Menyikapi Bencana

Menyikapi Bencana

Catatan Abah Abi

Manusia di muka bumi ini adalah khalififah, yang diberi kemampuan oleh Allah untuk mengelola, merawat dan mendaya gunakan dengan sebaik-baiknya, apabila manusia sebagai khalifah tak mumpu mengelolanya dengan baik maka akan munculah musibah-musibah dari hukum alam ini yang susah sekali untuk mengelakkannya. , sekedar contoh apabila manusia membabat habis hutan maka yang terjadi adalah banjir besar yang bisa meluluh lantakan orang yang tak bersalah sekalipun atau kebakaran hutan yang menyebabkan asap dimana-mana seperti terjadi di Kalimantan.
Namun disana terdapat juga musibah yang tidak disebabkan oleh ulah manusia dalam mengelola bumi, Angin yang tadinya mendistribusi awan (QS al-Baqarah/2:164) dan menyebabkan penyerbukan dalam dunia tumbuh-tumbuhan (Q.S. al-Kahfi/18:45), tiba-tiba tampil begitu ganas memorak-porandakan segala sesuatu yang dilalewatinya (QS Fushshilat/41:16).
Gunung-gunung yang tadinya sebagai pasak bumi (QS al-Naba'/78:7), tiba-tiba memuntahkan debu, lahar panas, dan gas beracun (QS al-Mursalat/77:10 atau yang baru saja menimpa saudara-saudara kita di jawa, sumatera ketika lempengan-lempengan bumi bergeser maka terjadilah gempa yang tidak terduga.
Bencana seperti ini adalah merupakan ujian bagi kita semua, karena musibah ini telah menimpa tidak saja bagi orang yang berdosa tapi juga bagi orang yang beriman. Mereka menanggung penderitaan yang sama, marilah kita menghindarkan anggapan bahwa ini merupakan azab atas dosa-dosa yang diperbuat oleh para korban sendiri., disaat kita menganggap ini azab, maka bagi korban yang menderita akan mendapatkan kesusahan dua kali, pertama musibah itu sediri dan yang kedua adalah suudlon kita, tentunya ungkapan-ungkapan itu akan menyudutkan bagi yang terkena musibah. Cara kerja azab Tuhan di dalam Alquran hanya menimpa kaum yang durhaka dan tidak menimpa atau mencederai orang-orang yang shaleh dan taat pada Tuhan. Sedangkan cara kerja mushibah dan bala tidak membedakan satu sama lainnya.
Memang telah terdapat ayat-ayat yang menerangkan tentang azab umat—umat terdahulu Bentuk azab itu antara lain:
1) banjir besar (mungkin ini gelombang tsunami pertama) seperti yang ditimpakan pada umat Nabi Nuh;
2) bencana alam dahsyat berupa suara yang menggemuruh seperti yang ditimpakan kepada umat Nabi Syu'aib;
3) tanah longsor dahsyat seperti yang ditimpakan kepada umat Nabi Luth;
Meski demikian Secara historis, Nabi Muhammad adalah seorang nabi yang tidak pernah sekalipun mendoakan ummatnya agar celaka. Dia tidak pernah menghadapi kondisi psikologis yang sangat mengecewakan dan menyerah dalam berda'wah pada umatnya, Maka, dia tidak pernah berdoa minta azab kepada Allah bagi kaum-kaumnya yang tidak taat.
Musibah adalah suatu keniscayaan yang melanda semua manusia, baik secara perorangan maupun kelompok. Perasaan takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, sampai kekurangan buah-buahan yang dibutuhkan, selalu menyertai mereka yang terkena musibah.
''Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan, dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.'' (QS Al-Baqarah (2): 155-157).
Maka, bagaimana kita harus menyikapi musibah yang memang diluar kemampuan manusia untuk mengelolanya?
Pertama : kita maknai bahwa peristiwa ini semua adalah semata-mata ujian dari sang maha kuasa atas seluruh alam semesta ini, dan ketika kita bisa melaluinya maka Allah akan menaikkan derajat keimanan kita.
Seperti sabda Rasulullah SAW, ''Siapa yang akan diberi limpahan kebaikan dari Allah, maka diberi ujian terlebih dahulu.'' (HR Bukhari Muslim).
Yang kedua : Semua ujian haruslah kita hadapi dengan kesabaran,karena kesabaran adalah sebuah tanda lulusnya sebuah ujian, seperti pada sebuah hadis : ''Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman seluruh perkaranya menjadi baik. Ketika ditimpa musibah dia bersabar, itu membawa kebaikan baginya. Dan ketika mendapatkan nikmat dia bersyukur dan itu membawa kebaikan baginya.'' (Al-Hadis).
Yang ketiga : Bahwa seberat apapun ujian yang berupa musibah alam raya ini, kita yakin Allah pasti sudah proprosional dalam mengujinya dan tidak akan melebihi dari kesanggupan dalam menjalaninya bagi orang yang tertimpa.
''Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.'' (QS Al-Baqarah (2): 286.
Keempat : Apapun bentuk musibah yang di derita oleh seorang muslim,baik itu berupa kesususahan, penderitaan maupun penyakit, Allah akan menghapus sebagian kesalahan dan dosa, dengan demikian derajat para korban bencana akan mulia, bagi yang meninggal dunia dia akan mati syahid dan bagi yang masih hidup tentunya dengan kesabaran atas penderitaan itu Allah akan hapus sebagian kesalahan dan dosa dosanya.
Kelima bagi kita yang tidak secara langsung mengalami musibah itu, hendaknya kita jadi peristiwa itu sebagai momentum untuk menyaksikan kebesaran dan keagungan Allah, sehingga akan menguatkan iman kita pada sang pencipta alam semesta.
Marilah kita bayangkan apabila musibah itu menimpa diri kita sendiri, keluarga kita, atau temen-teman kita, tentunya kita akan menderita dan susah menjalani cobaan besar ini. Maka marilah kita bantu para korban bencana semaksimal mungkin karena sekecil apapun bantuan itu akan sangat berharga sekali bagi kehidupan para korban yang masih hidup. Kita berharap musibah ini akan membawa kebaikan-kebaikan dalam ridlo Allah.
KITA semua berduka atas musibah ini. Kita semua harus mohon ampun atas semua dosa. Namun, kita tidak boleh mengeluh dan bersedih berkepanjangan serta kehilangan harapan pada Tuhan Sembari bertobat dan mohon petunjuk Tuhan, mari kita baca hikmah dan pembelajaran dari musibah ini.
Sumber: Pesantrenvirtual.com

Shafa dan Marwah Simbol Kewajiban Manusia untuk Berusaha

Shafa dan Marwah Simbol Kewajiban Manusia untuk Berusaha

By Republika Newsroom
Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah

Bukit Shafa dan Marwah adalah dua buah bukit yang terletak dekat dengan Ka'bah (Baitullah). Bukit Shafa dan Marwah ini memiliki sejarah yang sangat penting dalam dunia Islam, khususnya dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Bukit Shafa dan Marwah yang berjarak sekitar 450 meter itu, menjadi salah satu dari rukun haji dan umrah, yakni melaksanakan Sa'i.

Ibadah Sa'i adalah berjalan kaki dan berlari-lari kecil di antara kedua bukit tersebut, sebanyak tujuh kali (bolak-balik) dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Dan, ketika melintasi Bathnul Waadi, yaitu kawasan yang terletak di antara Bukit Shafa dan Marwah (saat ini ditandai dengan lampu neon berwarna hijau), para jamaah pria disunahkan untuk berlari-lari kecil, sedangkan untuk jamaah wanita berjalan cepat. Ibadah Sa'i boleh dilakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan oleh wanita yang datang haid atau nifas.

Jauh sebelum perintah ibadah haji dilaksanakan, Bukit Shafa dan Marwah telah menjadi saksi sejarah perjuangan seorang ibu dalam menyelamatkan anaknya dari kehausan puluhan abad silam.

Bukit Shafa dan Marwah tidak dapat dipisahkan dengan kisah istri Nabi Ibrahim Alaihissalam (AS), yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail AS. Seperti diketahui, Ibrahim AS memiliki dua orang istri, yakni Siti Sarah dan Siti Hajar. Namun, ketika Siti Hajar memiliki putra (Ismail), timbul kecemburuan dalam diri Siti Sarah. Dan, ia meminta kepada Ibrahim agar antara dirinya dan Siti Hajar segera dipisahkan. Siti Sarah tidak mau hidup bersama dalam satu negeri dengan Siti Hajar. Waktu itu, Nabi Ibrahim tinggal di Hebron, Palestina.

Kemudian, turunlah wahyu kepada Nabi Ibrahim supaya Ia bersama-sama dengan anak dan istrinya (Ismail dan Hajar) pergi ke Makkah. Di waktu itu, Makkah belum didiami manusia, hanya merupakan lembah pasir dan bukit-bukit yang tandus dan tidak ada air. Di tempat inilah, keduanya ditinggalkan Ibrahim.

Siti Hajar merasa sedih saat ditinggalkan begitu saja di tempat yang tak ada orang itu. Ia lalu bertanya kepada Ibrahim.

"Hendak ke manakah engkau Ibrahim?"
"Sampai hatikah engkau meninggalkan kami berdua di tempat yang sunyi dan tandus ini?"
Pertanyaan itu berulang kali, tetapi Nabi Ibrahim tidak menjawab sepatah kata pun juga.
Siti Hajar bertanya lagi,
"Adakah ini memang perintah dari Allah?"
Barulah Nabi Ibrahim menjawab, "ya."

Mendengar jawaban suaminya yang ringkas itu, Siti Hajar gembira dan hatinya pun menjadi tenteram. Ia percaya hidupnya tentu terjamin walaupun di tempat yang sunyi, tidak ada manusia dan tidak ada segala kemudahan. Sedangkan waktu itu, Nabi Ismail masih menyusu.

Kecintaan Ibrahim kepada Allah dan menuruti perintah-Nya, melebihi segalanya. Ia pun memasrahkan semuanya kepada Allah dan berdoa, ''Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.'' (QS Ibrahim ayat 37).

Sewaktu Ismail dan ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum di lembah pasir dan bukit yang tandus, Siti Hajar pergi mencari air pulang pergi dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.

Saat kali ketujuh (terakhir), ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar oleh Siti Hajar suara yang mengejutkan, lalu ia menuju ke arah suara itu. Alangkah terkejutnya, bahwa suara itu ialah suara air memancar dari dalam tanah dengan derasnya di bawah telapak kaki Ismail. Air itu adalah air zam-zam.

Di lokasi ini pula, Siti Hajar mendengar suara malaikat Jibril dan berkata kepadanya, "Jangan khawatir, di sini Baitullah (rumah Allah) dan anak ini (Ismail) serta ayahnya akan mendirikan rumah itu nanti. Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya."

