Indonesia Raya

...... Selengkapnya--Indonesia Raya

Indonesia juga merupakan Negara Kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau yang jumlahnya mencapai 17.580 pulau. Bangsa Indonesia terdiri atas lebih dari 300 suku bangsa atau golongan etnis, misalnya suku Aceh, Gayo, Batak, Minangkabau, dan Melayu di Pulau Sumatera; suku Jawa, dan Sunda di Pulau Jawa, dan sebagainya. Tiap daerah mempunyai ciri sendiri, sehingga mengakibatkan keanekaragaman. Bahasa yang digunakan tiap daerah juga bermacam-macam, misalnya Orang Tapanuli berbahasa Batak, orang Nias berbahasa Nias, dan masih banyak lainnya. Ada juga berbagai macam lagu daerah (Apuse, Ambon manise, dll), alat musik daerah (Kolintang, Angklung, dll), tarian daerah (Serimpi, Pendet, dl), makanan khas (Rujak cingur Jawa Timur, Gudeg Jogja, dll), pakaian adat, rumah adat, dan masih banyak lagi yang lainnya. Walaupun terdapat bermacam-macam suku dan budaya, bangsa Indonesia tetap bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda namun tetap satu jua.

Indonesia juga terkenal  memiliki kekayaan alam. Kekayaan alam yang dimiliki terdiri dari obyek wisata, hamparan hutan, daerah pertambangan, tanah pertanian dan lain-lainnya. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi yang besar. Barang tambang di Indonesia juga ada Batu bara, Tembaga, Bauksit, Bijih besi, Timah, Aspal, Intan, Nikel, dan banyak lagi lainnya. Hasil pertanian Indonesia adalah Padi, Jagung, Kacang kedelai, Kacang hijau, dan Sayur-sayuran. Hasil hutannya berupa Kayu, Rotan, Damar, Gambir, dan sebagainya. Hasil perikanannya adalah Ikan kakap, bandeng, Udang, Kerang, Tongkol, Tengiri, dan lain sebagainya. Obyek wisata Indonesia yang terkenal adalah Pantai Kuta di Bali dan Candi Borobudur di Jawa Tengah. Ada juga Gunung Bromo di Jawa Timur, TMII di Jakarta, Tangkubanperahu di Jawa Barat, Pantai Carita di Banten, Candi Prambanan di Yogyakarta, Danau Toba di Sumatra Utara, dan banyak lagi lainnya.  

: Jujur Satu Putaran

Hari ini ujian nasional (UN) untuk siswa sekolah menengah atas (SMA) dimulai lagi. Seminggu sesudah ini baru dilaksanakan UN untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP). Apa yang ada di benak kita soal UN? Seperti tahun-tahun sebelumnya, masalah UN selalu dipenuhi hiruk pikuk pro dan kontra. Sejak Mendiknas M Nuh memutuskan untuk meneruskan tradisi yang telah dilakukan oleh Mendiknas sebelumnya, UN tetap saja pada posisi dilematis. Sebagian praktisi dan pengamat pendidikan menilai kebijakan ini keliru, tetapi untuk sebagian lainnya adalah perlu. Antara keliru dan perlu seperti tak ada jalan tengah. 

Keluarnya keputusan Mahkamah Agung terkait dengan pelaksanaan ujian nasional menambah jelas posisi antara keliru dan perlu. Pemerintah, seperti biasa bertahan habis-habisan membela kebijakan UN yang secara program sudah baku dan dana untuk itu telah tersedia. Meskipun pihak Kementerian Pendidikan Nasional telah melakukan peninjauan kembali terhadap keputusan MA tersebut, dapat dipastikan sekolah akan tetap memiliki posisi yang sangat dilematis. Alasannya sangat sederhana, yaitu jika sekolah menolak UN, artinya secara internal mereka harus mempersiapkan mekanisme evaluasi yang memadai sehingga anak-anak tetap akan memperoleh ijazah akhir kelulusan. Tetapi jika menerima UN, mereka juga harus bersiap dengan tekanan soal target kelulusan yang biasanya dipatok pihak dinas pendidikan masing-masing. 

