'ah, khurafat, dan takhayul, yang dalam istilah Muhammadiyah disebut TBC. Berkat dakwah dan pendidikan, banyak TBC terlihat menghilang, tetapi masih terdapat pemahaman dan praktik keislaman yang jika dipandang secara sempit boleh jadi masih dapat dipandang sebagian kalangan Muhammadiyah sebagai TBC.

Berhadapan dengan realitas tersebut, di kalangan Muhammadiyah terdapat mereka yang menggunakan perspektif sangat ketat dan rigid tentang TBC. Karena itu pula, masih terdapat atau muncul kembali kesan di kalangan Muslim Indonesia bahwa Muhammadiyah menganut paham keagamaan Wahabiyah. Dalam sebuah diskusi dengan mahasiswa-mahasiswa Universitas al-Azhar Kairo pada 19 Juni 2010, ada mahasiswa yang mempertanyakan apa beda paham keagamaan Muhammadiyah dengan Wahabiyah karena dalam pengamatannya terlihat kemiripan-kemiripan tertentu.

Memang, Muhammadiyah dan Wahabiyah sama-sama menganut paham Salafiyah. Mereka memandang bahwa Islam yang paling murni adalah Islam yang dipraktikkan kaum Salaf, yakni para sahabat Nabi SAW dan tabiin. Islam  sesudah Salaf telah tercemar pemahaman dan praktik TBC. Karena itu, harus dimurnikan kembali dan pada saat yang sama juga hanya memegangi Alquran dan hadis sahih Mutawatir.

Meskipun memiliki kesamaan seperti itu, jalan yang ditempuh Muhammadiyah dalam pemurnian Islam sangat berbeda dengan Wahabiyah. Yang terakhir ini, di bawah komando pendirinya Muhammad ibn 'Abd al-Wahhab, tidak segan-segan menggunakan kekerasan. Sebaliknya, Muhammadiyah menempuh dakwah dan pendidikan. Dengan pencerahan dakwah dan peningkatan pengetahuan, umat dapat memahami dan mempraktikkan Islam yang murni tersebut. Dengan kata lain, pendekatan yang dianut Muhammadiyah selama ini adalah damai belaka.

Pendekatan damai dan toleran itu, bagi sebagian kalangan Muhammadiyah, dianggap kian kurang atau tidak efektif dalam melakukan perubahan dan pemurnian. Karena itu, terjadi gejala peningkatan literalisme paham keagamaan yang bukan tidak pula disertai sikap keras, kaku, dan tidak toleran di lingkungan Muhammadiyah.

Gejala dan kecenderungan seperti ini sangat boleh jadi memengaruhi perjalanan Muhammadiyah ke depan. Secara historis dan sosiologis, gejala-gejala seperti itu terlihat tidak pernah mendapat ruang besar dalam masyarakat Indonesia. Jika kita boleh menganjurkan, Muktamar Muhammadiyah kali ini perlu memperteguh kembali pemahaman dan sikap keagamaan yang damai, toleran, dan washatiyyah-jalan tengah.

Pengikut

OK Rek