Air zam-zam mempunyai keistimewaan dan keberkatan, yakni boleh menyembuhkan penyakit, menghilangkan dahaga, serta mengenyangkan perut yang lapar. Keistimewaan dan keberkatan itu disebut dalam sepotong hadis Nabi yang bermaksud, ''Dari Ibnu Abbas RA, katanya, Rasulullah SAW bersabda: 'Sebaik-baik air di muka bumi ialah air zam-zam, ia merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit'.'' Riwayat At-Tabrani dan Ibnu Hibban. (Mengenai keistimewaan air zam-zam ini, sudah pernah diulas dalam rubrik Situs Islam Digest Republika ini pada edisi 1 Februari 2009).

Upaya Siti Hajar yang berusaha mencari air guna memenuhi kebutuhan dirinya dan Ismail, telah diabadikan oleh Allah bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

''Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka, barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan Sa'i antara keduanya. Dan, barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.'' (QS Al-Baqarah (2) : 158).

Rasulullah SAW bersabda, ''Mulailah (kalian) dengan yang dimulai Allah.'' (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah). Maksud dari pernyataan tersebut adalah dalam melaksanakan Sa'i itu di antara Shafa dan Marwah.

Menurut Syauqi Abu Khalil dalam bukunya Atlas Hadis, Marwah adalah sebuah bukit kecil di Makkah al-Mukarramah yang bersambung ke Bukit Shafa, yaitu sebuah bukit kecil yang landai ke arah al-Humrah atau menyambung ke Bukit Abu Qubais.

Di antara Bukit Shafa dan Marwah ini dibuat saluran air ketika perluasan Masjidil Haram yang baru. Sehingga, air dapat mengalir di antara masjid dan bukit.

Bukit Marwah berada di Kota Makkah di samping Bukit Qa'aiqa'ah. Jarak antara keduanya mencapai 394,5 meter. Sekarang, tempat untuk melaksanakan Sa'i ini mengalami perluasan. Luasnya mencapai 20 meter dengan tinggi tembok lantai bawah mencapai 11,75 meter. Adapun tembok lantai atas tingginya 8,5 meter.

Dari segi fisik, tidak ada yang istimewa dari kedua bukit itu. Namun, tujuan Allah memerintahkan Ibrahim agar membawa Hajar dan anaknya, Ismail, ke tempat yang gersang dan tandus itu, karena di lokasi tersebut tempat rumah Allah (Baitullah) berdiri. Apalagi, dalam sejumlah penelitian disebutkan, Ka'bah di Makkah merupakan pusat bumi. Wa Allahu A'lam. sya/berbagai sumber


Syarat-syarat Sa'i

Sa'i berarti ''berusaha keras". Secara syar'i, Sa'i berarti berlari-lari kecil di antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali dengan niat ibadah karena Allah.

Syarat-Syarat Sa'i:
1.    Wudhu (sebagian tidak melihatnya keharusan)
2.    Tujuh keliling
3.    Dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwa
4.    Arah yang benar

Adapun yang disunahkan Sa'i:

1.    Saat memulai dengan menghadap Ka'bah, melambaikan tangan sambil membaca: "Bismillah abda' bimaa bada Allahu wa Rasuluhu bihi."
2.    Mulai berjalan sambil membaca: "Innas Shafa wal Marwata min Sya'aairillah. Famanhajjal bayta awi'tamara falaa junaaha 'alayhi an yatthawwafa bihimaa. Famantathawwa'a khaeran fainna Allaha syaakirun 'aliim."
3.    Berlari-lari di antara dua lampu pijar (bagi pria)
4.    Memperbanyak doa, zikir, atau bacaan Alquran
5.    Mengakhiri dengan berdoa menghadap Ka'bah.


Sa'i adalah Pencarian

Ibadah Sa'i adalah berlari-lari kecil di antara Bukit Shafa dan Marwah. Sebagaimana diabadikannya proses pencarian (usaha) air oleh Siti Hajar untuk dirinya dan anaknya, Ismail, menurut Ali Syariati, ibadah Sa'i intinya adalah sebuah pencarian. Sebuah gerakan yang memiliki tujuan dan digambarkan dengan gerak berlari-lari serta bergegas-gegas.

Menurut Syariati, Sa'i inilah yang dikatakan sebagai haji, yaitu sebuah tekad untuk melakukan gerak abadi ke suatu arah yang tertentu. ''Sa'i adalah perjuangan fisik. Sa'i berarti mengerahkan tenaga di dalam pencarian (usaha) untuk menghilangkan lapar dan dahaga yang engkau tanggungkan beserta anak-anakmu,'' ujarnya.

Karena itu, sudah seharusnya setiap jamaah haji maupun umrah untuk menghayati makna terdalam dari pelaksanaan ibadah Sa'i. ''Ia adalah sebuah bentuk usaha yang harus dilaksanakan oleh umat manusia. Bila tidak berusaha, ia sengsara dalam kehidupannya. Jangan pernah berpikir tentang hasilnya. Pasrahkan semuanya pada Allah, karena hanya Dia tempat manusia berpasrah,'' tulis Ali Syariati dalam bukunya Hajj.

Seperti kehidupan di dunia, kata Syariati, Sa'i adalah gambaran hidup manusia di dunia dalam berusaha. ''Apa yang dilakukan Siti Hajar--seorang budak dari Ethiopia, yang kemudian diperistri oleh Ibrahim--dalam mencari air untuk minum dirinya dan Ismail, benar-benar bersifat materiil, kebutuhan yang dimiliki manusia,'' katanya menegaskan.

Meraih Kejayaan Idul Fitri

Meraih Kejayaan Idul Fitri

Muhammad Thalib (Amir Majelis Mujahidin)

Seiring dengan berlalunya bulan suci Ramadhan, dan kemudian ditutup dengan hari raya Idul Fitri, umat Islam selalu menggambarkannya sebagai hari kemenangan. Persepsi demikian diterima begitu saja tanpa reserve atau sikap kritis. Bahkan, para ulama dan tokoh-tokoh Islam, jargon kemenangan ini selalu ditampilkan sekadar membuat hati umat Islam menjadi terteram, karena merasa telah aman dari segala dosa dan berbagai prilaku destruktif terhadap Islam.

Apakah sesungguhnya elemen-elemen destruktif yang menjadi perintang terwujudnya kejayaan Islam di muka bumi? Sesungguhnya yang disebut sebagai umat yang memiliki kejayaan hanyalah umat mukmin. Hal ini dinyatakan dalam Alquran surah Munafiqun ayat 8 (63:8) :  Sesungguhnya kejayaan itu milik Allah, Rasul-Nya, dan kaum mukmin . Secara semantik kata  izzah yang dalam bahasa Indonesia diterjemahan dengan kejayaan, rasanya kurang lengkap untuk menggambarkan kata  izzah itu sendiri. Karena kata  izzah dalam bahasa Arab bermakna keagungan, keperkasaan, kewibawaan, dan kebesaran yang disebabkan oleh perilaku dan akhlaknya yang luhur sehingga dapat menciptakan kehidupan dunia yang bahagia dan keselamatan di akhirat. Bertitik tolak dari ayat ini, maka kita mencoba mengevaluasi dan mengkritisi kondisi umat Islam Indonesia dan kaum Muslim di berbagai belahan dunia menjelang Idul Fitri sekarang ini.

Pilar-pilar kejayaan umat
Dalam kehidupan manusia di dunia ini, eksistensi masyarakat, baik masyarakat Muslim maupun non-Muslim selalu ditunjang dua pilar utama. Yaitu, adanya masyarakat (umat) dan ulama, atau dalam terminologi sosiologis disebut rakyat dan pemimpin. Suatu umat akan mencapai kejayaan manakala pemimpin mereka adalah orang-orang baik, dan rakyat mereka merupakan manusia yang baik pula. Bila hanya pemimpin yang baik tetapi rakyatnya bobrok, hidupnya terbelenggu dalam kebodohan, dapat dipastikan mereka bukanlah golongan atau masyarakat yang jaya. Begitu juga, bilamana rakyatnya baik tetapi pemimpinnya adalah orang yang bermental buruk, menjadi kaki tangan musuh, atau hanya menjadi kepanjangan tangan orang-orang jahat di dalam negeri, maka sudah pasti masyarakat demikian tidak akan menjadi jaya.

Ibarat pemeo, sebuah batalion yang prajuritnya bejiwa singa sedang pemimpinnya berjiwa kambing, pasti lumpuh di hadapan musuh-musuhnya. Sebaliknya, bila prajuritnya bermental kambing tetapi pemimpinnya bermental singa, maka kambing-kambing ini akan ikut bermental singa tatkala menghadapi musuhnya. Karena itu, suatu negara secara mutlak memerlukan masyarakat yang baik dan pemimpin yang baik bila ingin mencapai kejayaan.

Mungkinkah umat Islam akan meraih kejayaannya, ataukah akan terus terpuruk di bawah telapak kaki musuhnya? Kejayaan kaum Muslim hanya bisa diraih bila umat ini mampu menghadirkan syarat-syarat kejayaan dan menghindari segala unsur yang menghancurkan upaya mencapai kejayaan. Dalam hal ini Rasulullah bersabda dalam hadis riwayat Baihaqi dan Hakim: 'Akan tiba saatnya di akhir zaman orang-orang Islam yang ahli ibadah bodoh-bodoh sedang ulamanya orang-orang fasik.

Hadis ini sanadnya lemah, tetapi isi dan kandungannya sepenuhnya sesuai dengan realitas. Di kalangan ahli hadis dikatakan lemah sanadnya tetapi shahih matannya. Realitas kehidupan sosial masyarakat Muslim memang demikian adanya. Setiap komunitas atau umat yang warganya bodoh dan ulamanya fasik, menolak menegakkan kebenaran karena kepentingan kesenangan duaniawi, maka akan cepat umat ini sirna dari muka bumi. Contohnya adalah adikuasa Uni Soviet yang runtuh 1989 padahal baru berdiri pada 1923. Fakta historis semacam ini menunjukkan kebenaran hadis Rasulullah di atas.

Sebagaimana nubuwat Rasulullah di atas, maka umat Islam hendaknya muhasabah, berani mengevaluasi diri agar dapat keluar dari kondisi terpuruk yang mencekam seluruh dunia Islam. Kini, kita tidak mendapatkan ulama yang berani mengibarkan panji-panji penegakan syariat Islam dan menyatakan jati dirinya di hadapan musuh-musuh Islam. Begitu juga umat Islam tidak akrab dengan Alquran dan sunah Rasulullah, walaupun mereka berduyun-duyun memenuhi masjid untuk shalat tarawih dan mendatangi lapangan untuk shalat Idul Fitri. Namun, ternyata mereka tidak paham apa itu Islam sebenarnya dan untuk apa Islam itu dipeluk sebagai sebuah agama, yaitu penataan hidup di muka bumi ini. Umat sebagai pilar di satu sisi dan ulama sebagai pilar di sisi lainnya, kondisinya benar-benar sangat parah: umat yang bodoh dan ulama yang fasik.

Abdullah bin Amr, salah seorang sahabat Rasul yunior, putra dari Amr bin Ash, Abdullah bin Amr menyatakan, ''Sebagaimana adanya kamu, maka begitulah adanya pemimpin kamu.''Artinya, umat yang bodoh sulit melahirkan pemimpin yang cerdas. Umat yang bermental munafik sulit melahirkan pemimpin yang bermental mukmin sejati. Umat yang bermental emperior sulit melahirkan pemimpin yang percaya diri.