Posisi sekolah, dalam bahasa Berube (2004) terjebak antara belum terpenuhinya unsur kesetaraan finansial dan kemandirian kapasitas yang dibalut oleh kesewenang-wenangan aturan yang dibuat oleh pemerintah. Meskipun demikian kita perlu mengapresiasi Mendiknas yang mengubah skenario UN kali ini dengan memasukkan ujian ulangan bagi mereka yang gagal di ujian pertama. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada para siswa untuk kembali belajar agar lulus di ujian kedua. Selain itu Mendiknas juga rajin mengampanyekan agar UN dilakukan dengan jujur, dan meminta semua aparat kementerian pendidikan di tingkat kabupaten dan provinsi untuk menandatangani pakta integritas kejujuran tersebut. 

Pakta integritas kejujuran ini, bagi sebagian orang, membenarkan indikasi adanya ketidakjujuran dalam praktik UN. Tetapi yang paling mendasar dari itu semua adalah, mengapa tuntutan jujur itu hanya ditimpakan kepada birokrasi saja? Mestinya Mendiknas mengingatkan bahwa praktik kejujuran itu harus berlangsung dalam proses pembelajaran, bukan dalam proses ujian semata. Kejujuran dalam proses pembelajaran bermakna bahwa guru, kepala sekolah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya peduli pada bakat dan minat siswa yang berbeda-beda. Karena itu proses pembelajaran yang jujur sesungguhnya bermuara pada pemahaman tentang pentingnya memberikan kepercayaan kepada guru dan siswa untuk menilai dan mengevaluasi capaian dan kebutuhan masing-masing individu siswa. 

Kejujuran dalam proses pembelajaran harus menjadi rangkaian perubahan sikap manajemen sekolah untuk merumuskan sendiri visi dan misi sekolah yang sesuai dengan kesadaran lingkungan dan tujuan masyarakat sekitarnya. Dalam banyak literatur tentang pentingnya pengujian dan standardized test seperti UN, Thompson (2001) mengingatkan bahwa visi yang paling mendasar adalah berkaitan dengan equity; baik dalam terminologi kesempatan (opportunity) maupun hasil (outcomes). Problemnya dengan UN kita adalah bahwa pemerintah belum secara maksimal menganalisis dan meriset dengan baik aspek equity tersebut dalam konteks menyiapkan standar minimum yang harus dipenuhi. 

Hak dasar ini menjadi penting dalam rangka memperbaiki logika yuridis pemerintah dalam menerjemahkan 'pencapaian standar nasional' pendidikan kita. Dalam bahasa Elmore and Fuhrman (2001), pemerintah harus secara teliti dan bijaksana memberikan advokasi dan pendampingan secara benar kepada seluruh sekolah untuk memperbaiki sendiri performansi mereka secara bertahap dan bertanggung jawab, untuk dan dalam rangka menanamkan kejujuran dalam proses belajar-mengajar. 

Untuk saat ini, marilah kita awasi sekaligus kritisi perilaku birokrasi pendidikan dan manajemen sekolah kita ketika UN berlangsung. Di beberapa daerah yang Edu kunjungi dalam sebulan terakhir ini, birokrasi pendidikan kita setuju jika proses UN harus jujur. Namun, beberapa dinas pendidikan secara 'nakal' menerjemahkan proses UN secara jujur cukup satu putaran saja, persis seperti proses kampanye pemilihan presiden beberapa waktu lalu. Artinya, jika di UN pertama hasilnya kurang memuaskan bagi siswa-siswi di daerahnya, mereka akan 'menurunkan' tensi jujur tersebut pada UN kedua. Walhasil? Semoga jujur satu putaran tidak akan pernah terjadi. 


Ahmad Baedowi

: Kejujuran Ujian Nasional

Besok, 22-26 Maret, ujian nasional (UN) untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) dimulai. Pekan berikutnya menyusul untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan beberapa pekan kemudian dilanjutkan untuk tingkat sekolah dasar (SD).

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kontroversi tentang UN kali ini relatif sepi, tidak sehangat dulu. Barangkali sudah banyak yang putus asa untuk memperjuangkan pemikirannya bahwa UN tidak perlu dilaksanakan. Atau, barangkali pula sebagian sudah memaklumi bahwa UN memang dibutuhkan agar tak terjadi ketimpangan pendidikan.

Banyak sekolah yang mempersiapkan diri dengan baik agar murid-muridnya nanti bisa lulus semua dalam UN nanti. Sebagian besar dari mereka memberikan pelajaran tambahan, khususnya pada pelajaran yang diujikan kepada siswanya. Biasanya, pelajaran tambahan itu diberikan pada sore hari setelah bubaran resmi sekolah.