Berpijak pada aksioma di atas, maka kini saatnya agar seluruh umat Islam Indonesia melakukan introspeksi, apakah mereka yang rajin ke masjid dan tekun beribadah, rajin tadarrus Alquran, benar-benar sudah menjadi orang yang pandai dalam ilmu keislaman ataukah sebenarnya dia merupakan ahli ibadah yang bodoh seperti hadis di atas? Sebaliknya, ribuan ulama di Indonesia harus berani secara jujur mengevaluasi diri apakah mereka termasuk ulama fasik atau ulama mujahid?.

Ulama fasik, yaitu mereka yang tahu kebenaran tetapi meninggalkan kebenaran itu demi kesenangan duniawi. Cara meninggalkan kebenaran, antara lain, melakukan takwil terhadap ayat Alquran yang sudah jelas, atau mengerdilkan pengertian suatu ayat. Misalnya, jihad hanya dimaknai sebagai amal saleh. Atau, istilah kafir diganti dengan non-Islam agar tidak menyinggung perasaan orang kafir. Perilaku demikian sangat membahayakan otentitas Islam, dan melahirkan doktrin  talbisul iblis yang biasa dilakukan oleh pendeta Yahudi dan Nasrani seperti QS Al-Baqarah, 2:42.  Dan janganlah kalian talbiskan kebenaran dan kebatilan, dan kalian sembunyikan kebenaran sedang kalian mengetahuinya .

Sebaliknya, ulama yang memperalat ayat-ayat Alquran demi mendukung ambisi dan ideologi sesat seperti memanipulasi istilah jamaah yang seharusnya untuk khilafah dipakai untuk kelompok gerakannya. Pola-pola penyimpangan Islam oleh para ulama semacam ini bukanlah hal baru, tetapi sudah menjadi penyakit di kalangan agamawan sejak agama ini muncul di muka bumi.

Berdasarkan sabda Rasul dan pernyataan Abdullah bin Amr bin Ash, bahwa keterpurukan umat Islam akibat dari kefasikan ulama dan kebodohan umat. Alangkah bijaksana, bila kaum Muslimin dewasa ini mengukur diri dan dengan jujur. Mungkinkah umat Islam dapat meraih kejayaan, sementara kondisi mereka serba negatif, baik pada level umat maupun ulama. Setelah bulan Ramadhan yang suci ini patut dan wajib kita introspeksi diri, apakah kita akan melestarikan kebodohan dan terbelenggu dalam cengkeraman ulama fasik, sehingga nasib kita semakin terpuruk? Atau, kita harus bangkit kembali dengan membangun paradigma baru berlandaskan Alquran dan sunah Rasul-Nya? Hanya dengan cara inilah martabat dan keagungan Islam dan kaum Muslim dapat diraih, yang akan melahirkan Islam sebagai  rahmatan lil alamin

Botol Ajaib (Kisah Abu Nawas)



Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda selalu memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana.

Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. "Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin." kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

"Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil." tanya Abu Nawas.

"Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya." kata Baginda.

Abu Nawas hanya diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. la tidak memikirkan bagaimana cara menangkap angin nanti tetapi ia masih bingung bagaimana cara membuktikan bahwa yang ditangkap itu memang benar-benar angin.

Karena angin tidak bisa dilihat. Tidak ada benda yang lebih aneh dari angin. Tidak seperti halnya air walaupun tidak berwarna tetapi masih bisa dilihat. Sedangkan angin tidak.

Baginda hanya memberi Abu Nawas waktu tidak lebih dari tiga hari. Abu Nawas pulang membawa pekerjaan rumah dari Baginda Raja. Namun Abu Nawas tidak begitu sedih. Karena berpikir sudah merupakan bagian dari hidupnya, bahkan merupakan suatu kebutuhan. la yakin bahwa dengan berpikir akan terbentang jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi. Dan dengan berpikir pula ia yakin bisa menyumbangkan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan terutama orang-orang miskin. Karena tidak jarang Abu Nawas menggondol
sepundi penuh uang emas hadiah dari Baginda Raja atas kecerdikannya.

Tetapi sudah dua hari ini Abu Nawas belum juga mendapat akal untuk menangkap angin apalagi memenjarakannya. Sedangkan besok adalah hari terakhir yang telah ditetapkan Baginda Raja. Abu Nawas hampir putus asa. Abu Nawas benar-benar tidak bisa tidur walau hanya sekejap.

Mungkin sudah takdir; kayaknya kali ini Abu Nawas harus menjalani hukuman karena gagal melaksanakan perintah Baginda. la berjalan gontai menuju istana. Di sela-sela kepasrahannya kepada takdir ia ingat sesuatu, yaitu Aladin dan lampu wasiatnya.

"Bukankah jin itu tidak terlihat?" Abu Nawas bertanya kepada diri sendiri. la berjingkrak girang dan segera berlari pulang. Sesampai di rumah ia secepat mungkin menyiapkan segala sesuatunya kemudian menuju istana. Di pintu gerbang istana Abu Nawas langsung dipersilahkan masuk oleh para pengawal karena Baginda sedang menunggu kehadirannya.

Dengan tidak sabar Baginda langsung bertanya kepada Abu Nawas. "Sudahkah engkau berhasil memenjarakan angin, hai Abu Nawas?"

"Sudah Paduka yang mulia." jawab Abu Nawas dengan muka berseri-seri sambil mengeluarkan botol yang sudah disumbat. Kemudian Abu Nawas menyerahkan botol itu.

Baginda menimang-nimang botol itu. "Mana angin itu, hai Abu Nawas?" tanya Baginda.

"Di dalam, Tuanku yang mulia." jawab Abu Nawas penuh takzim.

"Aku tak melihat apa-apa." kata Baginda Raja.

"Ampun Tuanku, memang angin tak bisa dilihat, tetapi bila Paduka ingin tahu angin, tutup botol itu harus dibuka terlebih dahulu." kata Abu Nawas menjelaskan. Setelah tutup botol dibuka Baginda mencium bau busuk. Bau kentut yang begitu menyengat hidung.

"Bau apa ini, hai Abu Nawas?!" tanya Baginda marah.

"Ampun Tuanku yang mulia, tadi hamba buang angin dan hamba masukkan ke dalam botol. Karena hamba takut angin yang hamba buang itu keluar maka hamba memenjarakannya dengan cara menyumbat mulut botol." kata Abu Nawas ketakutan.

Tetapi Baginda tidak jadi marah karena penjelasan Abu Nawas memang masuk akal. Dan untuk kesekian kali Abu Nawas selamat.

Kembali Fitri

Kembali Fitri

Ibadah puasa telah kita jalani. Dalam menjalankan ibadah puasa ini, tiga dimensi kita lalui, yakni dimensi fisik, spiritualitas, dan kejiwaan. Kita menempa ketiga dimensi tersebut sampai pada suatu titik, di mana kedekatan kita terhadap Allah SWT pada saat Ramadhan jauh melebihi dibanding bulan-bulan biasa.

Sebulan penuh itu pula kita telah mengekang hawa nafsu yang selalu menggiring kita ke tindakan negatif. Kini, kita akan merayakan Idul Fitri, hari kemenangan. Sebuah kemenangan bagi umat yang mampu mengendalikan nafsu dengan sempurna di bulan Ramadhan. Dan, Idul Fitri merupakan puncak spiritual dari serangkaian ibadah puasa yang kita jalani selama sebulan penuh.

Kita kembali fitri pada hari kemenangan ini, kembali bersih sebagaimana bayi sewaktu dilahirkan. Kita kembali menata hidup sesuai dengan aturan Allah. Karena, kita sadar bahwa dalam meniti kehidupan ini, tak jarang manusia lari dari garis yang ditetapkan oleh Yang Mahaagung. Begitu banyak hal yang dilanggar, baik sengaja maupun tidak.

Kita lihat banyak perilaku menyimpang yang terjadi di sekitar kita, bahkan oleh para pemimpin. Mereka secara telanjang memperlihatkan perilaku yang tak layak dijadikan contoh bagi rakyat. Saling jegal dan saling sikut demi menyelamatkan diri. Memperkaya diri untuk kepentingan sendiri dan kelompoknya. Menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaan.

Kita bisa ambil contoh perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Ketika rakyat berharap mereka bekerja sama memberantas korupsi, yang terjadi justru saling melemahkan. Polri yang merasa lebih senior mempertontonkan arogansinya dengan mengobok-obok KPK, padahal belum tentu mereka sendiri bersih.

Kita juga saksikan betapa uang rakyat dihamburkan untuk penyelamatan Bank Century. Tak kurang Rp 6,7 triliun disuntikkan ke bank yang selama ini tidak dikelola secara profesional. Kita harus menyelamatkan bank yang telah dirampok oleh pemiliknya sendiri.

Kita ingin para pemimpin dan diri kita masing-masing tentunya kembali fitri di hari raya ini. Kembali menjalankan perilaku seperti yang sudah ditentukan oleh Allah. Kita ingin segala bentuk kemunafikan, keserakahan, keinginan menang sendiri, dan sebagainya dihapus dari negeri ini.

Negara ini akan maju jika dipimpin oleh pemimpin yang amanah. Negara ini akan maju jika memiliki rakyat yang bekerja keras dan berpikiran positif. Negara ini akan menjadi besar bila hawa nafsu yang selama ini menjerat kehidupan kita dilepaskan. Kita ingin negara ini makmur, bukan makmur buat segelintir orang, tetapi kemakmuran buat rakyat.

Mari, kita manfaatkan momen Idul Fitri ini untuk saling mengoreksi diri atas segala kesalahan yang telah kita perbuat. Mari, kita saling bersilaturahim dan berbagi energi positif. Siapa pun dan di mana pun. Energi positif yang terakumulasi ini akan menjadi pemantik rasa saling pengertian dan saling memahami di antara kita semua. Pancaran energi positif akan menjadi penerang bagi perjalanan panjang bangsa ini.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Mari, kita kembali fitri.

Membela Tuhan

Membela Tuhan

Oleh Azyumardi Azra

Apakah Tuhan perlu dibela? Bagi banyak orang beriman dalam agama mana pun, Tuhan mestilah dibela meski Tuhan sendiri, karena Ia adalah Zat Yang Mahakuasa, sebenarnya tidak perlu dibela siapa pun. Tuhan Mahakuasa dengan sendiriNya. Namun, Karen Armstrong lewat karya terbarunya The Case for God: What Religion Really Means (London: The Bodley Head, 2009) juga membela Tuhan dengan melihat apa sebenarnya makna agama.

Armstrong melalui karya ini membela Tuhan dan agama, terutama dari dekapan kaum fundamentalis dan skeptisisme orang-orang ateis. Hemat saya, pembelaan tersebut sangat tepat waktu ketika di berbagai penjuru dunia, banyak kalangan umat beragama mengalami antusiasme keagamaan menyala-nyala yang menimbulkan berbagai dampak politik, sosial, dan ekonomi. Pada saat yang sama, skeptisisme dan nihilisme terhadap Tuhan dan agama juga meningkat sebagai respons terhadap perkembangan keagamaan semacam itu.

Agama dan bahkan Tuhan memang pernah kehilangan tempatnya dalam masyarakat Eropa sejak 1960-an. Teolog Amerika Harvey Cox pada 1965 menerbitkan buku The Secular City yang menyimpulkan bahwa Tuhan telah mati. Karena itu, agama harus berpusat pada kemanusiaan daripada ketuhanan. Sebagian kalangan Barat melihat perkembangan ini sebagai 'gelombang baru' sekularisme yang merupakan puncak dari 'Pencerahan' (Enlightenment); sementara sebagian lain memandangnya sebagai awal dari masa 'Pascamodernitas'.

Namun, sejak akhir 1970-an, gelombang berbalik; di mana-mana terjadi kebangkitan kembali agama yang disebut Armstrong sangat dramatis, termasuk ketika Ayatullah Khomeini yang sebelumnya tidak dikenal berhasil menumbangkan Shah Iran, Muhammad Reza Pahlevi, pada 1978. Sementara itu, di Israel, bentuk baru Zionisme keagamaan sangat agresif menemukan momentum di kancah politik Israel. Sedangkan, di AS, pendeta Jerry Falwell mendirikan Moral Majority pada 1979, mendesak kaum fundamentalis Protestan untuk lebih terlibat dalam politik guna menghadapi tantangan dan agenda humanisme sekuler.

Fundamentalisme agama dalam pandangan Armstrong memunculkan religiositas militan, yang dapat tumbuh di lingkungan umat beragama di negara bangsa mana pun: bisa di negara-negara Barat yang memiliki riwayat sekularisme yang panjang dan bisa juga di negara-negara kawasan lain yang secara ketat memisahkan agama dan politik, namun pada saat yang sama mengadopsi ideologi-ideologi sekuler yang bermusuhan dengan agama. Namun, di tengah meningkatnya fundamentalisme agama yang membuat negara dan rezim-rezim penguasa terdesak, kedua belah pihak--kaum fundamentalis dan penguasa sekuler--menyeret agama ke pangkuan masing-masing. Kedua pihak ini terlibat dalam kontestasi yang sangat intens dalam memperebutkan simbolisme agama dan bahkan Tuhan.

Meski negara dan penguasa mencoba mengakomodasi agama, ini belum cukup bagi kaum fundamentalis yang tetap merasa terancam dominasi dan hegemoni negara. Karena itu, kaum fundamentalis, seperti fundamentalis Prostestan di AS, cenderung mengambil sikap kian keras dalam berbagai kehidupan sosial keagamaan yang mereka anggap telah bangkrut sebagai akibat negara dan pemerintahan sekuler. Kaum fundamentalis Protestan meyakini, doktrin keimanan mereka yang paling benar, yang merupakan ekspresi final kebenaran, dan yang harus ditegakkan dengan cara apa pun, termasuk kekerasan dan terorisme.

Namun, Armstrong mengingatkan, sikap banyak orang Barat yang menganggap Islam secara inheren fundamentalis tidak cocok dengan demokrasi dan kebebasan (freedom) dan secara kronis kecanduan kekerasan itu adalah keliru. Islam merupakan agama terakhir dari tiga monoteis yang terjangkit fundamentalisme, persisnya setelah kekalahan negara-negara Arab dalam perang enam hari melawan Israel pada 1967. Kebijakan negara-negara Barat yang tidak adil dengan segera mempercepat pertumbuhan fundamentalisme Islam di Timur Tengah. Konflik dan kekerasan yang berlanjut di Timur Tengah hanya membuat fundamentalisme tetap bertahan, bahkan bisa menemukan momentumnya dari waktu ke waktu.

Apa saran Armstrong menghadapi gejala fundamentalisme di kalangan kaum Muslim? Menurut dia, melakukan generalisasi dan kutukan sewenang-wenang terhadap Islam tidak akan memperbaiki keadaan. Menyalahkan Islam memang mudah dan sederhana, tetapi jelas hanya bakal kontraproduktif. Karena itu, yang perlu adalah meneliti sumber-sumber penyebab kemunculan fundamentalisme dan radikalisme. Kemudian, melakukan perubahan, misalnya dalam kebijakan luar negeri negara-negara Barat.

Dengan demikian, membela Tuhan antara lain bermakna 'membebaskan' Tuhan dari klaim-klaim kelompok keagamaan untuk kepentingan-kepentingan tertentu pula. Tuhan terlalu kompleks dan rumit untuk dikerangkakan dalam konsep, persepsi, dan pemahaman tertentu. Kita manusia, tulis Arsmtrong, hanya memiliki ide yang sangat terbatas mengenai Tuhan.

Karen Armstrong memberikan perspektif kepada kita agar melihat masalah-masalah tentang Tuhan dan agama secara lebih bijak. Bagi umat Muslim, pemahaman tentang Tuhan seyogianya berpijak pada kerangka yang telah diletakkan jumhur ulama dalam ilmu tauhid. Penafsiran spekulatif tentang Tuhan bukan hanya dapat menimbulkan perdebatan yang tidak ada ujung, seperti pernah terjadi di antara para mutakallimun, tapi itu juga membingungkan
.

Miskin karena Bersedekah?

Miskin karena Bersedekah?

Tidak ada alasan bagi orang beriman untuk enggan bersedekah. Sebab, kendati terasakan berat, bersedekah merupakan ciri paling kentara dari keimanan yang sahih. Untuk bersedekah, seseorang harus mampu mengalahkan perasaan owel (rasa kepemilikan) karena mengikhlaskan sebagian rezekinya untuk pihak lain. Jika tidak karena adanya keyakinan yang mantap atau harapan keuntungan yang kekal di akhirat kelak, sungguh seseorang akan enggan bersedekah.

Berbeda dengan amalan lain sebagai ciri keimanan yang sahih seperti shalat dan puasa. Pada kedua amalan yang lebih bersifat individual ini tidak perlu ada rasa bekorban kepemilikan, cukup dengan bekorban waktu selain kemauan. Untuk bersedekah ini sungguh terasakan lebih berat sehingga akan lebih jarang diamalkan dibandingkan dengan shalat dan puasa. Oleh karena itu, sekalipun seseorang sudah menjalankan shalat dan puasa tetap perlu dipertanyakan keimanan sahihnya jika yang bersangkutan masih tetap enggan bersedekah.

Dalam sejarah Islam kita kenal Fatimah Az-Zahra ra yang ikhlas bersedekah seuntai kalung warisan kepada musafir yang kehabisan bekal dan tiga hari tidak makan karena tidak ada lagi barang yang layak dijual. Dengan kalung tadi si musafir menjadi cukup bekal setelah menjualnya kepada Abdurrahman bin Auf ra.

Tetapi, begitu mengetahui keikhlasan Fatimah dalam bersedekah, segera Abdurrahman menghadiahkan kalung tadi kepada Nabi saw, ayahanda Fatimah, pemilik awalnya. Bisa ditebak, akhirnya kalung itu pun kembali ke tangan Fatimah setelah melewati tiga orang sebagai hadiah dan tercatat sebagai amalan sedekah.

Sungguh, bersedekah secara ikhlas akan mendapatkan ganti. Ini tidak saja ada dalam tarikh terdahulu. Dalam kehidupan nyata di lingkungan kita pun demikian halnya. Orang yang banyak bersedekah justru rezekinya melimpah, kehormatannya tinggi, dan harta kepemilikannya diakui bahkan dijaga keselamatannya oleh orang lain.

Agaknya belum pernah tercatat orang yang banyak bersedekah berakibat miskin. Sungguh dengan bersedekah kekayaannya bertambah, berlipat. Ibarat orang mendapat mangga, maka yang dimakan cukup dagingnya sedangkan bijinya harus disisihkan, ditanam hingga kelak akan menjadi pohon yang berlipat-lipat buahnya.

Untuk bersedekah, tidak ada ketentuan jenis barangnya (QS 2:267), tidak juga ditentukan jumlahnya (QS 3:134), tidak pula sasaran penggunaannya (QS 2:215). Artinya, benar-benar terserah sesuai kondisi orangnya. Itu jika bersedekah harta. Bagaimana jika kita kekurangan harta benda?

Hadis Nabi riwayat Bukhari-Muslim menyebutkan bahwa bisa juga bersedekah tanpa materi. Berzikir, berdakwah, mendamaikan perseteruan, berkata yang baik, membuang duri dari jalanan, membawakan beban orang lain, bahkan tersenyum pun bisa bermakna sedekah. Masihkah kita enggan bersedekah setelah kita mengaku beriman sahih? Wallahu a'lam bish shawab.

Mandi Malam Bikin Rematik?

Jangan mandi malam, nanti bisa kena rematik, Kalau bisa hindari mandi malam, nanti sakit tulang. Petuah-petuah itu kerap kita dengar. Berkembang anggapan di masyarakat mandi saat malam hari dapat menyebabkan rematik atau nyeri persendian, benarkah demikian?

secara medis mandi saat malam hari tidak menyebabkan nyeri pada persendian. Anggapan tersebut muncul dari pengalaman yang dialami masyarakat semata.

"Berangkat dari pengalaman orang, kalau terpapar dengan temperatur dingin rasa nyeri akan bertambah. Padahal tidak begitu,"anggapan tersebut kok dapat berkembang di masyarakat. Pasalnya hingga saat ini belum ada penelitian yang mengatakan masyarakat yang tinggal di daerah kutub utara yang terkena nyeri tulang akibat temperatur yang dingin.

nyeri pada tulang lebih disebabkan dengan gaya hidup seseorang, seperti seberapa sering berolahraga. Dan bagaimana ia menggunakan persendiannya.

 masyarakat mesti tetap memperhatikan kondisi badan saat mandi malam. Jika kondisi badan tidak dalam keadaan bagus, sebaiknya tidak mandi malam.

saat mandi malam, perhatikan juga suhu air yang digunakan. Pasalnya, air yang terlalu dingin dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. "Tak ada salahnya menggunakan air hangat jika suhu air terlalu dingin. Jangan terlalu ekstrim suhunya,

suhu air yang dapat diterima tubuh maksimal berbeda lima derajat celcius dengan suhu tubuh. "Suhu tubuh normal itu 36 derajat celcius, sehingga suhu air yang dapat diterima antara 29-30 derajat celcius,

Fwd: Keutamaan Subuh

Keutamaan Subuh


Oleh : Muhammad Jihad Akbar
Shalat Subuh merupakan satu di antara shalat wajib lima waktu yang mempunyai kekhususan dari shalat lainnya dan mempunyai keutamaan yang luar biasa. Pada saat inilah pergantian malam dan siang dimulai. Pada saat ini pula malaikat malam dan siang berganti tugas (HR Al-Bukhari).
Karenanya, beruntunglah mereka yang dapat melaksanakan shalat Subuh pada awal waktu sebab disaksikan oleh malaikat, baik malaikat yang bertugas pada malam hari maupun siang. Allah SWT berfirman: ''Dan dirikanlah shalat Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh para malaikat).'' (QS Al-Isra' [17]: 78).