Para siswa pun secara sendiri-sendiri juga mencoba menyiapkan diri secara matang, seperti mengikuti bimbingan tes di lembaga tertentu. Ada juga yang mengundang guru privat ke rumahnya. Tak jarang, meskipun sudah memperoleh pelajaran tambahan di kelas, mereka masih ikut bimbingan tes.

Jika efek seperti itu sudah menyebar di seantera pelosok Indonesia, tentu saja menggembirakan. Setidaknya, salah satu tujuan UN tercapai, yakni memaksa siswa untuk bekerja keras melalui belajar. Tidak peduli mereka yang pintar atau tidak, tak peduli di Jakarta atau Papua, semua dipaksa untuk belajar agar bisa lulus.

Belajar keras seperti itu juga wujud perbaikan mental siswa. Pada saat awal dilaksanakan UN, gairah untuk belajar keras belum terasakan. Justru, yang kelihatan adalah usaha agar mereka memperoleh bocoran soal. Guru-guru pun sebagian tak lepas dari upaya-upaya yang tidak sehat, seperti membocorkan soal demi kelulusan anak didiknya.

Jargon yang kini digemakan adalah 'Prestasi Yes, Jujur Harus'. Maksudnya, raihlah prestasi, raihlah kelulusan dengan kejujuran. Bukan hanya siswa yang dituntut jujur, tetapi juga para guru. Jangan karena kasihan dengan anak didiknya, guru menjadi tidak jujur. Jangan karena menjaga gengsi agar semua murid lulus, guru menjadi tidak jujur.

Pemerintah sendiri sudah mengantisipasi kecurangan dengan membuat prosedur operasional standar (POS). Dari situ, kemudian dibentuk Tim Pemantau Independen (TPI) yang disebar ke setiap sekolah. Bahkan, mereka juga melibatkan aparat kepolisian untuk mengawasi, mulai dari pencetakan soal, distribusi, sampai pelaksanaan di sekolah.

Antisipasi tersebut jelas berbiaya mahal, tapi itulah yang harus dilakukan agar pelaksanaan UN ini bisa berjalan dengan mulus tanpa ada kecurangan. Seandainya semua mau berlaku jujur dan malu berbuat tidak jujur, sebetulnya tidak perlu membentuk tim yang melibatkan banyak pihak tersebut sehingga biayanya bisa dipakai untuk keperluan lain.

Tahun silam, menurut kepala Balitbang Kemendiknas, sekolah yang jujur melaksanakan UN sekitar 60 persen, kemudian yang masih wilayah abu-abu 30 persen, dan yang tidak jujur 10 persen dan sebagian di wilayah terpencil. Semestinya, tahun ini harus lebih baik, persentase kejujuran harus naik, dan yang paling penting ketidakjujuran harus nol persen.

Jika ada yang mencoba berbuat tidak jujur, apalagi jika yang berperan dalam ketidakjujuran itu adalah guru, harus ditindak dengan tegas. Guru harus memberi teladan yang baik, bukan malah memberi contoh buruk. UN yang dimulai pekan depan ini harus menomorsatukan kejujuran.
......dari inbox gmail . com ...

Akibat KRISIS EKONOMI

1. Inflasi
    Karena kepercayaan masyarakat terhadap nilai mata uang Rupiah, akhirnya permintaan akan mata uang asing meningkat. Tetapi cadangan devisa yang dimiliki Indonesia tidak mencukupi dan hal ini mengakibatkan nilai mata uang asing terus melonjak hingga lebih dari Rp 10.000,- per 1 $US. Dengan meningkatnya nilai mata uang asing, otomatis biaya import barang faktor produksi juga meningkat. Hal ini menyebabkan harga barang dalam negeri meningkat.
2. Meningkatnya utang luar negeri
    Seiring dengan semakin melemahnya nilai tukar rupiah, semakin meningkat juga utang luar negeri kita. Misalnya pada waktu 1$US sama dengan Rp 5.000,- utang kita hanya Rp 1M. Tetapi pada waktu 1$US sama dengan Rp 10.000,- utang kita melonjak menjadi Rp 2M. Jumlah utang kita berubah sesuai dengan perbandingan nilai tukar mata uang.
3. Income per kapita yang turun secara drastis
Inflasi dan keadaan ekonomi yang kacau menyebabkan banyak perusahaan yang bangkrut. Perusahaan yang tutup otomatis menyebabkan berkurangnya lapangan pekerjaan. Penganguran meningkat drastis. Ditambah lagi dengan PHK dimana-mana.
4.   Pertumbuhan ekonomi yang anjlok tahun 1998
    Utang yang semakin bertambah, nilai tukar rupiah yang melemah menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia anjlok.
5.  Kompromi dan pemberian kompensasi terhadap negara-negara pemberi bantuan dalam IMF.
    Indonesia berusaha untuk berkompromi dan memberi kompensasi terhadap negara-negara pemberi bantuan dalam IMF dengan tujuan Indonesia mendapat pinjaman (utang) untuk memperbaiki keadaan ekonomi yang kacau.