Selain itu, shalat Subuh juga bisa menjadi penerang pada hari ketika semua orang berada dalam kekalutan (kiamat). Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, ''Berilah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid (untuk mengerjakan shalat Subuh) dengan cahaya yang terang benderang (pertolongan) pada hari kiamat.'' (HR Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majah).

Tak hanya itu, Allah pun telah menyiapkan pahala yang luar biasa bagi mereka yang membiasakan shalat Subuh tepat pada waktunya, yaitu mendapatkan pahala sebanding dengan melakukan shalat semalam suntuk. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis, ''Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat semalam suntuk.'' (HR Bukhari).

Di antara hikmah dan alasannya adalah karena shalat Subuh merupakan shalat wajib yang paling ''sulit'' dikerjakan pada awal waktu. Banyak di antara kita lebih memilih untuk tidur di atas kasur empuk dan selimut yang hangat. Padahal, seruan Allah (adzan) pada waktu Subuh telah memberitahukan kita bahwa shalat itu lebih baik daripada tidur.

Secara ilmiah, benar adanya bahwa bangun pagi dan melakukan shalat lebih baik daripada terus tidur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Louis J Ignarro dan Ferid Murad, pembuluh darah manusia akan mengembang pada tengah malam terakhir sampai menjelang siang. Kemudian secara berangsur-angsur sekumpulan sel darah akan menggumpal pada dinding pembuluh sehingga terjadi penyempitan. Inilah yang mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Menurut peraih Nobel bidang Fisiologi dan Kedokteran tahun 1998 ini, ada cara alamiah yang bisa dilakukan oleh setiap orang, yaitu menggerakkan tubuh sejak pagi buta. Karena, penelitian mereka menunjukkan bahwa dengan menggerak-gerakkan tubuh, gumpalan sel tadi akan melebur bersama aliran darah yang terpompa dengan kencang pada saat bergerak.


Maka, beruntunglah mereka yang terbiasa menggerakkan tubuh pada waktu Subuh dengan bangun tidur lalu berwudhu kemudian berjalan menuju masjid guna shalat Subuh berjamaah

Saudara Serigala

Torak tersentak bangun dari tidur yang tidak diinginkannya. Torak meringkuk dalam lingkaran cahaya api unggun yang hampir padam sambil mengintip ke kegelapan Hutan. Dia tak dapat melihat apa-apa. Tidak dapat mendengar apa-apa. Apakah makhluk itu akan datang lagi? Apakah makhluk itu ada di luar sana, mengawasi dengan mata menyala?

Dia merasa hampa, dingin dan kelaparan. Lengannya terluka, dan matanya berat karena lelah, tapi dia benar-benar tidak dapat merasakannya. Semalaman dia menjaga reruntuhan tempat berlindung yang terbuat dari dahan cemara, dan juga menjaga ayahnya yang terluka. Bagaimana ini bisa terjadi?

Baru kemarin mereka membangun tempat berlindung di senja musim gugur yang biru. Torak melucu, dan ayahnya tertawa. Tiba-tiba Hutan bergemuruh. Burung gagak memekik. Dan dari kegelapan di bawah pepohonan muncul bayangan yang lebih gelap: ancaman yang berwujud beruang.

Tiba-tiba kematian datang mengancam. Desingan cakar. Berbagai bunyi yang membuat telinga berdarah. Dalam sedetak jantung makhluk itu telah memorakporandakan tempat berlindung mereka. Dalam sedetak jantung makhluk itu membuat ayahnya terluka parah. Lalu makhluk itu pergi, lenyap seperti kabut ke dalam Hutan.

Beruang apa yang mengejar manusia - lalu pergi tanpa membunuh? Beruang apa yang mempermainkan buruannya?

Di mana beruang itu sekarang?

Torak tidak dapat melihat melampaui sinar yang dipancarkan api, tapi dia tahu bahwa tempat terbuka itu pernah dengan pohon yang patah dan rumput yang terinjakinjak.

Dia mencium bau darah pinus dan tanah yang terkoyak. Dia mendengar riak sedih dan lembut dari sungai yang berjarak tiga puluh langkah dari tempat dia meringkuk.

Beruang itu bisa berada di mana saja sekarang ini.

Ayahnya mengerang di sampingnya. Dengan perlahan dia membuka mata lalu menatap anaknya tanpa tanda-tanda mengenali.

Jantung Torak seraya diremas. "Ini-ini aku," dia tergagap. "Bagaimana ayah?"

Ayahnya meringis kesakitan. Pipinya bersemu abu-abu hingga tato di badannya terlihat jelas. Keringat membuat rambut ayahnya yang hitam panjang menempel ke kulit.

Luka ayahnya sangat parah. Ketika Torak dengan menyumbatkan lumut janggut untuk menghentikan pendarahan, dia melihat usus ayahnya berkilau dalam cahaya api. Dia menahan agar tidak muntah. Dia berharap Fa-ayahnya-tidak melihat, tapi dia pasti lihat. Fa seorang pemburu. Fa melihat segalanya.

"Torak…." Ayahnya menghembuskan napas. Tangannya terulur, lalu memegang tangan Torak dengan erat. Torak menelan liur. Seharusnya anak yang memegang erat tangan ayahnya, bukan sebaliknya.

Torak berusaha bersikap seperti orang dewasa. "ada sedikit daun yarrow," ujarnya sambil merogoh kantong obat. "Mungkin ini bisa menghentikan penda-"

"Simpan saja. Kau juga berdarah."

"Tidak sakit," Torak berdusta. Beruang itu telah menghempaskan dia ke pohon birch sehingga rusuknya memar dan lengan kirinya luka parah.

"Torak- pergilah. Sekarang. Sebelum dia datang lagi."

Torak menatap ayahnya. Ia membuka mulut, tapi tidak ada suara yang keluar.

"Kau harus pergi," desah ayahnya.

"Tidak. Tidak. Aku tidak-"

"Torak - aku sekarat. Aku akan mati menjelang matahari terbit."

Torak mencengkeram kantong obatnya. Dia mendengar bunyi pemuruh. "Fa-"

"Berikan - apa yang kubutuhkan dalam Perjalanan Kematian. Lalu kemasi barangbarangmu."

Perjalanan Kematian. Tidak. Tidak.

Tapi rona wajah ayahnya tampak tegas. "Busurku," kata ayahnya. "Tidak anak panah. Kau simpan sisanya. Di tempat tujuanku berburu sangat mudah."

Celaka kulit rusa yang Torak pakai terkoyak di bagian lutut. Dia membenamkan kuku ibu jarinya ke dalam daging. Sakit. Dia berusaha memusatkan perhatian pada rasa sakit itu.

"Makanan," desah ayahnya. "Dendeng. Kau bawa semuanya."

Lutut Torak mulai berdarah. Dia terus membenamkan kukunya. Dia berusaha untuk tidak membayangkan ayahnya dalam Perjalanan Kematian. Dia berusaha tidak membayangkan dirinya sendirian di Hutan. Dia baru berumur dua belas musim panas.

Dia tidak sanggup bertahan hidup sendiri. Dia tidak tahu caranya.

"Torak! Pergilah!"

Sambil cemberut, Torak mengumpulkan senjata milik ayahnya. Dia membagi-bagi anak panah, jari-jarinya tertusuk mata panah yang terbuat dari batu api yang runcing. Dia memanggul kantong panah dan busurnya, lalu mengais-ngais di antara reruntuhan tempat berlindung untuk mencari kapak kecilnya yang terbuat dari batu basal hitam. Keranjangnya yang terbuat dari kayu hazel rusak karena serangan itu sehingga dia terpaksa menjejalkan barang-barangnya ke dalam poncobaju tak berlengan atau mengikatnya ke tali pinggang.

Torak meraih kantong tidur dari kulit rusa kutub.

"Ambil saja kantong tidurku," gumam ayahnya. "Kau tidak pernah memperbaiki milikku. Dan tukar pisau kita."

Torak terperanjat. "Jangan pisau, ayah! Kau membutuhkannya!"

"Kau yang lebih membutuhkan. Dan aku senang bisa membawa barang milikmu dalam Perjalanan Kematian."

"Fa, kumohon. Jangan."

Dari dalam hutan terdengar ranting patah.

Torak berpaling.

Kegelapan itu benar-benar pekat. Ke mana pun memandang, yang terlihat hanyalah bayangan berwujud beruang.

Tidak ada angin.

Tidak ada kicau burung.

Yang ada hanyalah retik api dan detak jantungnya. Bahkan hutan pun menahan napas.

Ayahnya menjilat keringat di bibir. "Dia belum datang," ujarnya. "Tidak lama lagi dia akan datang mencari ayahnya…. Cepat pisaunya."

Torak tak ingin bertukar pisau. Itu berarti kematian bagi ayahnya. Tapi ayahnya menatap dengan tatapan yang tidak ingin dibantah.

Sambil mengatupkan rahan begitu kuat sampai terasa sakit, Torak mengambil pisaunya lalu menaruhnya di tangan Fa. Kemudian ia melepas ikatan sarung pisau yang terbuat dari kulit rusa di tali pinggang ayahnya. Pisau Fa indah dan mematikan, dengan mata pisau yang terbuat dari batu biru dengan gagang dari tanduk rusa merah yang dibebat benang otot rusa agar enak dipegang. Saat menatap benda itu, Torak tersadar. Dia harus bersiap menghadapi hidup tanpa Fa. "Aku tak akan meninggalkanmu, ayah!" teriaknya. "Akan kulawan dia, aku…."

"Jangan! Tak seorang pun bisa melawan beruang ini!"

Gagak terbang dari pohon.

Torak lupa bernapas.

"Dengarkan," desis ayahnya. "Beruang–semua beruang–adalah pemburu terkuat di Hutan. Kau tahu itu. Tapi beruang ini jauh lebih kuat."

Torak merasakan bulu lengannya merinding. Saat menunduk, dia melihat urat nadi kecil di mata ayahnya. "Apa maksudmu, ayah?" bisiknya. "Apa…."

"Beruang itu kerasukan." Wajah ayahnya muram, tidak mirip Fa lagi. "Ada setan dalam dunia lain yang telah merasukinya sehingga dia menjadi jahat."

Sepotong bara memercik. Ranting pohon seperti mendekat untuk ikut didengarkan.

"Setan?" ujar Torak.

Ayahnya memejamkan mata, berusaha mengumpulkan tenaga. "Hidupnya hanya untuk membunuh," kata ayahnya. "Setiap kali membunuh dia bertambah kuat. Dia akan membunuh semuanya. Buruan. Semua akan mati. Hutan ini pun akan mati….." dia terhenti. "Dalam satu rembulan semuanya akan berakhir. Setan itu terlalu kuat."

Sumber: Wolf Brother karya Michelle Paver

Ciri-ciri Malam Lailatul Qodar

Catatan Ahmad Ali Akbar Albantani

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu'alaikum wr.wb

Diriwayatkan dari Ubadah bin Al Shamit r.a. : Rasulullah SAW pergi menemui para sahabatnya untuk memberitahukan (tanggal) malam Al Qodr tetapi di tempat itu terjadi perselisihan antara dua orang muslim. Nabi Muhammad Saw. Bersabda,"aku kemari untuk memberitahukan kepada kalian tanggal (malam Al Qodr) tetapi si fulan dan si fulan berselisih, pengetahuan tentang itu pun raib (aku lupa tanggal itu) dan barangkali hal itu lebih baik bagimu. Carilah pada tanggal ke-7, ke-9, atau ke-5 (pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan)".

Ciri-ciri Lailatul Qodr

Dinamakan lailatul qodr karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan di tahun ini, sebagaimana firman Allah swt :

"Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul." (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)

Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar, sebagaimana firman-Nya :

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al Qodr : 4 – 5)



Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang tanda-tanda lailatul qodr adalah :

1. Sabda Rasulullah saw,"Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah." Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.

2. Sabda Rasulullah saw,"Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya." (HR. Ibnu Hibban)

3. Rasulullah saw bersabda,"Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran." (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)

4. Rasulullah saw berabda,"Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar." (HR. Muslim)

Terkait dengan berbagai tanda-tanda Lailatul Qodr yang disebutkan beberapa hadits, Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan,"Semua tanda tersebut tidak dapat memberikan keyakinan tentangnya dan tidak dapat memberikan keyakinan yakni bila tanda-tanda itu tidak ada berarti Lailatul Qodr tidak terjadi malam itu, karena lailatul qodr terjadi di negeri-negeri yang iklim, musim, dan cuacanya berbeda-beda. Bisa jadi ada diantara negeri-negeri muslim dengan keadaan yang tak pernah putus-putusnya turun hujan, padahal penduduk di daerah lain justru melaksanakan shalat istisqo'. Negeri-negeri itu berbeda dalam hal panas dan dingin, muncul dan tenggelamnya matahari, juga kuat dan lemahnya sinarnya. Karena itu sangat tidak mungkin bila tanda-tanda itu sama di seluruh belahan bumi ini. (Fiqih Puasa hal 177 – 178)

Terangilah hatimu seperti cahaya rembulan ditengah keheningan...

Perbedaan Waktu Antar Negara

Lailatul qodr merupakan rahasia Allah swt. Untuk itu dianjurkan agar setiap muslim mencarinya di sepuluh malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah saw,"Carilah dia (lailatul qodr) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil." (HR. Bukhori Muslim).

Dari Abu Said bahwa Nabi saw menemui mereka pada pagi kedua puluh, lalu beliau berkhotbah. Dalam khutbahnya beliau saw bersabda,"Sungguh aku diperlihatkan Lailatul qodr, kemudian aku dilupakan—atau lupa—maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam ganjil." (Muttafaq Alaihi)

Pencarian lebih ditekankan pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw bermimpi tentang Lailatul Qodr di tujuh malam terakhir. Menanggapi mimpi itu, Rasulullah saw bersabda,"Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir. Karena itu barangsiapa hendak mencarinya maka hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir."

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,"Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir." (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi)

Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits diatas adalah malam ke- 21, 23, 25, 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara—sebagaimana sering kita saksikan—maka malam-malam ganjil di beberapa negara menjadi melam-malam genap di sebagian negara lainnya sehingga untuk lebih berhati-hati maka carilah Lailatul Qodr di setiap malam pada sepuluh malam terakhir. Begitu pula dengan daerah-daerah yang hanya berbeda jamnya saja maka ia pun tidak akan terlewatkan dari lailatul qodr karena lailatul qodr ini bersifat umum mengenai semua negeri dan terjadi sepanjang malam hingga terbit fajar di setiap negeri-negeri itu.

Karena tidak ada yang mengetahui kapan jatuhnya lailatul qodr itu kecuali Allah swt maka cara yang terbaik untuk menggapainya adalah beritikaf di sepuluh malam terakhir sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Ciri-ciri Orang Yang Mendapatkan Lailatul Qodr

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dai Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,"Barangsiapa melakukan qiyam lailatul qodr dengan penuh keimanan dan pengharapan (maka) dosa-dosanya yang telah lalu diampuni."

Juga doa yang diajarkan Rasulullah saw saat menjumpai lailatul qodr adalah "Wahai Allah sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi Maaf, Engkau mencintai pemaafan karena itu berikanlah maaf kepadaku." (HR. Ibnu Majah)

Dari kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa dianjurkan bagi setiap yang menginginkan lailatul qodr agar menghidupkan malam itu dengan berbagai ibadah, seperti : shalat malam, tilawah Al Qur'an, dzikir, doa dan amal-amal shaleh lainnya. Dan orang yang menghidupkan malam itu dengan amal-amal ibadah akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada dan kelezatan dalam ibadahnya itu karena semua itu dilakukan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridho Allah swt.

Wallahu A'lam

Berbagai Kelainan dan Penyakit Saluran Pencernaan

Mencret (Diare)

Diare terjadi karena adanya rangsangan yang berlebihan pada mukosa usus sehingga gerakan otot usus meningkat dan makanan kurang terserap secara sempurna. Diare termasuk gangguan perncernaan yang paling sering muncul terutama pada anak-anak.

Diare akut kalau anak mencret lebih dari 4 kali sehari. Penyebabnya bisa infeksi, bisa juga hanya karena salah makan, sebagai contoh makanan yang tidak sesuai dengan usia anak, misalnya sudah diberikan makan padat sebelum waktunya.

Faktor kebersihan juga menjadi sebab diare. Diare yang disebabkan bakteri atau salah makan adalah penyebab utama gangguan pencernaan pada anak di bawah 5 tahun (Balita). Selain itu, ada juga diare akibat cacingan.

Pengobatan mencret

Pengobatan diare yang paling dianjurkan adalah memberikan oralit. Tidak ada anak yang meninggal karena diare, yang ada meninggal karena dehidrasi. Jadi, yang perlu diwaspadai bukan diarenya, melainkan dehidrasinya. Selama cairan tubuhnya cukup, tak perlu khawatir. Salah satu indikator dehidrasi adalah buang air kecilnya.

Selama kencingnya cukup, berarti tidak ada dehidrasi. Berikan oralit, karena sudah disesuaikan dengan cairan yang dikeluarkan melalui BAB."

Oralit mengandung glukose, natrium, kalium, dan bikarbonat untuk menggantikan cairan yang hilang lewat BAB. Sementara pada air putih, natrium dan kaliumnya turun. Anak malah bisa kejang, kembung, dan lemas kalau hanya tergantikan airnya saja. Yang juga harus diperhatikan, jangan menyamakan komposisi oralit untuk anak dan dewasa. "Pada anak, natriumnya lebih rendah. Jadi, kalau mencretnya 2 sendok, jangan memberikan oralit segelas, mencret setengah gelas, jangan memberikan oralit tiga gelas.

Jadinya malah hipernatrium, bisa-bisa anak mengalami koma. Kebutuhan cairan disesuaikan dengan oralit.....

..... SELENGKAPNYA>>>Berbagai Kelainan dan Penyakit Saluran Pencernaan


.

IKHLAS

dari inbox emailku:

Catatan Indrawati Ira



1. Ikhlas Kepada Allah

Ikhlas kepada Allah, berarti ridho atau rela menerima segala ketentuan-Nya.
Ikhlas dan ridho menerima segala ajaran Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad saw, yang berupa perintah dan larangan-Nya.
Berarti senang dan tidak merasa keberatan dalam menjalankan perintah dan menjauhkan larangan-Nya (seperti melaksanakan sholat lima waktu, ibadah puasa, dilarang berbuat maksiat dsb) dan dalam melaksanakannya, semata-mata ikhlas karena Allah, tanpa pamrih.

Tujuan amal ibadah yang dilakukan hanya satu, yaitu bagaimana supaya apa yang dilakukan diterima oleh allah Swt, sehingga akhirnya sampai bisa merasakan buah dari keikhlasan yang berupa ketentraman jiwa dan ketenangan bathin, sehingga hidup akan jauh indah dan bahagia.

2. Ikhlas Dalam Menghadapi Masalah Hidup

Mungkin terkadang kita sering kali merasakan betapa sulitnya menjadi hamba yang ikhlas, betapapun kita telah berusaha.
Sebenarnya yang membuat sulit itu adalah karena kita tidak siap menerima kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan keinginan, hingga akhirnya dilanda rasa kecewa.

Coba kita renungkan, kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan keinginan itu, bukankah sudah terjadi dan menimpa kita ? Jadi, kita suka atau tidak suka, rela atau tidak rela, mau atau tidak mau, tidak ada pilihan lain, tetap harus menjalaninya.

Jadi lebih baik terima dengan ikhlas, karena di dunia ini kita pasti akan selalu menemukan kenyataan yang tidak bisa dihindari, yaitu selamanya kita akan menemukan perkara-perkara yang tidak mungkin kita rubah, tetapi kita hanya dapat berinteraksi bersamanya dengan sabar dan penuh keimanan.


3. Ikhlas Terhadap Pandangan Orang

Mungkin ada dari kita yang terkadang masih sangat terganggu dengan pandangan orang terhadap kita, yang akhirnya tidak sedikit dari kita yang selama hidupnya jadi sangat mencemaskan atau mengkhawatirkan pandangan orang.

Kekhawatiran kita misalnya : nanti apa kata orang kalau...atau, wah, kalau sampai teman kantor atau tetangga tahu masalah ini, saya malu dan sebagainya, hingga kita jadi sangat disibukkan dengan hanya memikirkan penilaian orang terhadap kita, hingga akhirnya kita pun jadi tidak bisa merasakan ketentraman yang sesungguhnya dalam hidup.

Bagi kita yang mempunyai masalah seperti tersebut, cobalah kita belajar untuk tidak memperdulikan pandangan orang terhadap orang terhadap kita, dengan perasaan puas terhadap pandangan Allah kepada kita. Karena sesungguhnya, bila pandangan Allah baik terhadap kita, maka baik juga pandangan makhluk kepada kita.


4. Memperbaiki Amal Ibadah Dengan Ikhlas

Bila kita telah melakukan suatu amal kebaikan, jagalah amal kebaikan kita cegahlah hawa nafsu dari kesenangan menghapuskannya. Bersihkanlah amal kebaikan kita dari sifat riya, baik yang jelas maupun yang terselubung.

Karena sesungguhnya kita mampu melakukan suatu amal kebaikan atau amal ibadah itu semata-mata karena rahmat karunia Allah.

Pahamilah dan terapkanlah pengertian Laa haula wala quwwata illa billahi, tiada daya untuk mengelakkan dan tiada daya kekuatan untuk berbuat apapun kecuali dengan pertolongan Allah.
Karena memang semua langsung dari Allah, atas izin Allah.

Karena allah-lah yang memberi taufik dan hidayah.
Karena itu perbaikilah amal perbuatan kita dengan ikhlas dan perbaikilah keikhlasan kita dengan perasaan tidak ada kekuatan sendiri.
Sedang semua yang dilakukan semata-mata karena bantuan pertolongan Allah swt.