.

.

..:: BAHAYA NARKOBA ::..

 Abses
 Over Dosis
 Rusak Fisik
 Mixing
 Kecelakaan
 Virus

Jumlah pengguna narkoba pada saat ini semakin meningkat dan jumlah yang telah terinfeksi virus Hepatitis C dan HIV/AIDS juga semakin bertambah. Jika kita melihat realita yang ada pada saat ini adalah bahwa pengguna jarum suntikpun semakin bertambah dan tidak melihat dari segi usia yang ada, karena jumlah pengguna yang semakin bertambah sehingga pengguna tersebut tidak melihat dari segi umur, jenis kelamin dan ras. Dan semakin meningkatnya jumlah pengguna tersebut kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bahaya dari narkoba tersebut serta mereka tidak mengetahui informasi yang benar tentang bahaya dari narkoba sehingga kebanyakan dari mereka terus menggunakan drugs sampai sekian lama.Bahaya yang diakibatkan oleh pemakaian narkoba dapat bermacam-macam dan terkadang bagi pecandu itu sendiri kebanyakan tidak mengetahui organ tubuh mana saja yang dapat terserang, sehingga mereka tidak dapat mengetahui bahwa akibat dari pemakaian tersebut akan banyak sekali kerugian yang mereka dapatkan atau mereka derita, tidak hanya organ tubuh seperti otak, jantung dan paru-paru mereka yang terserang bahkan viruspun akan lebih mudah masuk kedalam tubuh mereka, seperti virus Hepatitis C, virus HIV/AIDS dan juga penyakit menular lainnya dan bahaya ini tidak hanya menyerang fisik saja melainkan mental, emosional dan spiritual mereka. Kebanyakan dari pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik, akan lebih mudah terinfeksi virus Hepatitis C dan HIV/AIDS yang akan lebih mudah masuk kedalam organ tubuh mereka tanpa mereka ketahui. Karena kebanyakan dari pengguna jarum suntik, mereka tidak memikirkan resiko yang akan mereka peroleh sehingga mereka sering kali untuk bertukar jarum suntik dan menggunakan jarum suntik secara terus menerus tanpa memikirkan kebersihan dari jarum suntik tersebut. Jadi kebanyakan dari mereka tidak menggunakan jarum suntik yang baru, mereka lebih memilih untuk menggunakan jarum suntik yang lama. Padahal dari penggunaan jarum suntik yang terus menerus tanpa memperhatikan kebersihannya akan mengakibatkan bakteri yang ada dalam jarum suntik tersebut lebih mudah masuk kedalam tubuh si pemakai dan akan lebih mudah lagi menyerang organ tubuh mereka. Bahaya-bahaya lain yang akan mereka peroleh akan lebih banyak lagi bahkan mereka tidak memperdulikan akan keselamatan mereka dan juga masa depan mereka jika mereka terus menerus menggunakan narkoba. Dan bahaya tersebut tidak hanya menyerang fisik mereka saja, melainkan mental, emosional dan spiritual merekapun akan terganggu. Dari setiap narkoba memiliki bahaya masing-masing dan akan merugikan kesehatan mereka. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang bahaya dari narkoba yang merusak organ tubuh manusia seperti jantung, paru-paru dan liver, dan mengetahui dampak apa yang akan terjadi jika si pengguna narkoba tidak mau berhenti menggunakan narkoba, sebaiknya kita melihat realita yang ada bahwa pengguna narkoba tidak ada yang berakhiran baik melainkan fisik, mental, emosional dan spiritualnya akan mengalami gangguan dan bahkan jika mereka terus menggunakan tidak menutup kemungkinan jika mereka berakhiran dengan kematian yang akan dengan mudah menyerang mereka.