5. Ikhlas Menerima Takdir Allah

Berikut kiat-kiat bijak dalam menyikapi takdir Allah yang tidak sesuai dengan keinginan kita atau yang terkadang kita rasakan pahit, sebagai berikut :

~* Biar saja takdir berjalan sebagaimana maunya Allah, yang penting adalah kita kerjakan saja perintah-perintah yang membuat takdir itu.
~* Biar saja Allah memutuskan kehendak-Nya (karena ini hak mutlak Allah) yang penting tugas kita untuk mengabdi kepada-Nya tetap kita jalankan.
~* Percuma kita berpikir secara mendalam mengenal takdir, karena seberat apapun kita berpikir, tetap saja ujung-ujungnya kita harus menjalankan ketentuan-Nya.
~* Bukan persoalan takdir Allah yang perlu dipikirkan, karena itu sudah terjadi, tetapi yang perlu dipikirkan adalah bagaimana agar kita bisa tetap taat pada-Nya ketika kita bisa tetap taat pada-Nya ketika menerima takdir-Nya yang kira rasakan pahit itu.

Wassalam.

Proses Pembuahan Atau Fertilisasi

Pembuahan adalah proses peleburan antara satu sel sperma dan satu sel ovum yang sudah matang. Proses pembuahan ini terjadi di bagian saluran Fallopii yang paling lebar. Sebelum terjadi poses pembuahan, terjadi beberapa proses sebagai berikut.
Ovum yang telah masuk akan keluar dari ovarium. Proses tersebut dinamakan ovulasi. Ovum yang telah masak tersebutakan masuk ke saluran Fallopii. Jutaan sperma harus berjalan dari vagina menuju uterus dan masuk ke saluran Fallopii. Dalam perjalanan itu, kebanyakan sperma dihancurkan oleh mukus (lendir) asa di dalam uterus dan saluran Fallopii. Di antara beberapa sel sperma yang bertahan hidup, hanya satu yang masuk menembus membran ovum. Setelah terjadi pembuahan, membran ovum segera mengeras untuk mencegah sel sperma lain masuk.

Hasil pembuahan adalah zigot. Kemudian mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai berikut:

  1. Zigot membelah menjadi 2 sel, 4 sel, dan seterusnya.
  2. Dalam waktu bersamaan lapisan dinding dalam uterus menjadi tebal seperti spons, penuh dengan pembuluh darah, dan siap menerima zigot.
  3. Karena kontraksi oto dan gerak silia diding saluran Fallopii, zigot menuju ke uterus dan menempel di dinding uterus untuk tumbuh dan berkembang.
  4. Terbentuk plsenta dan tali pusat yang merupakan penghubung antara embrio dan jaringan ibunya. Fungsi plasenta dan tali pusat adalah mengalirkan oksigen dan zat-zat makanan dari ibu ke embrio, serta menglirkan sisa-sisa metabolisme dari embrio ke peredana darah ibunya.
  5. Embrio dikelilingi cairan amnion yang berfungsi melindungi embrio dari bahaya benturan yang mungkin terjadi.
  6. Embrio berusaha empat minggu sudah menunjukkan adanya pertumbuhan mata, tangan, dan kaki.
  7. Setelah berusia enam minggu, embrio sudah berukuran 1,5 cm. Otak, mata, telinga, dan jantung sudah berkembang. Tangan dan kaki, serta jari-jarinya mulai terbentuk.
  8. Setelah berusia delapan minggu, embrio sudah tampak sebagai manusia dengan organ-organ tubuh lengkap. Kaki, tangan, serta jari-jariny telah berkembang. Mulai tahap ini sampai lhir, embrio disebut fetus (janin).
  9. Setelah mencapai usia kehamilan kira-kira sembilan bulan sepuluh hari, bayi siap dilahirkan.

Jika ovum yang sudah masak tidak dibuahi oleh sperma, jaringan penyusun dinding rahim yang telah menebal dan mengandung banyak pembuluh darah akan rusak dan luruh/runtuh. Bersama-sama dengan ovum yang tidak dibuahi, jaringan tersebut dikeluarkan dari tubuh lewat vagina dalam proses yang disebut menstruasi (haid).


Musibah Pelebur Dosa

masih dari inbox email saya:

Musibah Pelebur Dosa

Oleh Nurjannah Suharjo

Dalam sebuah hadis disebutkan, kelak pada hari kiamat akan didatangkan seorang penduduk dunia yang paling mendapatkan nikmat dari penghuni neraka. Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka dengan sekali celupan.

Kemudian ditanya, ''Wahai anak keturunan Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan? Apakah kamu pernah mendapatkan kenikmatan?'' Ia menjawab, ''Tidak, demi Allah, wahai Tuhanku.''

Lantas didatangkan seorang yang paling menderita di dunia dari penduduk surga, lalu ia dicelupkan ke dalam surga sekali celupan. Lantas ditanya, ''Wahai anak keturunan Adam, pernahkah kamu melihat penderitaan? Pernahkah kamu merasakan kesengsaraan?''

Ia pun menjawab, ''Tidak demi Allah, wahai Tuhanku. Tidak pernah aku mengalami penderitaan dan tidak pernah melihat kesengsaraan.'' (HR Muslim).

Secara kasat mata, ada segolongan manusia yang menderita secara fisik karena baru saja ditimpa bencana serta kehilangan harta benda yang dimiliki. Tapi, bagi manusia beriman, cobaan fisik seperti itu tak membuatnya sakit berkepanjangan.
Musibah yang menimpa tidak menjadikannya berputus asa dari karunia-Nya. Ujian yang diterima justru dijawab dengan tetap beribadah kepada-Nya, bahkan semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Dengan sikap tawakal dan sabar, insya Allah, dia tak akan merasakan sakitnya musibah ketika hidup di dunia, karena Allah SWT menggantinya dengan kenikmatan tiada tara. Sebagai balasan atas keimanannya kepada Yang Mahakuasa, dia akan tetap dapat bertahan di tengah cobaan hidup yang bertubi-tubi.

Kadar iman dan takwa mendorongnya untuk mengatakan kepada Sang Pencipta, Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun, ''Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.'' (QS Albaqarah [2]: 156).

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah menyebutkan, orang-orang beriman ketika tertimpa musibah dan cobaan, akan berusaha mengobati sendiri. Caranya, pertama, menyadari sepenuhnya dunia adalah tempatnya ujian, petaka, dan musibah.

Kedua, melihat sekelilingnya bahwa masih banyak musibah lain yang jauh lebih besar dari musibah yang menimpa orang lain. Ketiga, menyerahkan kepada Allah SWT seraya mengharap pahala atas musibah yang menimpanya, serta meminta ganti yang lebih baik hanya kepada-Nya.

Keempat, meyakini bahwa cobaan dan musibah sebagai pelebur dari dosa-dosanya yang telah lalu. Rasululah SAW bersabda, ''Senantiasa cobaan menimpa laki-laki dan perempuan yang beriman pada tubuhnya, harta, dan anaknya, sehingga ia berjumpa dengan Allah SWT dalam keadaan tidak memiliki dosa.'' (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).

Siklus Menstruasi

Menstruasi disebut juga haid merupakan pendarahan yang terjadi akibat luruhnya dinding sebelah dalam rahim (endometrium) yang banyak mengandung pembuluh darah. Lapisan endometrium dipersiapkan untuk menerima pelekatan embrio. Jika tidak terjadi pelekatan embrio, maka lapisan ini akan luruh, kemudian darah keluar melalui serviks dan vagina. Pendarahan ini terjadi secara periodik, jarak waktu antara menstruasi yang satu dengan menstruasi berikutnya dikenal dengan satu siklus menstruasi.

Siklus menstruasi wanita berbeda-beda, namun rata-rata berkisar 28 hari. Hari pertama menstruasi dinyatakan sebagai hari pertama siklus menstruasi. Siklus ini terdiri atas 4 fase, yaitu:

1. Fase menstruasi

Fase menstruasi ini terjadi jika ovum tidak dibuahi sperma, sehingga korpus luteum menghentikan produksi hormon esterogen dan progesteron. Turunnya kadar esterogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari endometrium yang disertai robek dan luruhnya endometrium, sehingga terjadi pendarahan. Fase menstruasi ini berlangsung kurang lebih 5 hari. Darah yang keluar selama menstruasi berkisar antara 50-150 mili liter.

2. Fase pra-ovulasi

Fase pra-ovulasi disebut juga dengan fase poliferasi. Hormon pembebas gonadotropin yang dikeluarkan hipotalamus akan memacu hipofise untuk mengeluarkan FSH. FSH singkatan dari folikel stimulating hormon. FSH memacu pematangan folikel dan merangsang folikel untuk mengeluarkan hormon esterogen. Adanya esterogen menyebabkan pembentukan kembali (poliferasi) dinding endometrium. Peningkatan kadar esterogen juga menyebabkan serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifat basa. Lendir ini berfungsi untuk menetralkan suasana asam pada vagina sehingga mendukung kehidupan sperma.

3. Fase ovulasi

Jika siklus menstruasi seorang perempuan 28 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke 14. Peningkatan kadar esterogen menghambat pengeluaran FSH, kemudian hipofise mengeluarkan LH. LH singkatan dari luternizing hormon. Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel, peristiwa ini disebut ovulasi.

4. Fase pasca ovulasi

Fase ini berlangsung selama 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Walaupun panjang siklus menstruasi berbedabeda, fase pasca-ovulasi ini selalu sama yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Folikel de Graaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan hormon progesteron dan masih mengeluarkan hormon esterogen namun tidak sebanyak ketika berbentuk folikel. Progesteron mendukung kerja esterogen untuk mempertebal dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium serta mempersiapkan endometrium untuk menerima pelekatan embrio jika terjadi pembuahan atau kehamilan. Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang hanya sedikit mengeluarkan hormon, sehingga kadar progesteron dan esterogen menjadi rendah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya menstruasi demikian seterusnya.


Tulisan yang sejenis:

Organ reproduksi wanita

Kelainan dan Penyakit pada Sistem Reproduksi pada Manusia

Remaja Harus Dapat Informasi Kespro (kesehatan reproduksi)

Proses Reproduksi pada Manusia

Penyakit Menular Lewat Hubungan Seksual (PMS)

AIDS

Organ reproduksi wanita

Organ Reproduksi Pria

Bikin SIM Bisa di Rumah

Wah... Bikin SIM Bisa di Rumah

Ritual lima tahunan untuk memperpanjang masa berlaku surat izin mengemudi (SIM) memang terkadang merepotkan. Apalagi untuk pengajuan SIM baru, masyarakat harus menyediakan waktu khusus untuk antre, ujian tertulis dan praktik, serta melakukan sejumlah hal administratif lain.

Namun kini, masyarakat yang akan membuat atau memperpanjang masa berlaku SIM tidak perlu lagi repot datang ke kantor Satpas SIM di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Mereka bisa menunggu di rumah atau kantor. Petugas SIM-lah yang bakal datang.

Namun, segala kemudahan itu memiliki syarat. Simak syarat-syarat untuk mendapatkan layanan yang disebut dengan "SIM Komunitas" yang bisa digunakan oleh perusahaan atau komunitas warga ini.