Pengguna Narkoba Bisa Saja dari Keluarga Harmonis
Yogyakarta, Kompas - Pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba perlu dilakukan melalui strategi pendekatan budaya. Pendekatan budaya itu diperlukan untuk memperkuat jatidiri bangsa sehingga bisa menjadi tameng dari bahaya narkoba.
"Membangkitkan jatidiri kita dengan pemahaman kultur kita, dengan membangun kearifan budaya lokal kita di masing-masing insan, bisa menjadi salah satu strategi secara dini menghadapi bahaya narkoba yang sudah demikian memprihatinkan," kata Ketua Umum Yayasan Kebudayaan Islam Indonesia GBPH Joyokusumo, dalam seminar bertema "Antisipasi, Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Narkoba dalam Masyarakat Yogyakarta", Sabtu (1/9) di Yogyakarta.
Menurutnya, narkoba bukan sekadar masalah kriminalitas maupun persoalan ekonomi. Peredaran narkoba adalah bagian dari strategi sistematis untuk menghancurkan bangsa. Narkoba akan menghancurkan generasi muda dan para calon pemimpin bangsa.
"Kita perlu membangun komunitas-komunitas jaringan dengan kekuatan budaya lokal untuk membendung serangan itu. Pendekatan kultural untuk membangun jatidiri bangsa yang semakin kuat merupakan strategi efektif dalam pencegahan dini serangan bahaya narkoba," kata Joyokusumo.
Di Yogyakarta, ujarnya, persoalan peredaran narkoba menjadi semakin rumit karena Yogyakarta merupakan kota pariwisata yang harus terbuka terhadap kehadiran wisatawan dan pihak mana pun.
Perlawanan bahaya narkoba melalui pendekatan budaya pun tidak mudah karena Yogyakarta sebagai kota pendidikan, banyak di antara pelajar dan mahasiswa datang dari latar belakang budaya yang berbeda.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY Sugito mengakui, narkoba telah masuk lingkungan sekolah. Tidak sedikit siswa maupun mahasiswa menjadi korban narkoba. Meskipun mendapat kritikan keras dari beberapa elemen masyarakat, pihaknya tetap berpegang pada aturan mengeluarkan siswa dari sekolah jika terbukti menjadi pengguna narkoba.
"Ini untuk memutus hubungan si siswa yang dikeluarkan itu dengan siswa lain," kata dia.
Menurut Sugito, bahaya narkoba bisa dicegah masuk ke lingkungan sekolah dengan mengembangkan kultur sekolah yaitu suasana batin, pola pikir, pola rasa, dan pola tindakan yang tumbuh dari nilai- nilai kayakinan siswa dan seluruh anggota sekolah yang dibangun dari visi dan misi sekolah.
Noor Rachman Hadjam, Guru Besar Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengatakan, siswa pengguna narkoba tidak hanya dari keluarga broken home, tetapi bisa juga dari keluarga harmonis. Rasa solidaritas kelompok siswa biasanya memiliki pengaruh besar. (RWN)

Pengertian Busana, dan Macam-Macamnya

Istilah busana merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Istilah busana berasal dari bahasa sanskerta yaitu “bhusana” dan istilah yang popular dalam bahasa Indonesia yaitu “busana” yang dapat diartikan “pakaian”. Namun demikian pengertian busana dan pakaian terdapat sedikit perbedaan, dimana busana mempunyai konotasi “pakaian yang bagus atau indah” yaitu pakaian yang serasi, harmonis, selaras, enak di pandang, nyaman melihatnya, cocok dengan pemakai serta sesuai dengan kesempatan. Sedangkan pakaian adalah bagian dari busana itu sendiri.
Busana dalam pengertian luas adalah segala sesuatu yang dipakai mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi sipemakai. Secara garis besar busana meliputi :
1. Busana mutlak yaitu busana yang tergolong busana pokok seperti baju, rok, kebaya, blus, bebe dan lain-lain, termasuk pakaian dalam seperti singlet, bra, celana dalam dan lain sebagainya.
2. Milineris yaitu pelengkap busana yang sifatnya melengkapi busana mutlak, serta mempunyai nilai guna disamping juga untuk keindahan seperti sepatu, tas, topi, kaus kaki, kaca mata, selendang, scraf, shawl, jam tangan dan lain-lain.
3. Aksesoris yaitu pelengkap busana yang sifatnya hanya untuk menambah keindahan sipemakai seperti cincin, kalung, leontin, bross dan lain sebagainya.......

.

JENIS-JENIS RAGAM HIAS

Desain hiasan dapat dibuat dari berbagai bentuk ragam hias. Adapun jenis-jenis ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias bidang atau benda yaitu :
a. Bentuk naturalis
Bentuk naturalis yaitu bentuk yang dibuat berdasarkan bentukbentuk yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuh-tumbuhan, bentuk hewan atau binatang, bentuk batu-batuan, bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam dan lain-lain.
b. Bentuk geometris
Bentuk geometris yaitu bentuk-bentuk yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur menggunakan alat ukur.
Contohnya bentuk segi empat, segi tiga, lingkaran, kerucut, silinder dan lain-lain.
c. Bentuk dekoratif
Bentuk dekoratif merupakan bentuk yang berasal dari bentuk naturalis dan bentuk geometris yang sudah distilasi atau direngga sehingga muncul bentuk baru tetapi ciri khas bentuk tersebut masih terlihat. Bentuk-bentuk ini sering digunakan untuk membuat hiasan pada benda baik pada benda-benda keperluan rumah tangga maupun untuk hiasan pada busana.

Virus, SEJARAH PENEMUAN, Ukuran, Struktur, dan Reproduksi nya

Virus (bahasa latin) = racun. Hampir semua virus dapat menimbulkan penyakit pada organisme lain.
Ilmu tentang Virus disebut Virologi.
SEJARAH PENEMUAN
D. Iwanowsky (1892) dan M. Beyerinck (1899) adalah ilmuwan yang menemukan virus, sewaktu keduanya meneliti penyakit mozaik daun tembakau.
Kemudian W.M. Stanley (1935) seorang ilmuwan Amerika berhasil mengkristalkan virus penyebab penyakit mozaik daun tembakau (virus TVM).
Ukuran, struktur, dan reproduksi virus
Virus merupakan organisme subselular
ukurannya sangat kecil (25-300 nm, 1nm= 10-9 m), hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
Ukurannya lebih kecil daripada bakteri. Karena itu pula, virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri.  
Bentuk virus:
1.Bulat, virus rubella & HIV
2.Oval, virus rabies
3.Batang, virus mozaik tembakau
4.Bentuk T.
Perbedaan virus dengan sel hidup
Virus  :
1. hanya memiliki 1 tipe asam nukleat (DNA atau RNA)
2. tidak dapat mereproduksi semua bag. Selnya, virus hanya mereproduksi materi genetik dan selubung proteinnya.
3. tidak memiliki system metabolisme , shg virus tidak dapat tumbuh dan bereproduksi tanpa adanya sel inang.
Sel hidup:
1. memiliki 2 tipe asam nukleat sekaligus (DNA & RNA)
2. dapat mereproduksi semua bagian selnya
3. memiliki system metabolisme

STRUKTUR & FUNGSI
1. Asam nukleat (DNA/ RNA)à sbg pembawa informasi genetika
2. Selubung protein (kapsid) à sbg pembungkus asam nukleat & memberi bentuk virus.
3. Ekor
4. Lempengan dasar
5. Serabut ekor Lempengan & serabut ekor berfungsi utk melekat pada sel yg diinfeksi. REPRODUKSI
Reproduksi virus secera general terbagi menjadi 2 yaitu litik dan lisogenik
siklus litik:
1.virus akan mengdakan adsorpsi atau attachment yang ditandai dengan menempelnya virus pada dinding sel,
2.kemudian pada virus tertentu (bakteriofage), melakukan penetrasi yaitu dengan cara melubangi membran sel dengan menggunakan enzim,
3.setelah itu virus akan memulai mereplikasi materi genetik dan selubung protein, kemudian virus akan memanfaatkan organel-organel sel, kemudian sel mengalami lisis
lisogenik: Reduksi dari siklus litik ke profage( dimana materi genetik virus dan sel inang bergabung), bakteri mengalami pembelan binner, dan profage keluar dari kromosom bakteri.
Reproduksi bakteriofage à terjadi melalui dua siklus yaitu litik & lisogenik
Reproduksi virus hewan à
Habitat à hidup pada sel inang berupa bakteri, mikroorganisme, sel tumbuhan, sel hewan, & sel manusia.
Klasifikasi à menggunakan sistem ICTV (international commite on taxonomy of viruses)
Terbagi dalm tiga takson: famili, genus, spesies
Nama famili diakhiri dgn viridae, nama genus diakhiri dgn virus, nama spesies menggunakan bhs Inggris & diakhiri dgn virus.
Berdasarkan jenis sel inangnya, virus diklasifikasikan dalam 4 kelompok: virus bakteri, virus mirkroorganisme, virus tumbuhan & virus hewan.
Peranan virus
-Manfaat: sebagai vektor dalam teknik rekayasa genetika
-Kerugian: menyebabkan berbagai jenis penyakit pada manusia, hewan, & tumbuhan.
Pencagahan Terhadap Virus à  vaksinasi 