  • Mengajukan surat permohonan SIM Komunitas ke Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Up: Direktur Lalu lintas Polda Metro Jaya.
  • Jumlah pemohon SIM Komunitas maksimal 150 orang dan minimal 30 orang. Dengan menyebutkan lokasi pelaksanaan pembuatan SIM serta jumlah yang akan mengurus SIM.
  • Surat harus ditandatangani oleh pimpinan perusahaan, atau pengurus di RT/RW di kompleks atau perumahan.
  • Menyediakan tempat yang cukup luas karena pihak Lantas Polda harus membawa dua kendaraan sejenis bus ke lokasi. Satu bus untuk ujian teori, satu bus membawa peralatan praktik SIM.
  • Bagi pemohon pembuatan SIM baru harus mengikuti ujian. Namun, bagi pemohon yang akan memperpanjang SIM, cukup melampirkan KTP sesuai identitas di SIM.
  • Waktu pelaksanaan jam kerja, pukul 08.00-16.00.

Pemain Utama Pasar Modal

Disebut pemain utama, karena pihak-pihak ini yang paling berperan dalam perdagangan efek. Berikut ini pemain utama dalam bursa efek.

(1) Emiten

Emiten adalah pihak yang melakukan penjualan surat-surat berharga atau melakukan emisi di bursa. Dalam melakukan penjualannya, emiten dapat memilih dua macam instrumen pasar modal, yaitu bersifat kepemilikan atau utang.

(2) Investor

Investor adalah pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga. Sebelum membeli atau menanamkan modalnya, investor melakukan analisis terhadap perusahaan tersebut, prospek emiten, dan lain-lainnya. Investor ini dapat berasal dari dalam negeri dan luar negeri.

(3) Penjamin Emisi (Underwriter)

Penjamin emisi merupakan lembaga yang menjamin terjualnya saham atau obligasi sampai batas waktu tertentu.

(4) Perantara Perdagangan Efek (Pialang)

Pialang merupakan perantara antara penjual dengan pembeli surat-surat berharga. Pialang disebut juga broker. Tugas pialang meliputi: memberikan informasi tentang emiten, dan melakukan penjualan surat-surat berharga kepada para investor.

(5) Manajer Investasi

Manajer investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola efek untuk para nasabah....

.... SELENGKAPNYA>>> Pasar Modal (Bursa Efek)


.

Konsep Reuni AKBAR SMKN 3 BUDURAN ( PERKAPALAN )

Juan Valentinoz 02 September jam 22:31 Balas
Konsep Reuni AKBAR SMKN 3 BUDURAN ( PERKAPALAN )


Pendahuluan

Idealnya, banyak kakak-kakak alumni yang tergabung dalam forum FB yang setuju dengan diadakannya Reunian,Maka dalam kegiatan ini kita melebarkan tahun angkatan. Misal sedikit-banyak ada yang dari angkatan 1,2, dst. Yang pada pergaulan sehari-hari, jarang membaur seolah antar angkatan tidak pernah berkomunikasi semoga dengan adanya forum ini kita dapat merapatkan barisan dan mempererat tali persaudaraan serta silaturahmi hingga akhir hayat, amien..
Saudara seangkatan, juga kakak-kakak alumni, sehubungan dengan akan diadakannya rencana Reuni yang akan kita adakan adapun konsep yang masih perlu direvisi dan tanggapan dari kakak-kakak alumni yang mungkin lebih berpengalaman dalam membuat konsep acara agar acara ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana.


Konsep Reuni

Konsep Reuni adalah TEMU KANGEN, dengan selingan hiburan NYANYI , CANDA., dan NOSTALGIA. Kalaupun ada Agenda yang agak idealis, membentuk kegiatan Comunity yg lebih baik, dan lainnya, akan dibicarakan di sesi Serius, di antara waktu kangenan, yang akan ditindak lanjuti ataupun spontanitas.

Untuk memenuhi kebutuhan Nyanyi dan Canda Selama Reuni, agar Kesannya sangat mendalam, maka panitia akan membuat sistim pengumpulan data, yang akan disampaikan via email dalam kurun persiapan sampai pelaksanaan Reuni.


Time Table Kegiatan

1.
a. Membentuk tim Team Panitia Pelaksana dan Formatur Acara
b. Menentukan Pilihan Waktu Reuni

2.
a. Draft Proposal dan Kertas kerja
b. Pengumpulan Data Alumni, melalui email dan atau surat-menyurat.
c. Pengumpulan dana
d. Sebar undangan lengkap dengan Profil Acara dan kegiatan Reuni.
e. Final Review





Tentative Acara :

1. Pembukaan

2. Pembacaan Ayat Suci Al-Quran

3. Sambutan-sambutan
a. Ketua Panitia
b. Wakil SMKN 3 BUDURAN
c. Wakil Alumni SMKN 3 BUDURAN

4. Pemberian Kenang-kenangan

5. Napak Tilas
Interaksi Personal
Halal-bi-Halal dan saling bersalaman.

6. Hiburan – Nyanyi dan Canda

7. Makan Siang

8. Hiburan – Nyanyi dan Canda

9. Door Prize & Foto Bersama

10. Penutupan .

11. Selesai


ini adlah rencana konsep reuni yg akan kita adakan...
kritik dan saran serta tambahan atau mungkin yg lain2nya aquw tunggu n qt bahas bersama2 d dalam forum ini.
terima kasih atas perhatiannya...
wassalam....

Ibu Hamil Dilarang Puasa, Bila...

Subjek:  Ibu Hamil Dilarang Puasa, Bila...

Jumat, 4 September 2009 | 11:30 WIB
 Secara medis, wanita hamil yang diperbolehkan berpuasa adalah ibu yang masa kehamilannya sudah cukup tua dan kuat, yaitu usia sekitar empat bulan ke atas. Pada usia kehamilan 4-7 bulan, puasa tidak akan banyak berpengaruh sebab biasanya kondisi kesehatan sang ibu sudah melewati taraf penyesuaian dan lebih stabil.

Sebaliknya, ibu hamil yang memiliki kondisi sebagai berikut, sebaiknya tidak berpuasa dulu:

1. Perdarahan
Ibu yang pernah mengalami perdarahan semasa kehamilan, jika memaksakan diri berpuasa, hanya akan menambah parah keadaan. Keselamatan ibu dan janin bisa terancam.

2. Diabetes Melitus (DM)
Ibu hamil dengan DM tidak disarankan berpuasa. Selain harus menjalani terapi obat secara teratur, ibu hamil juga harus mematuhi program makan yang telah dibuat supaya kadar gula darah terkontrol dan stabil.

3. Hipertensi
Terapi obat tidak boleh dilewatkan dalam kasus hipertensi. Bila sampai terlewat, besar kemungkinan tekanan darah tidak terkontrol bisa naik atau turun tiba-tiba. Padahal, tekanan darah yang naik-turun mendadak harus dihindari selama kehamilan karena bisa menyebabkan kematian ibu maupun janin yang dikandungnya.

4. Gangguan sistem pencernaan
Ibu hamil dengan gangguan pencernaan seperti maag jika berpuasa sama artinya dengan memperbesar peluang kambuhnya penyakit. Lambung kosong akan mempertinggi peluang naiknya asam lambung.

5. Dehidrasi
Jika sampai dehidrasi, jiwa si ibu hamil dan bayi yang dikandungnya bisa terancam. Karena itu, jangan sungkan untuk lekas berbuka. Jangan sampai ibu hamil mengalami hal ini yang umumnya diawali diare dan muntah berlebih, keringat dingin membanjir, disertai keluhan pusing dan lemas.

6. Hari H
Di hari bersalin, ibu hamil tidak dianjurkan berpuasa. Ini karena ibu memerlukan energi ekstra untuk melahirkan. Memaksakan diri berpuasa hanya akan mencelakakan diri sendiri dan bayinya.

Narasumber: Dr.Siti Salima, Sp.OG, ahli kandungan dari RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Makna Bencana Alam

Makna Bencana Alam

By Fuad Rumi
Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim di antara kamu. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah amat keras azab-Nya. (QS Al Anfal: 25). Bencana alam yang sering menimpa kita ada dua macam: bencana yang murni bersifat alami dan bencana yang dikarenakan perbuatan manusia. Gunung api meletus, gempa tektonik, badai dan gelombang, adalah contoh bencana alam yang murni bersifat alami. Sedangkan tanah longsor pada gunung yang hutannya digunduli manusia, kebakaran hutan karena manusia mencari cara gampang membuka lahan perkebunan, adalah contoh bencana yang dikarenakan perbuatan manusia.

Jenis bencana yang pertama seharusnya menyadarkan manusia akan Kemahabesaran Allah. Ketika sebuah gunung meletus yang menyebabkan gempa vulkanik, atau dua lempeng kulit bumi bertumbukan yang menyebabkan gempa tektonik, seharusnya semakin menyadarkan manusia tentang adanya Allah Yang Maha Kuasa. Ada hukum-hukum alam yang telah ditetapkan-Nya sehingga alam bersifat demikian itu. Manusia tidak dapat menciptakan hukum seperti itu. Manusia harus sadar, ada Tuhan tempat mereka bergantung. Karena itu mereka harus tunduk-patuh secara ikhlas terhadap petunjuk dan hukum-Nya.

Di balik bencana alam itu tentu ada hikmahnya bagi manusia. Misalnya, dengan melakukan penyelidikan empiris, sedikit demi sedikit manusia dapat memahami hukum-hukum alam yang ditetapkan Tuhan. Dengan demikian, manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Lalu dengan iptek itu, mereka dapat melakukan berbagai upaya untuk memperkecil kemungkinan risiko yang dialaminya akibat bencana alam itu, misalnya dengan melakukan evakuasi setelah memprediksi akan terjadi gempa vulkanik.

Berbeda dengan itu, bencana alam yang disebabkan ulah manusia bisa terjadi, antara lain, karena kesadaran hukum dan moral mereka yang rendah atau oleh keterbatasan pengetahuan manusia itu sendiri. Keterbatasan atau kelemahan pengetahuan manusia dapat mengakibatkan kesalahan dalam mengelola alam yang bisa berujung pada bencana alam. Sementara kelemahan kesadaran hukum dan moral juga bisa mengakibatkan manusia mengelola alam secara salah sehingga menimbulkan bencana. Contohnya, bencana asap dari kebakaran hutan yang kita alami sekarang ini.

Sebagian besar kebakaran hutan tersebut bukan diakibatkan oleh kelemahan pengetahuan, tapi kelemahan kesadaran hukum dan moral. Ada di antara pengusaha hutan yang demi kepentingannya sendiri melanggar aturan pengelolaan hutan (kelemahan kesadaran hukum) dengan cara membakar, dan tidak mau tahu banyak orang lain menderita karenanya (kelemahan kesadaran moral).

Terjemahan surat Al Anfal ayat 29 di atas seharusnya kita jadikan pegangan bersama untuk mawas diri terhadap bencana yang ditimbulkan oleh perbuatan zalim kita sendiri. Sekaligus, atas dasar itu, kita harus menyadari akan tanggung jawab kita melakukan kontrol terhadap perbuatan yang bisa mendatangkan bencana, sebab kerugian yang ditimbulkannya tidak hanya menimpa pelakunya. Orang-orang tak berdosa juga ikut mengalaminya.

Yang Lain

Pengikut

OK Rek