Bahan Pelapis (Lining dan Interlining)

Bahan pelapis secara garis besar dapat dibagi atas 2 kelompok yaitu lining dan interlining.
Abaya Haji oka. Lining
Lining merupakan bahan pelapis berupa kain yang melapisi bahan utama sebahagian maupun seluruhnya. Bahan lining sering juga disebut dengan furing. Bahan lining yang sering dipakai diantaranya yaitu kain hero, kain hvl, kain abutai, kain saten, kain yasanta, kain dormeuil england dan lain-lain.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan lining yaitu :
1) Jenis bahan utama
Jika bahan utama busana bersifat agak kaku seperti bahan untuk pakaian kerja, berupa jas atau semi jas, blazer dan lainlain, hendaklah menggunakan bahan lining yang bertekstur hampir sama, seperti kain hero dan kain abutai agar dapat mengimbangi bahan luarnya. Begitu juga dengan bahan luar yang tipis dan melangsai. Untuk bahan yang melangsai sebaiknya juga menggunakan bahan lining yang lembut dan melangsai seperti kain yasanta, hvl, dll. Bahan yang melangsai dan lembut seperti sutera, terutama bahan yang harganya mahal, lining yang digunakan hendaklah yang sebanding, dengan kata lain lining yang digunakan dapat mempertinggi mutu busana yang dibuat. Untuk bahan yang tipis atau tembus pandang seperti tile atau chiffon dapat menggunakan bahan yang mengkilat seperti saten, tetapi jika pemakai tidak menyukai bahan yang mengkilat dapat juga digunakan bahan yang lembut dan melangsai atau tidak kaku.
2) Warna bahan
Warna bahan untuk lining disesuaikan dengan warna bahan utamanya. 

Pengalaman selama di Sanggar

Pengalaman selama di sanggar ini menyenangkan buat saya.Saya dapat melihat anak-anak di sini belajar dengan baik, meskipun terkadang bahkan setiap saat malas-malasan . Saya melihat mereka pintar-pintar , hanya saja mereka malas untuk belajar. Saya harap mereka dapat lebih rajin suatu saat nanti, dan melihat mereka sukses di pelajarannya.
 

Hari-hari saya di sini menyenangkan karena bisa membantu anak-anak yang kesulitan mengerjakan PR mereka . Tentu ada kesenangan tersendriri bila setelah mengajar anak yang awalnya kesulitan dalam pelajarannya, pada akhirnya bisa mengerjakan sendiri PR mereka. Suatu saat nanti bila ada waktu luang saya ingin untuk kembali ke sini melihat anak-anak dan memanbu mereka lagi.


K E, Sidoarjo

Facebook, banyak manfaatnya atau mudorotnya

Mufit
mas bisa nggak terusin wawancara yang kemarin

08:40Afandi
ya silakan saja
aku sambil kerjakan yang lain
ym ku: afkusuma

08:41Mufit
menurut mas facebook banyak manfaatnya atau mudorotnya

08:45Afandi
sama dengan pertanyaan, tinggal di Surabaya banyak mudorotnya apa manfaatnya....
terGANTUNG kita

08:49Mufit
contohnya

08:56Afandi
tinggal di surabya, sukanya pergi ke lokalisasi, dugem, masuk facebook sukanya masuk group porno, group atau page pemurtadan... dll
ya mudorot ... ya kan?

09:00Mufit
mas banyaknya pemberitaan penculikan dengan facebook apa tanggapan mas

09:14Afandi
facebook hanya alat untuk mempermudah dalam mencari teman baru, dan berhubungan komunikasi dengan orang lain...
kalau mental orang yg menculik dan 'diculik' seperti itu, apapun alat komunikasinya itu bisa terjadi

Mufit
pertanyaan yang terahir nih mas apa tips2 untuk mencegah penculikan di facebook

Pengikut

OK Rek